Renovasi Masjid

Mukhtashar Shahih Muslim

Bab tentang Shalat Sunnah di Waktu Malam dan Siang

By  |  | https://rodja.id/5fd

Bab tentang Shalat Sunnah di Waktu Malam dan Siang merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Mukhtashar Shahih Muslim yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Ahad, 29 Al-Muharram 1446 H / 4 Agustus 2024 M

Kajian Tentang Shalat Sunnah di Waktu Malam dan Siang

Dari Abdullah bin Syaqiq Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata, “Aku bertanya kepada Aisyah Radhiallahu ‘Anha tentang shalat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yaitu tentang shalat tathawwu’ (sunnah muakkadah) beliau. Aisyah menjawab, ‘Beliau shalat di rumahku sebelum Dzuhur empat rakaat, kemudian keluar dan shalat bersama orang-orang. Kemudian beliau masuk rumahku dan shalat dua rakaat. Beliau shalat Maghrib bersama manusia, lalu masuk ke rumahku dan shalat dua rakaat. Beliau shalat Isya bersama orang-orang, lalu masuk ke rumahku dan shalat dua rakaat. Beliau shalat malam sembilan rakaat termasuk witir di dalamnya. Beliau shalat malam dalam waktu yang panjang dengan berdiri dan juga dengan duduk. Jika beliau membaca sambil berdiri, beliau rukuk dan sujud juga dalam keadaan berdiri (maksudnya secara sempurna). Jika beliau membaca sambil duduk, beliau rukuk dan sujud dalam keadaan duduk. Jika fajar terbit, beliau shalat dua rakaat (qabliah Subuh)’.” (HR. Muslim)

Aisyah Radhiyallahu ‘Anha ditanya tentang shalat tathawwu’, yaitu shalat sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan untuk didawamkan. Sebagian ulama, seperti Imam Al-Qurtubi, menyatakan bahwa boleh mengingkari orang yang meninggalkan shalat sunnah muakkadah. Dalilnya adalah hadits bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah sedang berkhutbah pada hari Jumat. Ada seorang yang masuk masjid langsung duduk dan tidak shalat tahiyatul masjid. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menegurnya, “Bangkitlah dan shalatlah dua rakaat, dan ringankan shalatmu.” (HR. Bukhari).

Lihat: Shalat Tahiyatul Masjid

Aisyah berkata, “Beliau shalat di rumahku sebelum Zuhur empat rakaat.” Terjadi ikhtilaf di antara ulama tentang shalat qabliah Dzuhur, apakah dua rakaat atau empat rakaat. Sebagian ulama berpendapat bahwa empat rakaat tersebut disebut dengan shalat sunnah zawal. Dasarnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Abdullah bin As-Saib: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam biasanya shalat empat rakaat setelah matahari tergelincir sebelum Dzuhur, dan beliau bersabda, ‘Sesungguhnya itu adalah waktu dibukanya pintu-pintu langit, dan aku suka agar amalku naik saat itu’.” (HR. Tirmidzi). Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani Rahimahullah.

Imam Ibnu Qayyim Rahimahullah mengatakan, “Ada yang berpendapat bahwa empat rakaat ini bukanlah qabliah Dzuhur, melainkan shalat tersendiri yang disebut dengan shalat zawal.” Imam Ahmad juga menyebutkan hal ini dalam hadits Abdullah bin As-Saib.

Dalam Sunan Abu Dawud, dari Aisyah disebutkan, “Apabila beliau tidak shalat sebelum Dzuhur empat rakaat, biasanya beliau shalat setelah Dzuhur empat rakaat (untuk mengqadha).”

Namun, jumhur ulama mengatakan tidak ada shalat sunnah zawal. Adapun shalat yang disebutkan dalam hadits riwayat Tirmidzi adalah shalat qabliyah Dzuhur. Dalilnya adalah hadits Aisyah, dimana ketika menyebutkan tentang shalat sunnah tathawwu’, “Beliau biasanya shalat di rumahku sebelum Dzuhur empat rakaat, kemudian beliau keluar bersama manusia. Lalu masuk lagi ke rumah dan shalat dua rakaat.” Pendapat jumhur inilah yang paling kuat.

Hadits ini juga menunjukkan bahwa shalat sunnah yang paling utama dilakukan di rumah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أَفْضَلُ صَلاَةِ المَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلاَّ المَكْتُوبَةَ

“Seutama-utama shalat seseorang adalah di rumahnya, kecuali shalat wajib.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika shalat di rumah menyebabkan seseorang sering terlambat atau masbuk dalam shalat berjamaah di masjid, maka lebih baik shalat di masjid untuk mendapatkan keutamaan takbiratul ihram dan shalat di saf pertama. Hal ini lebih utama karena mendapatkan keutamaan berjamaah dan saf pertama.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Bab tentang Shalat Sunnah di Waktu Malam dan Siang” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses