Telegram Rodja Official

Kisah Qorun dengan Orang-Orang Yang Berilmu Bagian 3 – Kitab Ahsanul Bayan (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

By  |  pukul 1:04 pm

Terakhir diperbaharui: Jumat, 16 Jumadil awal 1439 / 02 Februari 2018 pukul 2:22 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=29824

Kisah Qorun dengan Orang-Orang Yang Berilmu Bagian 3 – Kitab Ahsanul Bayan merupakan bagian dari kajian kitab “أحسن البيان من مواقف أهل الإيمان” “Ahsanul Bayan min Mawaqifi Ahlil Iman” karya Syaikh Abu Islam Shalih bin Thaha Abdul Wahid hafidzahullah, yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. Kitab ini membahas tentang nasihat-nasihat serta ibroh dari kisah-kisah yang disebutkan di dalam Al-Quran dan Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Download kajian sebelumnya tentang Kisah Qorun dengan Orang-Orang Yang Berilmu Bagian 2 – Kitab Ahsanul Bayan

Download kitab “Ahsanul Bayan min Mawaqifi Ahlil Iman” versi PDF di sini

Ringkasan Kajian Kitab Ahsanul Bayan: Kisah Qorun dengan Orang-Orang Yang Berilmu Bagian 3

Kajian ini masih berkaitan dengan dua kajian sebelumnya yakni tentang kisah Qorun. Adapun faidah-faidah dari kisah Qorun adalah tentang sikap sabar tentang menghadapi fitnah dunia. Qorun, dengan harta yang Allah amanatkan kepada dia, justru membuat Qorun menjadi jauh dari Allah. Membuat Qorun menjadi orang yang sombong, sehingga Qorun dihancurkan dan ditenggelamkan kedalam bumi oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Ada tiga pelajaran yang disebutkan dalam kitab Ahsanul Bayan min Mawaqifi Ahlil Iman dari sifat Qorun. Yakni:

Baca Juga:  Tafsir Surat At-Tin dan Surat Al-Insyirah (Bagian ke-1) - Kitab Tafsir Al-Muyassar (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Pertama, orang yang berakal adalah orang yang bisa mengambil pelajaran dari orang lain. Jika dia melihat kejadian yang baik, dia tiru. Ada kejadian yang buruk dan menghantarkan kepada keburukan, dia ambil ibrohnya dan tidak menirunya bahkan menjauhinya. Qorun diberikan anugrah oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Tetapi sayangnya Qorun menjadi orang yang dzalim, bermaksiat kepada Allah dan menjadi orang yang sombong. Dia menjadi orang yang senang dengan hartanya tapi menggunakannya tanpa hak. Akibatnya Allah berikan hukuman dan Allah mengharamkan dari hartanya. Allah subhanahu wa ta’ala tenggelamkan kedalam bumi. Allah selalu memperhatikan orang-orang yang Allah karuniakan harta tapi tidak menggunakan hartanya kepada jalan yang semestinya. Justru dibuat untuk bermaksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Hal ini merupakan sunnatullah (kejadian yang selalu berlangsung). Orang yang bersyukur kepada Allah, Allah tambah nikmatnya. Orang yang kufur, ingkar akan nikmat Allah subhanahu wa ta’ala, Allah haramkan dari harta tersebut. Bahkan Allah subhanahu wa ta’ala akan mengadzabnya.

Baca Juga:  Hak Asuh Ketika Terjadi Perceraian

Setiap kita, bisa jadi menyaksikan kejadian yang dialami oleh banyak manusia di atas muka bumi ini. Orang yang kaya ketika digunakan hartanya untuk memaksiati Allah subhanahu wa ta’ala maka hartanya itu menjadi kebinasaan bagi dirinya. Allah haramkan dari hartanya. Bahkan ada yang tadinya kaya, menjadi orang yang meminta-minta.

Simak Penjelasan Lengkap dan Download Kajian Kitab Ahsanul Bayan: Kisah Qorun dengan Orang-Orang Yang Berilmu Bagian 3


Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Baca Juga:  Wasiat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang Keadaan Orang-Orang yang Beriman - Bagian ke-4 - Aqidah Prioritas Utama (Ustadz Arman Amri, Lc.)
Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.