Masjid Al-Barkah

Ahsanul Bayan

Sikap Al-Wala’ Wal Bara’ Bagian 1 – Kitab Ahsanul Bayan (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

By  |  pukul 7:14 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 09 Februari 2018 pukul 10:13 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=29922

Sikap Al-Wala’ Wal Bara’ Bagian 1 – Kitab Ahsanul Bayan merupakan bagian dari kajian kitab “أحسن البيان من مواقف أهل الإيمان” “Ahsanul Bayan min Mawaqifi Ahlil Iman” karya Syaikh Abu Islam Shalih bin Thaha Abdul Wahid rahimahullah, yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Kitab ini membahas tentang nasihat-nasihat serta ibroh dari kisah-kisah yang disebutkan di dalam Al-Quran dan Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Download kajian sebelumnya tentang Kisah Keberanian dan Pengorbanan Bagian 3 – Kitab Ahsanul Bayan

Download kitab أحسن البيان من مواقف أهل الإيمان” versi PDF di sini

Ringkasan Kajian Kitab Ahsanul Bayan: Sikap Al-Wala’ Wal Bara’ Bagian 1

Wala’ artinya loyal, bara’ artinya berlepas diri. Loyal kepada kaum mu’minin dan bara’ kepada kaum kafirin. Allah subhanahu wa ta’ala mewajibkan kepada kita semua untuk loyal kepada kaum mukminin dan berlepas diri dari orang-orang kuffar dan orang-orang musyrik. Ada lima alasan mengenai hal ini. Yakni:

Pertama, Wala’ wal bara’ merupakan tuntutan dan kewajiban dari kalimat لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْد مِن الْغَي فَمَن يَكْفُرْ بالطَّاغُوت وَيُؤْمِن بِاللّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى

Baca Juga:
Ahlussunnah wal Jamaah Meyakini Wajibnya Berpegang Teguh Kepada Manhaj Nabi Dalam Berdakwah - Al-Ishbah (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat…“ (QS. Al Baqarah [2]: 256).

Kedua, orang mukmin berlepas diri dari pada kekufuran dan dari orang-orang kafir. Karena orang kafir mengkufuri  لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ sedangkang orang mukmin beriman kepada  لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. Begitu juga karena orang musyrik itu menyekutukan Allah dengan makhluknya.

Ketiga, orang mu’min berlepas diri dari orang kafir karena orang kafir menginfakkan harta mereka siang dan malam untuk mencegah manusia dari jalan Allah subhanahu wa ta’ala. Dan ini Allah kabarkan di surat Al-Anfal ayat ke-36:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَن سَبِيلِ اللَّـهِ ۚ …

Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah…” (QS. Al-Anfal  [8]: 36)

Oleh karena itu wajib bagi kita untuk berlepas diri dari orang-orang kafir.

Keempat, orang yang beriman wajib berlepas diri dari kaum kafir karena mereka tidak mencintai orang beriman. Dan yang mengabarkan hal itu adalah Allah subhanahu wa ta’ala. Allah berfirman:

…تُحِبُّونَهُمْ وَلَا يُحِبُّونَكُمْ…

“…kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu,…” (QS. Ali-Imran  [3]: 119)

Baca Juga:
Keutamaan Shalat-Shalat Sunnah Rawatib

Lihatlah, Allah menyingkap apa yang ada di hati mereka. Oleh karena itu wajib bagi kita berlepas diri dari orang-orang kafir. Jangan sampai kita mencintai kekafiran dan orang-orang.

Kelima, karena orang-orang kafir memiliki hasad, iri kepada orang-orang yang beriman atas keimanan mereka. Orang-orang kafir sangat ingin agar kita semua menjadi kafir. Oleh karena itu wajib kita bara’ dari orang-orang kafir dan juga wajib menjaga keimanan sampai meninggal. Yang perlu kita ingat adalah bahwa hidup di atas muka bumi hanya sebentar.

Syaikh Abu Islam Shalih menurunkan banyak sekali dalil tentang hal ini. Salah satunya adalah surat Al-Baqarah ayat ke-109.

وَدَّ كَثِيرٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُم مِّن بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِّنْ عِندِ أَنفُسِهِم…

Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri,…” (QS. Al-Baqarah  [2]: 109)

Ayat yang lain,

…وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا ۚ …

…Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. …” (QS. Al-Baqarah  [2]: 217)

Inilah aqidah, inilah nasihat dari Allah. Sebaik-baik nasihat.

Simak Penjelasan Lengkap dan Download Kajian Kitab Ahsanul Bayan: Sikap Al-Wala’ Wal Bara’ Bagian 1

Baca Juga:
Hadits-Hadits Tentang Sifat Kalam

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.