Telegram Rodja Official

Hukum Do’a Dalam Tasyahud – Kitab Bulughul Maram (Ustadz Zainal Abidin Syamsudin, Lc.)

By  |  pukul 8:01 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 24 Rajab 1439 / 10 April 2018 pukul 8:47 am

Tautan: http://rodja.id/1ru

Hukum Do’a Dalam Tasyahud merupakan kajian Islam yang disampaikan oleh: Ustadz Zainal Abidin Syamsudin, dalam pembahasan Kitab Bulughul Maram karya Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 12 Safar 1439 H / 01 November 2017 M.

Download juga kajian sebelumnya: Bacaan dan Tata Cara Tasyahud – Kitab Bulughul Maram

Program Kajian Kitab Syarah Bulughul Maram - Ustadz Zainal Abidin Syamsudin di Radio Rodja dan RodjaTV

Status program Kajian Kitab Syarah Bulughul Maram: AKTIF. Simak program ini di Radio Rodja dan RodjaTV setiap: Rabu malam, pukul 20:00-21:30 WIB.

Kajian Hukum Do’a Dalam Tasyahud – Kitab Bulughul Maram

Do’a adalah satu perkara yang paling kuat didalam mengusir suatu hal yang tidak disukainya dan meraih sesuatu yang disenanginya. Siapa yang ingin tersingkirkan perkara-perkara yang tidak disenanginya atau ingin mendapatkan suatu yang sekarang diinginkan, maka kunci utamanya didalam do’a. Sering-seringlah untuk berdo’a kepada Allah subhanahu wa ta’ala. 

Didalam do’a itulah akan muncul dan diraih suatu yang kita anggap mustahil dalam usaha dan fikiran manusia. Kenapa do’a dapat melakukan hal yang dianggap mustahil oleh usaha manusia?

Baca Juga:  Di Balik Keramat Wali Allah - Bagian ke-1 (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Nabi Yunus alaihis salam keluar dari ikan dalam keadaan hidup selamat berkat do’a:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ.

Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya

Yang perlu diperhatikan adalah tidak semua do’a. Ketika do’a dibarengi kekhusyuan di dalam hati, maka hal ini akan memberikan dan mengalirkan lahir batin kepada Allah, untuk Allah di hadapan Allah. Penuh dengan penghinaan diri. Lalu kita betul-betul fokus dan melembutkan perasaan. Kita merengek, meminta belas kasih oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Berdo’a menghadap kiblat , dalam keadaan suci, mengangkat tangan tinggi-tinggi, dimulai dengan memuji Allah dan menyanjungnya, kemudian disusul dengan membaca shalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebelumnya diawali dengan taubat dan istighfar. Kemudian menghadap Allah dan merengek terus didalam berdo’a meminta apa yang dituju. Berdo’a dengan penuh harap dan cemas. Bertawasul dengan nama, sifat dan tauhid-Nya. Dan juga dibarengi dengan shadaqoh. Hampir-hampir, jarang do’a seperti ini ditolak oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Simak dan Download MP3 Kajian Hukum Do’a Dalam Tasyahud – Kitab Bulughul Maram

Baca Juga:  Berdo'a kepada Allah, Menjauhi Syubhat dan Berlemah Lembut

Ayo share ceramah agama penuh manfaat seri pembahasan shalat yang tentunya tidak bisa diabaikan oleh Muslimin. Share ke Facebook, Twitter, dan Google+ sekarang juga yuk.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.