Telegram Rodja Official

Manfaat Kejujuran dan Jalan Kesuksesan – Kitab Fawaidul Fawaid (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

By  |  pukul 7:10 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 26 Syawwal 1436 / 11 Agustus 2015 pukul 3:04 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=14005

Ceramah agama oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Ceramah agama dalam kesempatan perjumpaan ilmiah yang live pada Senin pagi, 7 Sya’ban 1436 / 25 Mei 2015, pukul 05:30-07:00 WIB, membahas dua pasal yang sangat menarik tentang Manfaat Kejujuran dan Jalan Kesuksesan dari kitab Fawaidul Fawaid. Sebelumnya, dari bahasan kitab ini, Ustadz Abu Yahya Badrusalam telah menyampaikan 3 pasal yang juga sangat bermanfaat, yaitu tentang Bagaimana Memperbaiki Keadaan Anda, Kelezatan itu Mengikuti Cinta, dan Kesempurnaan Jiwa.

Rekaman audio: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. – Manfaat Kejujuran dan Jalan Kesuksesan (Kitab Fawaidul Fawaid)

Program Kajian Kitab Fawaidul Fawaid - Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Radio Rodja dan RodjaTV

Simak program ini di Radio Rodja dan RodjaTV setiap:

Senin pagi, 05:30-07:00 WIB

Baca Juga:  Bab Membayar Seperlima Ghanimah Termasuk Iman - Hadits 53 - Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)


Status program Kajian Kitab Fawaidul Fawaid: SELESAI
Dilanjutkan kepada pembahasan kitab Mausu'ah Fiqh Al-Qulub.

Ringkasan Kajian Kitab Fawaidul Fawaid Al-Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah

Manfaat Kejujuran (صدق العزيمة والفعل)

ليس للعبد شيء أنفع من صدقه ربه في جميع أموره مع صدق العزيمة ،

“Tidak ada yang bermanfaat bagi seorang hamba dari kejujuran ia kepada Allah pada seluruh urusan-urusannya disertai dengan niat-niat yang benar.”

فصدقه في عزمه وفي فعله ،

“Sehingga jujurnya itu terlihat di dalam niat dan perbuatannya.”

Jujur di sini adalah perbuatan hati, bukan hanya perbuatan lisan, karena yang dipahami oleh banyak kaum Muslimin Indonesia, (bahwa) jujur itu sebatas yang berhubungan dengan lisan. Jadi, asal kita berucap tidak bohong itu jujur. Memang betul itu jujur, akan tetapi yang lebih besar lagi adalah kejujuran hati, di mana ketika kita beriman kepada Allah, kita jujur, bahwa memang kita betul-betul iman kepada Allah, bukan hanya sebatas ucapan dengan lisan. Karena orang-orang munafik di zaman Rasulullah, lisannya mengucapkan, “Kami beriman,” tapi hatinya tidak demikian. Sedangkan kejujuran itu adalah perbuatan hati. Ketika ia mengatakan, “Aku beriman kepada Allah,” maka hatinya pun juga betul-betul jujur, bahwa ia memang betul-betul beriman. Dan ia pun juga berusaha merealisasikan keimanan tersebut di dalam kehidupan dia sehari-hari.

Baca Juga:  Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 1128-1136 - TPP: Bolehnya Shalat di Kandang Kambing, Keutamaan Nabi Ibrahim, Anjuran untuk Menyayangi Binatang, dan Seterusnya (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

قال تعالى‏:‏ ‏«‏ فإذا عزم الأمر فلو صدقوا الله لكان خيرا لهم‏» ‏ سورة محمد ‏:‏ الآية رقم :٢١

“Allah berfirman, “Apabila urusan itu telah kuat dan niat pun telah tekad, maka kalaulah mereka itu jujur kepada Allah, itu tentu lebih baik bagi mereka.” (QS Muhammad [47]: 21)”

Ketika kita berkata, “Ya Allah, aku beriman kepada engkau,” kita jujur, (maka) kejujuran itu akan tampak pada niat kita yang baik. Niat kita selalu menginginkan apa yang Allah ridhai, karena kita beriman kepada Allah. Kita pun berniat untuk senantiasa mentaati Allah dan menjauhi maksiat-maksiat (kepada)-Nya.

Kejujuran itu akan tampak pada perbuatan kita. Orang yang jujur imannya kepada Allah, ia selalu bersegera di dalam keimanan dan ketakwaan. Orang yang jujur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu tunduk terhadap perintah, dan berusaha semaksimal mungkin menjauhi larangan.

Baca Juga:  Penyakit Riya' - Bagian ke-4 - Kitab Bahrur Raiq (Ustadz Mahfudz Umri, Lc.)

Dst.

Jalan Kesuksesan (طريق النجاح)

[10:58]

طالب النفوذ إلى الله والدار الآخرة بل وإلى كل علم وصناعة ورئاسة بحيث يكون رأسا في ذلك مقتدى به فيه، يحتاج أن يكون شجاعا مقداما حاكما على وهمه،

“Orang yang mencari perjalanan kepada Allah dan kehidupan akhirat, bahkan orang yang sedang mencari ilmu sesuatu ataupun mencari sebuah perkara dari kedudukan, ia membutuhkan keberanian, kebijakan di dalam niatnya tersebut.”

غير مقهور تحت سلطان تخيله ،

“Dia pun juga tidak kalah, tidak dijajah oleh khayalan-khayalannya saja.”

زاهدا في كل ما سوى مطلوبه،

“Ia betul-betul fokus kepada apa yang ia inginkan dan berpaling daripada yang lainnya.”

عاشقا لما توجه إليه ،

“Betul-betul merasa asyik dengan yang ia cari tersebut.”

Dst.

Ayo simak yuk, dua bahasan menarik dari kitab Fawaidul fawaid karya Imam Ibnul Qayyim ini, yakni tentang “Manfaat Kejujuran” dan “Jalan Kesuksesan“, yang tentunya semua dari kita mengingkan semua kebaikan tersebut, bukan? Mari download rekaman ceramah agamanya!

Simak dan Download Kajian Kitab Fawaidul Fawaid: Manfaat Kejujuran dan Jalan Kesuksesan

Bantu share kebaikan ini ke Facebook, Twitter, dan Google+. Semoga Anda memperoleh kebaikan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala atas upaya Anda dalam menpromosikan kebaikan ini pula, Aamiin.

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.