Telegram Rodja Official

Al-Ushul Ats-Tsalatsah

Mengenal Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Bagian 2 – Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

By  |  pukul 6:48 am

Terakhir diperbaharui: Kamis, 21 Desember 2017 pukul 8:17 am

Tautan: http://rodja.id/1nb

Mengenal Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Bagian 2 adalah bagian dari Ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Iqbal Gunawan, M.A.

Berikut ini rekaman kajian penjelasan kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah (شرح الأصول الثلاثة) atau biasa disebut dengan 3 Landasan Utama karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahab At-Tamimi rahimahullah yang disampaikan oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr hafidzahumallah, pada 24 Muharram 1439 H / 15 Oktober 2017 M

(Download juga rekaman kajian sebelumnya: Mengenal Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam – Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah

Ringkasan Kajian: Mengenal Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah memperingatkan kaumnya dari bahaya kesyirikan karena kesyirikan adalah dosa yang paling besar. Tidak ada dosa yang lebih besar dari dosa kesyirikan. Juga tugas beliau adalah untuk mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal inilah yang pertama kali didakwahkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Kaum Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak pernah mendengar diawal dakwah beliau kecuali ajakan kepada tauhid. Sejak beliau diutus dan diangkat menjadi nabi, selama sepuluh tahun di Mekah beliau hanya mengajak manusia untuk mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meninggalkan kesyirikan. Hal demikian merupakan tugas semua Nabi dan Rasul. Yang pertama kali didakwahkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah agar manusia mengatakan “لَا إِلٰهَ إِلَّا الله“. Dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya sebagaimana perintah Allah kepada beliau.

Baca Juga:
Bab Ucapan Atas Kehendak Allah dan Kehendakmu - Bagian ke-1 - Kitab Al-Qaulul Mufid (Ustadz Abu Haidar As-Sundawy)

فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ ﴿٩٤﴾

“Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.” (Q.S Al-Hijr[15]: 94)

Kondisi masyarakat Jahiliyah ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam diutus, seluruh manusia ketika itu dalam kondisi Jahiliyah dan kesesatan yang sangat nyata. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Allah Subhanahu wa Ta’ala melihat kepada penduduk bumi dan Dia membenci mereka. Semua orang arab, selain arab kecuali sebagian dari ahlul kitab.” Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam satu-satunya yang diutus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala datang dengan membawa sesuatu yang berententangan dengan akidah, kebiasaan, hawa nafsu, keyakinan nenek moyang mereka. Dan hal ini merupakan hal yang sangat berat ketika seorang datang kepada masyarakat dan membawa sesuatu yang sangat bertentangan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kebiasaan mereka.

Semua masyarakat terbiasa dengan kehidupan Jahiliyah dari nenek-nenek moyang mereka. Akan tetapi ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk berdakwah kepada kaumnya, dia berdakwah dengan penuh keteguhan. Beliau mendatangi tempat-tempat perkumpulan kaumnya, bahkan memanggil nama mereka satu per satu, memanggil nama kabilah-kabilah mereka dan dia mengatakan, “Sesungguhnya aku adalah utusan Allah untuk kalian semuanya”. Juga beliau mengatakan, “katakanlah ‘لَا إِلٰهَ إِلَّا الله’ maka kalian akan beruntung”. Beliau mengulang-ulang hal ini selama bertahun-tahun. Beliau berdakwah kepada tauhid, mengajak manusia hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kaumnya mengatakan Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah orang yang bodoh, orang yang gila, menuduh beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah dukun, tukang sihir, bahkan mereka melakukan propaganda buruk, menyakiti Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di jalan-jalan di kota Mekah. Akan tetapi Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan penuh kesabaran sebagaimana telah bersabar para Ulul Azmi dari Rasul-rasul sebelum Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Baca Juga:
Baiat 'Aqabah Kedua - Faedah Sirah Nabawiyah (Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.)

Ketika semakin kuat gangguan dari kaumnya maka semakin bersabar Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan  tidak sedikitpun beliau berhenti berdakwah sampai kaumnya mengeluarkan dan mengusir beliau dari kota Mekah. Bahkan mereka sepakat untuk membunuh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan merencanakan rencana yang buruk. Ketika itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan untuk berhijrah meninggalkan kota Mekah. Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam meninggalkan kota Mekah bukan karena beliau tidak suka dengan kota Mekah, akan tetapi diganggu oleh kaumnya.

Simak dan Download MP3 Kajian Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah: Mengenal Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam – Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah


Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ kita. Jazakumullahu khairan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 5 = 5

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.