Telegram Rodja Official

Shahiih Al-Bukhaari

Kisah Jibril Mengajarkan Al-Qur’an kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam – Kitab Permulaan Wahyu – Hadits 5-6 – Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

By  | 

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Download ceramah agama dari Kitab Shahih Bukhari yang dibahas dan dikaji oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam. Ceramah agama dan kajian ini membahas hadits-hadits shahih yang terdapat di dalam Kitab Shahih Al-Bukhari. Kitab yang yang sangat populer dan merupakan salah satu kitab paling shahih setelah Al-Quran. Pada kajian kali ini Ustadz Badrusalam akan membawakan pembahasan tentang “Kisah Jibril Mengajarkan Al-Qur’an kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Kitab Permulaan Wahyu (Hadits 5-6)“, yang mana sebelumnya telah dijelaskan Kisah Turunnya Wahyu, Kitab Permulaan Wahyu (Hadits 3). Kajian ini beliau sampaikan pada Rabu pagi, 2 September 2015 / 18 Dzulqa’dah 1436 di Radio Rodja dan RodjaTV.

Rekaman video: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. – Kitab Permulaan Wahyu, Kisah Jibril Mengajarkan Al-Qur’an kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam – Hadits 5-6 dari Kitab Shahih Bukhari

Ringkasan Ceramah Agama Islam: Kitab Shahih Bukhari

Kisah Jibril Mengajarkan Al-Qur’an kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Kitab Permulaan Wahyu (Hadits 5-6)

Pembahasan kali ini akan dibahas seputar hadits ke-5 dan ke-6 yang menceritakan tentang kisah Malaikat Jibril yang mengajarkan Al-Qur’an kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hadits ke-5 tersebut adalah sebagai berikut:

Baca Juga:
Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 1246-1255 - TPP: Haramnya Menghajr Seorang Muslim Lebih dari Tiga Hari, Penyakit 'Ain, hingga Adab Tidur (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ قَالَ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ أَبِي عَائِشَةَ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ فِي قَوْلِهِ تَعَالَى } لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ { قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَالِجُ مِنْ التَّنْزِيلِ شِدَّةً وَكَانَ مِمَّا يُحَرِّكُ شَفَتَيْهِ فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ فَأَنَا أُحَرِّكُهُمَا لَكُمْ كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَرِّكُهُمَا وَقَالَ سَعِيدٌ أَنَا أُحَرِّكُهُمَا كَمَا رَأَيْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ يُحَرِّكُهُمَا فَحَرَّكَ شَفَتَيْهِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى } لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ { قَالَ جَمْعُهُ لَكَ فِي صَدْرِكَ وَتَقْرَأَهُ } فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ { قَالَ فَاسْتَمِعْ لَهُ وَأَنْصِتْ } ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ { ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا أَنْ تَقْرَأَهُ فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ ذَلِكَ إِذَا أَتَاهُ جِبْرِيلُ اسْتَمَعَ فَإِذَا انْطَلَقَ جِبْرِيلُ قَرَأَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا قَرَأَهُ

“Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma’il dia berkata, Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah berkata, bahwa Telah menceritakan kepada kami Musa bin Abu Aisyah berkata, Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas tentang firman Allah Ta’ala: (Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat ingin (menguasainya).” Berkata Ibnu ‘Abbas: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sangat kuat keinginannya untuk menghafalkan apa yang diturunkan (Al Qur’an) dan menggerak-gerakkan kedua bibir Beliau.” Berkata Ibnu ‘Abbas: “aku akan menggerakkan kedua bibirku (untuk membacakannya) kepada kalian sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukannya kepadaku”. Berkata Sa’id: “Dan aku akan menggerakkan kedua bibirku (untuk membacakannya) kepada kalian sebagaimana aku melihat Ibnu ‘Abbas melakukannya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menggerakkan kedua bibirnya, Kemudian turunlah firman Allah Ta’ala: Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya”. Maksudnya Allah mengumpulkannya di dalam dadamu (untuk dihafalkan) dan kemudian kamu membacanya: “Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu”. Maksudnya: “Dengarkanlah dan diamlah”. Kemudian Allah Ta’ala berfirman: “Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya. Maksudnya: “Dan Kewajiban Kamilah untuk membacakannya” Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sejak saat itu bila Jibril ‘Alaihis Salam datang kepadanya, Beliau mendengarkannya. Dan bila Jibril ‘Alaihis Salam sudah pergi, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membacakannya (kepada para sahabat) sebagaimana Jibril ‘Alaihis Salam membacakannya kepada Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Baca Juga:
Perang Dzatus Salasil - Faidah Sirah Nabawiyah (Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.)

Adapun hadits ke-6 nya adalah sebagai berikut:

حَدَّثَنَا عَبْدَانُ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنْ الزُّهْرِيِّ ح و حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنَا يُونُسُ وَمَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ نَحْوَهُ قَالَ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

“Telah menceritakan kepada kami Abdan dia berkata, telah mengabarkan kepada kami Abdullah telah mengabarkan kepada kami Yunus dari Az Zuhri dan dengan riwayat yang sama, telah menceritakan pula kepada kami Bisyir bin Muhammad berkata, telah mengabarkan kepada kami Abdullah berkata, telah mengabarkan kepada kami Yunus dan Ma’mar dari Az Zuhri seperti lainnya berkata, telah mengabarkan kepada kami Ubaidullah bin Abdullah dari Ibnu ‘Abbas berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia yang paling lembut terutama pada bulan Ramadlan ketika malaikat Jibril ‘Alaihis Salam menemuinya, dan adalah Jibril ‘Alaihis Salam mendatanginya setiap malam di bulan Ramadlan, dimana Jibril ‘Alaihis Salam mengajarkan Al Qur’an. Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jauh lebih lembut daripada angin yang berhembus.”

Simak penjelasan dari hadits ke-5 dan ke-6 tentang “Kisah Jibril Mengajarkan Al-Qur’an kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam” ini dengan mendownload rekaman ceramah agama ini sekarang juga atau Anda bisa mendengarkannya langsung melalui player yang tersedia.

Baca Juga:
Ahlussunnah wal Jamaah Menyeru Manusia Kepada Kalimat Tauhid Bagian 2 - Kitab Al-Ishbah

Download Ceramah Agama Islam: Kitab Shahih Bukhari

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+. Insya Allah bermanfaat bagi saudara Muslimin dan bagi amal ibadah kita.

Telegram Rodja Official

2 Comments

  1. Fulan

    Selasa, _11 _Juni _2019 / 11 Juni 2019 at 16:40

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّ حِيْمِ
    Jazaakallaahu khairan syukran

  2. yusuuf

    Selasa, _03 _Mei _2016 / 03 Mei 2016 at 12:18

    barakallahufiik,,

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.