Telegram Rodja Official

Kitab At-Tauhiid

Larangan Berburuk Sangka kepada Allah dan Larangan Mengingkari Takdir – Kitab Tauhid (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

By  | 

Ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan kitab At-Tauhid oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Abu ‘Abdil Muhsin Firanda Andirja, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab tauhid yang disampaikan oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr hafidzahumallah, pada Senin sore, 18 Shafar 1437 / 30 November 2015. Pada pertemuan sebelumnya, Syaikh Abdurrazaq telah menjelaskan tentang “Larangan Menolak Orang yang Meminta dengan Nama Allah hingga Larangan Mencaci Maki Angin“. Dan pada kajian kali ini, beliau akan menyampaikan bab tentang “Larangan Berburuk Sangka kepada Allah dan Larangan Mengingkari Takdir“. Semoga bermanfaat.

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab At-Tauhid Ini

Larangan Berburuk Sangka kepada Allah

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَظُنُّونَ بِاللّهِ غَيْرَ الْحَقِّ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِ يَقُولُونَ هَل لَّنَا مِنَ الأَمْرِ مِن شَيْءٍ قُلْ إِنَّ الأَمْرَ كُلَّهُ لِلَّهِ

“Mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah . Mereka berkata: “Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?”. Katakanlah: “Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah”.” (QS Ali Imran [3]: 154)

Baca Juga:
Hak-Hak Orang yang Zalim dan yang Dizalimi - Bagian ke-2 - Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّوْءِ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ وَسَاءتْ مَصِيراً

“Dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.” (QS AL-Fath [48]: 6)

Larangan Mengingkari Takdir

Ibnu Umar berkata:

“Demi Allah yang jiwa Ibnu Umar berada di tanganNya. Seandainya salah seorang dari mereka memiliki emas sebesar gunung Uhud, lalu dia infakkan di jalan Allah, tidak akan diterima oleh Allah sebelum ia beriman kepada takdir.”

Kemudian Ibnu Umar berdalil dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلَائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

“Iman yaitu, hendaknya Anda beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, hari akhir, dan beriman kepada takdir baik dan buruk.”

Simak penjelasan selengkapnya pembahasan mengenai “Larangan Berburuk Sangka kepada Allah dan Larangan Mengingkari Takdir” di dalam rekaman kajian yang disampaikan oleh Syaikh Abdurrazaq bin Abdil Muhsin Al-Abbad Al-Badr ini. Semoga bermanfaat.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kajian Kitab At-Tauhid Ini: Larangan Berburuk Sangka kepada Allah dan Larangan Mengingkari Takdir

Baca Juga:
Apa itu Syirik?

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ kita. Jazakumullahu khairan

Telegram Rodja Official

1 Comment

    Tinggalkan Balasan

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.