Memperbaiki Hati

By  |  pukul 10:15 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 11 Muharram 1440 / 21 September 2018 pukul 10:15 am

Tautan: https://rodja.id/216

Memperbaiki Hati merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. dalam pembahasan Kitab Raudhatul Uqala wa Nuzhatul Fudhala (tamannya orang-orang yang berakal dan tamasyanya orang-orang yang mempunyai keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad ibnu Hibban al Busty rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 25 Dzul Qa’idah 1439 H / 29 Agustus 2018 M.

Download mp3 kajian sebelumnya: Tanda-Tanda Orang Yang Berakal

Kajian Tentang Memperbaiki Hati – Kitab Raudhatul Uqala wa Nuzhatul Fudhala

Kewajiban atas orang yang berakal yang kuat, hendaklah ia mengetahui bahwa akal memiliki cabang-cabang berupa perkara yang diperintahkan dan perkara yang dilarang. Harus diketahui dan menggunakannya pada waktu-waktunya. Karena orang yang berakal berbeda dengan orang umum yang tidak berfikir dan hanya sebatas menggunakan syahwat dan hawa nafsunya. Orang berakal harus mengetahui dan selalu berfikir tentang kemaslahatan dan perkara-perkara yang tentu memperbaiki hidup. Berikut ini adalah cabang-cabang akal.

Baca Juga:  Peran Nasihat dalam Pendidikan - Fiqhul Usrah (Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.)

1. Senantiasa Bertakwa kepada Allah dan memperbaiki hati

Terkadang ada orang yang ketika dihadapan manusia terlihat bertakwa, tapi ternyata hatinya terkandung padanya banyak penyakit. Penyakit berupa keangkuhan, kesombongan, ujub, riya, ataupun yang lainnya. Sesuatu yang terkandung di dalam hati ini tidak terlihat oleh manusia. Allah yang maha melihat. Dan sesuatu yang tidak terlihat ini sangat berbahaya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengabarkan bahwa ada orang yang selama enam puluh tahun beramal shalih sebatas yang tampak kepada manusia dan ternyata dia termasuk penduduk api neraka. Ini memberikan kepada kita faidah bahwa orang tersebut selama beramal, ada sesuatu dihatinya. Akhirnya yang terjadi dia termasuk penduduk neraka.

Baca Juga:  Kedudukan Wanita sebelum Islam - Bagian ke-1 - Tuntunan Praktis Fiqih Wanita (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Inilah sifat akal yang pertama dan yang paling utama. Yaitu senantiasa bertakwa kepada Allah di mana saja kita berada dan memperbaiki hati kita. Perhatian seorang mukmin kepada hatinya melebihi perhatian dari pada badannya. Jangan sampai kita sangat memperhatikan badan, rajin ke salon, membeli pakaian yang bagus, tampil terlihat cantik secara lahiriyah, tapi kurang memperhatikan kebaikan hatinya. Padahal yang Allah lihat dari seorang hamba bukanlah rupa dan lahiriyahnya saja. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَ أَمْوَالِكُمْ وَ لَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ

Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian”. (HR. Muslim)

Baca Juga:  Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 1144-1154 - TPP: Keutamaan Malam Nisfu Syaban, Adab Mengucapkan Salam, hingga Keutamaan Bekam dan Madu (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Maka seorang mukmin, perhatian dalam memperbaiki hati jauh lebih kuat. Ia senantiasa intropeksi diri.

Simak Penjelasan Lengkap dan Download Kajian Tentang Memperbaiki Hati – Kitab Raudhatul Uqala wa Nuzhatul Fudhala

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.