Masjid Al-Barkah

Al-Ghaayah wa At-Taqriib - Matan Abu Syuja

Bab Ijarah / Sewa – Bagian ke-1 – Kitab Matan Abu Syuja’ (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)

By  |  pukul 8:00 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 15 Februari 2016 pukul 9:16 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=18914

Kajian oleh: Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab Al-Ghayah wa At-Taqrib atau biasa disebut Matan Abu Syuja’, kajian ini mengambil pembahasan khusus yaitu yang berkaitan dengan fiqih mu’amalat. Kitab ini merupakan kitab fiqih Madzhab Syafi’i, karya Syaikh Abu Syuja’ Ahmad bin Al-Husain bin Ahmad Al-Ashfahani rahimahullah.

Kajian ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A. pada Kamis pagi, 3 Jumadal Ula 1437 / 11 Februari 2016. Pada pertemuan kali ini beliau akan membahas Kitabul Buyu’ yaitu tentang “Bab Ijarah / Sewa (Bagian ke-1)“.

Download kajian sebelumnya: Bab Musaqah (Bagian ke-2)

(Download juga: kitab Al-Ghayah wa At-Taqrib – Matan Abu Syuja’ – Format PDF)
[wpdm_file id=49]

Ringkasan Kajian Kitab Matan Abu Syuja’

Kitabul Buyu’ (كتاب البيوع) Bab Ijarah / Sewa (Bagian ke-1)

Ijarah atau sewa adalah akad terhadap manfaat untuk masa tertentu dengan harga tertentu.

Syaikh Abu Syuja’ Ahmad bin Al-Husain bin Ahmad Al-Ashfahani rahimahullah berkata:

وكل ما أمكن الانتفاع به مع بقاء عينه صحت إجارته إذا قُدِّرَت منفَعَتُهُ بأحد أمرين:بمدة أو عمل ،وإطلاقها يقتضي تعجيل الأجرة، إلا أن يُشْتَرَطَ التأجيل.
ولا تَبْطُلُ الإجارة بموت أحد المُتَعَاقدين، وتَبطُلُ بتلف العين المستأجَرَة.
ولا ضَمَان على الأجير إلا بِعُدوان.

Baca Juga:
Khiyar Karena Ada Perbedaan Waktu Atau Persyaratannya - Kitab Zadul Mustaqni (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)

Segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan dan keadaannya tetap utuh (tidak berubah), maka boleh menyewakannya jika manfaatnya itu ditentukan dengan salah satu perkara:

– Dengan jangka waktu atau pekerjaan
– Ongkos ijarah (sewa) harus dibayar tunai, kecuali jika ada perjanjian untuk menangguhkan pembayaran ongkos sewa tersebut

Ijarah tidak menjadi batal karena meninggalnya salah seorang di antara kedua orang yang melakukan akad. Akan tetapi, ijarah itu batal karena rusaknya barang yang disewakan.

Tidak ada tanggungan bagi si penyewa atas barang sewaan kecuali jika ia rusak karena kecerobohannya.

Simak selengkapnya penjelasan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan “Bab Ijarah / Sewa (Bagian ke-1)” ini bersama Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi. Semoga bermanfaat.

Download Kajian Kitab Matan Abu Syuja’ (Kitabul Buyu’) – Bab Ijarah / Sewa (Bagian ke-1)

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan hasil rekaman ataupun link download kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.