Telegram Rodja Official

At-Taudhiih Wal Bayaan Li Syajarati Al-iimaan

Perkara-Perkara yang Bisa Menumbuhkan Iman – Bagian ke-4 – Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

By  |  pukul 9:10 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 04 April 2017 pukul 4:46 pm

Tautan: http://rodja.id/13y

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abdullah Taslim, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab التَّوْضِيْحُ وَالْبَيَانُ لِشَجَرَةِ الْإِيْمَانِ (At-Taudhih Wal Bayan Li Syajarati Al-Iman) atau biasa disebut dengan “Penjelasan tentang Pohon Keimanan” karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah. Kitab ini membahas berbagai permasalahan yang berkaitan dengan iman. Kajian ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Taslim pada Kamis pagi, 9 Al-Muharram 1437 / 22 Oktober 2015. Pada pertemuan sebelumnya, telah dibahas tentang “Perkara-Perkara yang Bisa Menumbuhkan Iman (Bagian ke-3)“, dan pada kajian kali ini beliau akan menyampaikan sebuah pembahasan mengenai “Perkara-Perkara yang Bisa Menumbuhkan Iman (Bagian ke-4)“.

Ringkasan Kajian Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman: Perkara-Perkara yang Bisa Menumbuhkan Iman (Bagian ke-4)

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa di antara perkara-perkara yang bisa menumbuhkan iman adalah:

Mengenal hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mempelajari sabda-sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan salah satu sebab yang akan menguatkan iman. Dan hal-hal yang memotivasi kita untuk mempelajari sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari perkara-perkara yang berhubungan dengan pengetahuan tentang iman atau amalan-amalan yang menambah atau menguatkan iman.

Baca Juga:
Mewujudkan Penghambaan Diri yang Sempurna - Kitab Al-'Ubudiyah (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

Jadi, belajar sunnah juga merupakan sebab kuat dan penting dalam menambah dan menguatkan iman. Karena sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan wahyu dari Allah Ta’ala. Dan yang beliau sampaikan tidak lain tidak bukan adalah kebenaran.

Hal ini sebagaimana disebutkan di dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَى، إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). (QS An-Najm [53]: 3)

Bagaimana penejasan dari pembahasan tersebut? Simak selengkapnya bersama Ustadz Abdullah Taslim di dalam rekaman kajian ini. Semoga bermanfaat.

Download Ceramah Kajian Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman: Perkara-Perkara yang Bisa Menumbuhkan Iman (Bagian ke-4)

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link ceramah agama ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ Anda. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda semua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

49 ÷ = 7

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.