Telegram Rodja Official

Al-Kabaair

Dosa Ketujuh Puluh Satu hingga Ketujuh Puluh Tiga: Menahan Kelebihan Air, Menato Wajah Hewan, dan Berjudi – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

By  |  pukul 7:10 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 31 Maret 2015 pukul 9:56 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=12530

Ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan kitab Al-Kabair oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Abu ‘Abdil Muhsin Firanda Andirja, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman lanjutan kajian kitab Al-Kabair yang disampaikan oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr hafidzahumallah, yang disampaikan pada Senin sore, 9 Jumadal Akhirah 1436 / 30 Maret 2015. Pada pertemuan sebelumnya, Syaikh menjelaskan tentang “Dosa Keenam Puluh Enam hingga Ketujuh Puluh“, dan pada kajian kali ini beliau akan menjelaskan tentang “Dosa Ketujuh Puluh Satu hingga Ketujuh Puluh Tiga (Menahan Kelebihan Air, Menato Wajah Hewan, dan Berjudi)“. Semoga bermanfaat.

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Dosa Ketujuh Puluh Satu hingga Ketujuh Puluh Tiga

Dosa Ketujuh Puluh Satu: Menahan Kelebihan Air

Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَاؤُكُمْ غَوْراً فَمَن يَأْتِيكُم بِمَاء مَّعِينٍ

“Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?”.” (QS Al-Mulk [67]: 30)

Baca Juga:
Larangan Mengacungkan Senjata - Ensiklopedi Larangan dalam Islam (Ustadz Mahfudz Umri, Lc.)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا تَبِيْعُوْا فَضْلَ الْمَاءِ

“Janganlah kalian menual beliakan air (yang lebih).” (HR Al-Bukhari)

Dosa Ketujuh Puluh Dua: Menato Wajah Hewan dengan Besi Panas

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati seekor keledai yang wajahnya telah ditato dengan besi panas. Maka beliau bersabda:

لَعَنَ اللَّهَ الَّذِي وَسَمَهُ

“Allah melaknat orang yang telah menatonya.” (HR Muslim)

Dosa Ketujuh Puluh Tiga: Berjudi

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأَنصَابُ وَالأَزْلاَمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ، إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاء فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ اللّهِ وَعَنِ الصَّلاَةِ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS Al-Maidah [5] 90-91)

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Al-Kabair – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Dosa Ketujuh Puluh Satu hingga Ketujuh Puluh Tiga

Baca Juga:
Larangan Melangkahi Kuburan

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ kita. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan kita semua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× 1 = 8

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.