Telegram Rodja Official

Khutbah Jumat

Bahaya Riba – Khutbah Jumat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

By  |  pukul 1:18 pm

Terakhir diperbaharui: Jumat, 23 Oktober 2015 pukul 1:17 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=16698

Khutbah Jumat oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Download khutbah Jumat yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor pada Jumat, 10 Al-Muharram 1437 / 23 Oktober 2015. Pada khutbah jumat ini, beliau menyampaikan tema tentang “Bahaya Riba“. Mari kita simak dan download khutbah Jumat ini, semoga bermanfaat.

[sc:konten-alamat-masjid-al-barkah]

Ringkasan Khutbah Jumat: Bahaya Riba

Ummatal Islam, sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kaum mukminin untuk memakan makanan yang halal. Demikian pula Allah memerintakan para Rasul untuk memakan makanan yang halal. Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحاً إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

“Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saIeh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Mukiminun [23]: 51)

Sesungguhnya makanan yang halal akan berpengaruh kepada perilaku dan tingkah laku seorang hamba. Demikian pula makan yang haram pun akan berpengaruh kepada perilaku dan tingkah laku seorang hamba. Al-Imam Ibnul Qayyim ketika menyebutkan hikmah pelarangan daging babi dan yang semisalnya, beliau menyebutkan bahwasanya seseorang itu akan terpengaruh daripada apa yang dia makan. Babi mempunyai sifat yang mana dia tidak memiliki rasa cemburu kepada pasangannya. Maka dari itu orang yang makan babi pun akan memiliki sifat yang demikian.

Baca Juga:
Bab Qiradh / Mudharabah - Bagian ke-1 - Kitab Matan Abu Syuja' (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)

Demikian pula Allah mengharamkan riba karena itu akan berpengaruh kepada hati dan perilaku seorang hamba. Di antara perkara yang paling besar di sisi Allah adalah perkara makan riba. Karena riba merupakan dosa yang sangat besar, lebih besar daripada zina. Sampai-sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

1 Dirham riba itu lebih buruk daripada 36X berzina.”

Dari sini kita mengetahui bahwa dosa riba sungguh besar melebihi dosa zina. Padahal zina merupakan dosa yang sangat besar di sisi Allah. Tapi ternyata dosa riba lebih besar dari zina. Maka dari itu, orang yang memakan riba mendapatkan ancaman yang sangat berat dari Allah.

Allah Ta’ala berfirman:

فَإِن لَّمْ تَفْعَلُواْ فَأْذَنُواْ بِحَرْبٍ مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَإِن تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُؤُوسُ أَمْوَالِكُمْ لاَ تَظْلِمُونَ وَلاَ تُظْلَمُونَ

“Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS Al-Baqarah [2]: 279)

Silakan simak penjelasan selengkapnya dari khutbah Jumat yang singkat namun bermanfaat ini dengan mendownloadnya sekarang juga. Semoga Bermanfaat.

Dengarkan dan Download Khutbah Jumat Masjid Al-Barkah: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Baca Juga:
Bab Muzara'ah - Kitab Matan Abu Syuja' (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download khutbah Jum’at ini, kepada saudara Muslimin kita baik itu melalui Facebook, Twitter, atau Google+ Anda. Semoga Allah membalas kebaikan Anda.

6 Comments

  1. ERY PURNAMA

    Kamis, 08 September 2016 at 9:27 PM

    Assalammualaikum warrohamtullohi wabarokatuh pak ustad…
    Mohon penjelasan tentang hukumnya apabila saya bekerja atau kredit kendaraan/barang pada lembaga pembiayaan/Leasing/Finance, krn banyak perusahaan tsb konvensional membuka divisi syariah… jazakumulloh
    wasaalammualaikum warrohmatullohi wabarokatuh

    • Radio Rodja

      Selasa, 15 November 2016 at 9:57 PM

      Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, untuk lebih jelasnya silakan dianyakan kepada pemateri saat kajian berlangsung

  2. Adi Candra

    Sabtu, 02 Juli 2016 at 7:45 AM

    Assalamualaikum ustadz, apa hukumnya belanja online di Matahari Mall, Lazada, bukalapak dll. Di mana mereka menjual barang pelapak (bukan barang mereka) akan tetapi kita men-transfer uang terlebih dahulu?

    Jazakallahu khoir

    • Radio Rodja

      Senin, 04 Juli 2016 at 4:41 AM

      Wa’alaikumsalam, penjelasannya insya Allah bisa Anda dapatkan di dalam rekeman kajian berikut ini:

      Bisnis Online

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

÷ 3 = 1

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.