Telegram Rodja Official

Kitab At-Tauhiid

Larangan Menolak Orang yang Meminta dengan Nama Allah hingga Larangan Mencaci Maki Angin – Kitab Tauhid (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

By  | 

Notice: Undefined variable: PodpressSettings in /home/radiorod/public_html/wp-content/plugins/powerpress/powerpress.php on line 3565

Ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan kitab At-Tauhid oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Abu ‘Abdil Muhsin Firanda Andirja, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab tauhid yang disampaikan oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr hafidzahumallah, pada Ahad sore, 17 Shafar 1437 / 29 November 2015. Pada pertemuan sebelumnya, Syaikh Abdurrazaq telah menjelaskan tentang “Larangan Mengucapkan “Assalamu ‘Alallah” hingga Larangan Mengucapkan “Hambaku”“. Dan pada kajian kali ini, beliau akan menyampaikan bab tentang “Larangan Menolak Orang yang Meminta dengan Nama Allah hingga Larangan Mencaci Maki Angin“. Semoga bermanfaat.

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab At-Tauhid Ini

Larangan Menolak Orang yang Meminta dengan Nama Allah

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من سأل بالله فأعطوه، ومن استعاذ بالله فأعيذوه، ومن دعاكم فأجيبوه، ومن صنع إليكم معروفا فكافئوه، فإن لم تجدوا ما تكافئونه فادعوا له حتى تروا أنكم قد كافأتموه.

Baca Juga:
Ruqyah dan Tamimah - Kitab Tauhid (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

“Barangsiapa yang meminta dengan menyebut nama Allah, maka berilah, barangsiapa yang meminta perlindungan dengan menyebut nama Allah maka lindungilah, barangsiapa yang mengundangmu maka penuhilah undangannya, dan barangsiapa yang berbuat kebaikan kepadamu, maka balaslah kebaikan itu (dengan sebanding atau lebih baik), dan jika engkau tidak mendapatkan sesuatu untuk membalas kebaikannya, maka doakan ia, sampai engkau merasa yakin bahwa engkau telah membalas kebaikannya.” (HR Abu Daud dan An-Nasai dengan sanad yang shahih).

Tidak Dimohon dengan Menyebut Wajah Allah kecuali Surga

Jabir radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا يسأل بوجه الله إلا الجنة

“Tidak boleh dimohon dengan menyebut nama Allah kecuali sorga.” (HR Abu Dawud)

Larangan Mencaci Maki Angin

Diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا تسبوا الريح، وإذا رأيتم ما تكرهون فقولوا

“Janganlah kamu mencaci maki angin. Apabila kamu melihat suatu hal yang tidak menyenangkan, maka berdoalah:

اللهم إنا نسألك من خير هذه الريح، وخير ما فيها، وخير ما أمرت، ونعوذ بك من شر هذه الريح، وشر ما فيها، وشر ما أمرت به

“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepadaMu kebaikan angin ini, dan kebaikan apa yang ada didalamnya, dan kebaikan yang untuknya Kau perintahkan ia, dan kami berlindung kepadaMu dari keburukan angin ini, dan keburukan yang ada didalamnya, dan keburukan apa yang diperintahkan kepadanya.”

Baca Juga:
Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 1023-1028 - TPP: Lima Amalan Penghuni Surga, Keutamaan Menafkahi Istri, hingga Anjuran untuk Bersegera dalam Berinfak (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Simak penjelasan selengkapnya pembahasan mengenai “Larangan Menolak Orang yang Meminta dengan Nama Allah hingga Larangan Mencaci Angin” di dalam rekaman kajian yang disampaikan oleh Syaikh Abdurrazaq bin Abdil Muhsin Al-Abbad Al-Badr ini. Semoga bermanfaat.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kajian Kitab At-Tauhid Ini: Larangan Menolak Orang yang Meminta dengan Nama Allah hingga Larangan Mencaci Angin

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ kita. Jazakumullahu khairan

Telegram Rodja Official

2 Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.