Ushul ad-Dakwah as-Salafiyah
Muqaddimah Kitab Ushul ad-Dakwah as-Salafiyah
Muqaddimah Kitab Ushul ad-Dakwah as-Salafiyah adalah ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Kitab Ushul ad-Dakwah as-Salafiyah. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. pada Sabtu, 11 Rajab 1446 H / 11 Januari 2025 M.
Kajian Tentang Muqaddimah Kitab Ushul ad-Dakwah as-Salafiyah
Pada kajian ini dibahas kitab Ushul ad-Dakwah as-Salafiyah, yang berarti pokok-pokok atau landasan-landasan atau dalil-dalil dakwah Salafiyah. Dari pokok-pokok ini muncullah cabang-cabang yang semuanya berakar kepada prinsip utama tersebut. Itulah yang dimaksud dengan kata ushul yang dijadikan sebagai judul buku ini.
Terdapat tiga kata utama dalam judul kitab ini: ushul, ad-dakwah, dan as-salafiyah. Secara bahasa, ad-dakwah berasal dari kata kerja “da’a yad’u da’watan” (دعا يدعو دعوةً), yang berarti “memanggil”. Orang yang melakukannya disebut da’iyah (داعية), dan bentuk jamaknya adalah du’at (دعاة).
Makna dakwah secara bahasa mencakup: an-nida’ (النِّداء) yang berarti panggilan, ath-thalab (الطَّلَب) yang berarti permintaan, at-tajammu’ (التَّجمُّع) yang berarti perkumpulan, ad-du’a (الدُّعاء) yang berarti doa, dan as-su’al (السُّؤال) yang berarti permohonan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَمَا جَعَلَ أَدْعِيَاءَكُمْ أَبْنَاءَكُمْ
“Dan Allah tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu.” (QS. Al-Ahzab [33]: 4)
Adapun secara istilah syar’i, sebagian ulama menyebut dakwah sebagai عملية نشر الإسلام وإبلاغ الرسالة, yaitu proses penyebaran Islam dan penyampaian risalah.
Seorang da’i berarti orang yang menyampaikan Islam kepada manusia dan menyebarkan risalah Allah.
Sedangkan kata Salafiyah berasal dari kata salafa yaslufu (سلف يسلف) atau salafa yaslifu (سلف يسلف), yang secara bahasa berarti “mendahului”. Ibnu Manzur dalam kitab Lisanul Arab menjelaskan bahwa salaf adalah:
مَنْ تَقَدَّمَ مِنْ آبَائِكَ وَذَوِي قَرَابَتِكَ الَّذِينَ هُمْ فَوْقَكَ فِي السِّنِّ وَالْفَضْلِ
“Orang yang mendahuluimu dari kalangan ayahmu dan kerabatmu yang lebih tua dalam usia dan lebih mulia dalam keutamaan.”
Kemudian dari kata salaf ditambahkan padanya menjadi Salafus Shalih adalah generasi awal umat ini, yaitu para sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
“Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian yang setelah mereka, kemudian yang setelah mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Generasi pertama adalah para sahabat Nabi radhiyallahu ‘anhum, generasi kedua adalah para tabi’in, dan generasi ketiga adalah para tabi’ut tabi’in. Mereka inilah Salafus Shalih yang diikuti dalam dakwah Salafiyah.
Mengenal Syaikh Abdus Salam bin Barjas Al Abdul Karim
Penulis buku ini adalah Syaikh al-‘Alim al-Faqih Abdus Salam bin Barjas Al Abdul Karim (عبد السلام بن برجس آل عبد الكريم). Nama lengkapnya adalah Abdus Salam bin Barjas bin Nasir. Al dalam nama itu merujuk pada keluarga Abdul Karim. Kunyah beliau adalah Abu Abdurrahman.
Beliau dilahirkan pada tahun 1387 H di kota Riyadh, ibu kota Kerajaan Arab Saudi. Artinya, beliau termasuk ulama kontemporer yang belum terlalu lama wafat. Jika dihitung dari tahun ini, yaitu 1446 H, maka beliau lahir sekitar 59 tahun yang lalu.
Sejak kecil beliau telah menghafal Al-Qur’an dan mulai belajar ilmu agama sejak usia 13 tahun. Ini menjadi pelajaran penting bagi orang tua yang ingin memproyeksikan anak-anak mereka menjadi ahli ilmu. Pendidikan agama hendaknya dimulai sejak dini. Meskipun ada ulama yang mulai belajar di usia 50-an dan berhasil menjadi ahli ilmu, kebanyakan para ulama terdahulu menempuh jalur keilmuan sejak kecil.
Setelah menamatkan pendidikan dasar, beliau melanjutkan ke Ma’had ‘Ilmi, semacam pesantren yang berada di bawah naungan Universitas Imam Muhammad bin Saud. Di sana beliau menyelesaikan pendidikan hingga lulus dari Fakultas Syariah.
Kemudian beliau melanjutkan studi S2 di Ma’had ‘Ali, yang setara dengan sekolah tinggi atau perguruan tinggi. Program doktoralnya pun dituntaskan, dan beliau menyelesaikan seluruh jenjang pendidikan formalnya pada tahun 1422 H.
Di antara guru-guru beliau adalah para ulama besar Ahlus Sunnah wal Jamaah pada zamannya, seperti:
- Asy-Syaikh al-‘Allamah al-Imam Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah
- Asy-Syaikh al-‘Allamah al-Faqih Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
- Fadhilatusy Syaikh al-‘Allamah al-Muhaddits Ahmad bin Yahya an-Najmi rahimahullah
- Dan banyak lagi dari kalangan para ulama.
Beliau kemudian menjadi profesor yang membimbing mahasiswa pada tingkat doktoral, khususnya dalam proses ujian disertasi atau sidang terbuka.
Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian lengkapnya.
Download mp3 Kajian
Podcast: Play in new window | Download
Subscribe: RSS
Mari turut membagikan hasil rekaman ataupun link ceramah agama “Muqaddimah Kitab Ushul ad-Dakwah as-Salafiyah” ini melalui jejaring sosial facebook, twitter dan yang lainnya agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.
Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :
Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com
Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :
Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv




