Renovasi Masjid

Kaidah Fiqih - Mandzuumah Ushuulil Fiqhi wa Qawaa'idihi

Kaidah Fiqih: Penafian itu Ada Tiga: Penafian tentang Keberadaan, Keabsahan, dan Kesempurnaan – Bait 88 (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.)

By  |  | https://rodja.id/4sy

Kajian kaidah fiqih oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Berikut ini merupakan lanjutan dari pelajaran Kaidah Fiqih yang disampaikan oleh Ustadz Kurnaedi pada Kamis pagi, 13 Syaban 1435 / 12 Juni 2014 di Radio Rodja dan RodjaTV. Pada pertemuan sebelumnya, Ustadz Kurnaedi telah menjelaskan tentang Keberlangsungan Lebih Kuat daripada Memulai dan Keyakinan Tidak Bisa Hilang atau Gugur dengan Adanya Keraguan (Bait ke-86 dan ke-87), dan pada kajian kali ini beliau akan menjelaskan tentang Kaidah Fiqih “Penafian itu Ada Tiga, Penafian tentang Keberadaan, tentang Keabhsahan, dan tentang Kesempurnaan (Bait ke-88)“. Semoga bermanfaat.

[sc:status-kaidah-fiqih-ustadz-kurnaedi-2013]

Ringkasan Kajian Kaidah Fiqih

Kaidah Fiqih Bait ke-88: Penafian itu Ada Tiga, Penafian tentang Keberadaan, tentang Keabhsahan, dan tentang Kesempurnaan (والنفيُ للوجودِ ثم الصحهْ ثم الكمالِ فارْعَيَنَّ الرُّتْبَهْ)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan:

والنفيُ للوجودِ ثم الصحهْ ثم الكمالِ فارْعَيَنَّ الرُّتْبَهْ

Penafian itu ada tiga, penafian tentang keberadaan, penafian tentang keabhsahan, dan penafian tentang kesempurnaan, maka perhatikanlah tingkatannya

Kaidah ini menunjukan bahwa hukum asal dari penafian adalah dari sisi keberadaan, jika tidak maka masuk ketingkatan berikutnya yaitu, penafian dari sisi keabsahan, dan jika tidak ada lagi, maka masuk ketingkat berikutnya yaitu, penafian tingkat kesempurnaan.

Contoh:
Apabila Anda berkata, “Tidak ada pencipta kecuali Allah”. Maka makna dari penafian ini adalah penafian keberadaan, karena tidak ada satu pun di dunia yang bisa menciptakan kecuali Allah semata. Sehingga kaum musyrikin yang mana mereka mengingkari tauhid ibadah, mereka menetapkan bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya pencipta.
Kemudian contoh dari penafian dari sisi keabsahan adalah, “Tidak ada shalat kecuali dengan wudhu”. Maka jenis penafian di sini adalah penafian keabsahan. Artinya adalah orang yang shalat tapi tidak berwudhu, maka shalatnya tidak sah.

Contoh penafsian dari penafian dari sisi kesempurnaan adalah, contohnya dalah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لا صلاة بحضرة طعام

“Tidak ada shalat ketika makanan telah dihidangkan.”
Maksud dari hadits ini adalah, shalat sesorang tidak sempurna apabila makanan telah dihidangkan. Dan penafian dalam contoh ini termasuk penafian dari sisi kesempurnaan.

Bagaimana penjelasan rinci tentang penerapan kaidah ini? Download rekaman ceramah agama ini dan simak penjelasan Ustadz Kurnaedi tentang kaidah ini, yang beliau ambil dari Mandzumah Ushulil Fiqhi wa Qawaidihi karya Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-‘Utsaimin rahimahullah Ta’ala.

Download Kajian Kaidah Fiqih, Kitab Mandzumah Ushul Al-Fiqh wa Qawa’idihi: Penafian itu Ada Tiga, Penafian tentang Keberadaan, tentang Keabhsahan, dan tentang Kesempurnaan (Bait ke-88)”

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses