Masjid Al-Barkah

Al-Ghaayah wa At-Taqriib - Matan Abu Syuja

Bab Qiradh / Mudharabah – Bagian ke-1 – Kitab Matan Abu Syuja’ (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)

By  |  pukul 6:40 am

Terakhir diperbaharui: Kamis, 14 Januari 2016 pukul 9:21 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=18233

Kajian oleh: Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab Al-Ghayah wa At-Taqrib atau biasa disebut Matan Abu Syuja’, kajian ini mengambil pembahasan khusus yaitu yang berkaitan dengan fiqih mu’amalat. Kitab ini merupakan kitab fiqih Madzhab Syafi’i, karya Syaikh Abu Syuja’ Ahmad bin Al-Husain bin Ahmad Al-Ashfahani rahimahullah.

Kajian ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A. pada Kamis pagi, 4 Rabiul Akhir 1437 / 14 Januari 2016. Pada pertemuan sebelumnya, Ustadz Erwandi telah menyampaikan tentang “Bab Syuf’ah“, dan pada pertemuan kali ini beliau akan membahas Kitabul Buyu’ yaitu tentang “Bab Qiradh / Mudharabah (Bagian ke-1)“.

(Download juga: kitab Al-Ghayah wa At-Taqrib – Matan Abu Syuja’ – Format PDF)
[wpdm_file id=49]

Ringkasan Kajian Kitab Matan Abu Syuja’

Kitabul Buyu’ (كتاب البيوع) Bab Qiradh / Mudharabah (Bagian ke-1)

Qiradh adalah pemberian modal kepada orang lain untuk dijalankan, sedangkan keuntungannya dibagi dua menurut perjanjian. Qiradh dinamakan juga dengan Mudharabah.

Syaikh Abu Syuja’ Ahmad bin Al-Husain bin Ahmad Al-Ashfahani rahimahullah berkata:

وللقِرَاض أربعة شرائط: أن يكون على نَاضٍّ من الدراهم والدنانير، وأن يأذن رَبُّ المال للعامل في التَّصَّرُف مُطلَقَا أو فيما لا يَنقَطِع وُجُوده غالبا، وأن يشترط له جزءا معلوما من الربح، وأن لا يُقَدَّرَ بمُدَّة.
ولا ضَمَان على العامل إلا بِعُدوان.
وإذا حصل رِبح وخُسران جِبَر الخسران بالرِّبح.

Baca Juga:
Syarat Sah Jual Beli, Barang Harus Milik Sendiri - Kitab Zadul Mustaqni (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)

Qiradh mempunyai empat syarat:

1. Ada harta pokok yang berupa dinar atau dirham
2. Pemilik modal memberi izin kepada pelaksana untuk mengelola harta secara mutlak atau mengelola harta yang biasanya wujudnya tidak akan terputus
3. Ada perjanjian bagi untung atara pemilik modal dan pelaksana
4. Tidak ditentukan jangaka waktunya

Pelaksana tidak bertanggungjawab atas kerugian perdagangan kecuali disebabkan oleh kecerobohannya. Jika ada keuntungan dan kerugian, maka kerugian tersebut dapat ditutup dengan keuntungan.

Simak selengkapnya penjelasan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan “Bab Qiradh / Mudharabah” ini bersama Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi. Semoga bermanfaat.

Download Kajian Kitab Matan Abu Syuja’ (Kitabul Buyu’) – Bab Qiradh / Mudharabah (Bagian ke-1)

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan hasil rekaman ataupun link download kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.