Telegram Rodja Official

Dzikir Yang Diajarkan dalam Islam

By  |  pukul 8:37 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 06 Ramadhan 1439 / 22 Mei 2018 pukul 8:43 am

Tautan: https://rodja.id/1v1

Dzikir Yang Diajarkan dalam Islam merupakan kajian Islam yang disampaikan oleh: Ustadz Abdullah Taslim, Lc. MA. dalam pembahasan “العبودية (Al-Ubudiyah)” karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah. Kitab ini membahas berbagai permasalahan yang berkaitan dengan ibadah dan penghambaan diri. Kajian ini disampaikan pada 16 Sya’ban 1439 H / 03 Mei 2018 M.

Download juga Kitab Al-Ubudiyah – Format PDF di sini

Download kajian sebelumnya: Laa Ilaa ha Illallah Adalah Dzikir Yang Paling Utama

Kajian Tentang Dzikir Yang Diajarkan dalam Islam – Kitab Al-‘Ubudiyah

Dzikir yang disyariatkan dalam Islam selalu menyebutkan nama Allah yang Maha Indah dalam bentuk kalimat yang sempurna yang mengandung arti pujian dan pengagungan. Salah satu contohnya adalah yang disebutkan dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

Baca Juga:  Menguak Misteri Kesyirikan

Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat ditimbangan, dan disukai Ar Rahman yaitu “Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil ‘azhim” (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung). (HR. Bukhari & Muslim)

Maka perlu kita perhatikan bahwa semua dzikir utama yang juga disebutkan keutamaannya yang tinggi selalu dalam kalimat yang sempurna. Tentu ini berbeda dengan sebagian orang yang meyakini tentang dzikir khusus. Itu sama sekali tidak bersumber dari ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak juga disyariatkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Hadits-hadits yang menjelaskan tentang jenis-jenis dzikir dan do’a yang disyariatkan untuk diucapkan atau disebutkan didalam Islam. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa dzikir itu disyariatkan dari sisi Allah subhanahu wa ta’ala yang kemudian diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita. Adapun dzikir-dzikir yang dibuat oleh manusia dalam lafadz maupun jumlah ataupun waktu pelaksanaannya tanpa ada sandaran argumentasinya dari Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih, maka ini tidak akan membawa kepada keutamaan. Bahkan ini bisa membawa kepada kesesatan.

Baca Juga:  Hak-Hak Muslim atas Muslim yang Lainnya - Bagian ke-2 - Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.)

Mereka yang menciptakan dzikir-dzikir khusus itu seolah mengatakan bahwa dzikir yang diajarkan dalam hadits-hadits yang shahih merupakan dzikir umum yang semua orang bisa melakukannya. Mereka akan menyuruh murid-muridnya atau orang-orang yang menimba ilmu kepadanya untuk meninggalkan dzikir-dzikir umum tersebut. Tentu ini tipu daya syaitan yang memalingkan manusia yang jelas-jelas kebaikannya kepada sesuatu yang tidak ada sandarannya dan bahkan lebih dekat kepada kesesatan.

Inilah pentingnya bagi seorang mukmin agar selalu berpegang teguh dan menjadikan sandaran dalam pemahaman dan pengamalannya adalah argumentasi, dalil dari ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Simak dan Download MP3 Kajian Tentang Dzikir Yang Diajarkan dalam Islam – Kitab Al-‘Ubudiyah

Baca Juga:  Tafsir Al-Muyassar: Al-Baqarah: 54-60 (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link ceramah agama ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ Anda. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda semua.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.