Telegram Rodja Official

Kitab At-Tauhiid

Larangan Mengucapkan “Assalamu ‘Alallah” hingga Larangan Mengucapkan “Hambaku” – Kitab Tauhid (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

By  |  pukul 7:00 pm

Terakhir diperbaharui: Senin, 30 November 2015 pukul 7:51 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=17290

Ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan kitab At-Tauhid oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Abu ‘Abdil Muhsin Firanda Andirja, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab tauhid yang disampaikan oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr hafidzahumallah, pada Senin sore, 11 Shafar 1437 / 23 November 2015. Pada pertemuan sebelumnya, Syaikh Abdurrazaq telah menjelaskan tentang “Menetapkan Asmaul Husna Hanya untuk Allah dan Tidak Menyelewengkannya“. Dan pada kajian kali ini, beliau akan menyampaikan bab tentang “Larangan Mengucapkan “Assalamu ‘Alallah” hingga Larangan Mengucapkan “Hambaku”“. Semoga bermanfaat.

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab At-Tauhid Ini

Larangan Mengucapkan “Assalamu ‘Alallah”

Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dia berkata yang artinya:

“Semula, apabila kami shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami mengucapkan: “Semoga keselamatan untuk Allah dari para hambanYa, semoga keselamatan untuk si Fulan dan si Fulan, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda”: “Janganlah kamu mengucapkan “Assalamu ‘Alallah, karena sesungguhnya Allah adalah As-Salam.””

Baca Juga:
Syarat dan Adab Berdoa - Bagian ke-1 - Kitab Adz-Dzikr wa Ad-Du'a (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

Hukum Berdoa dengan Doa: “Ya Allah, Ampunilah Aku jika Engkau Menghendaki”

Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata yang artinya:

“Janganlah ada seseorang di antara kamu yang berdoa: “Ya Allah, ampunilah aku jika Engaku menghendaki”, atau berdoa “Ya Allah, limpahkan rahmatMu kepadaku jika Engkau menghendaki, tetapi hendaklah berkeinginan kuat dalam permohonannya itu, karena sesungguhnya Allah tiada sesuatu pun yang memaksaNya untuk berbuat sesuatu”.”

Larangan Mengucapkan “Hambaku”

Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata yang artinya:

“Janganlah seseorang di antara kamu mengatakan kepada pelayannya, “Hidangkan makanan atau berikan air wudhu kepada Gusti Pangeranmu, dan hendaklah pelayan mengatakan “Tuanku”, janganlah pula seseorang di antara kamu mengatakan kepadanya “Abdiku, hambaku”, tetapi hendaklah mengatakan, “Bujangku, gadisku, anakku”.””

Simak penjelasan selengkapnya pembahasan mengenai “Larangan Mengucapkan “Assalamu ‘Alallah” hingga Larangan Mengucapkan “Hambaku”” di dalam rekaman kajian yang disampaikan oleh Syaikh Abdurrazaq bin Abdil Muhsin Al-Abbad Al-Badr ini. Semoga bermanfaat.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kajian Kitab At-Tauhid Ini: Larangan Mengucapkan “Assalamu ‘Alallah” hingga Larangan Mengucapkan “Hambaku”

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ kita. Jazakumullahu khairan

Baca Juga:
Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 987-993 - TPP: Kisah Ya'juj dan Ma'juj, Larangan Berbuat Jahat, hingga Larangan Berbuat Thiyarah (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 2 = 5

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.