Rodja Peduli

Kaidah-Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami

Penerapan Kaidah “Keadaan Terpaksa Membolehkan Sesuatu yang Terlarang” – Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.)

By  |  pukul 12:41 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 10 Maret 2016 pukul 1:51 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=19435

Kajian kaidah fiqih oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Berikut ini merupakan rekaman dari pelajaran Kaidah Fiqih yang disampaikan oleh Ustadz Kurnaedi pada Kamis pagi, 1 Jumadats Tsaniah 1437 / 10 Maret 2016 di Radio Rodja dan RodjaTV. Kajian ini membahas buku “Kaidah-Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami” karya Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf hafidzahullah.

Pada pertemuan kali ini, Ustadz Kurnaedi akan menyampaikan kaidah fiqih yang menjelaskan tentang “Penerapan Kaidah “Keadaan Terpaksa Membolehkan Sesuatu yang Terlarang”“. Semoga bermanfaat.

(Download juga kajian sebelumnya: “Keadaan Terpaksa Membolehkan Sesuatu yang Terlarang“)

Ringkasan Kajian Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami

Penerapan Kaidah “Keadaan Terpaksa Membolehkan Sesuatu yang Terlarang”

Pada kajian kali ini, Ustadz Kurnaedi akan membahas tentang penerapan kaidah fiqih yang berbunyi:

الضَرُوْرَاتُ تُبِيْحُ الْمَحْظُوْرَاتِ

“Keadaan terpaksa membolehkan sesuatu yang terlarang.”

Kaidah ini masih merupakan cabang dari kaidah yang berbunyi:

المَشَقَّةُ تَجْلِبُ التَّيْسِيْرَ

“Adanya kesulitan akan membawa/mendatangkan kemudahan”

الضَرُوْرَاتُ تُبِيْحُ الْمَحْظُوْرَاتِ

Silakan simak kajian selengkapnya yang berkaitan dengan kaidah “Penerapan Kaidah “Keadaan Terpaksa Membolehkan Sesuatu yang Terlarang”” dan contoh penerapannya di dalam rekaman kajian yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi ini. Semoga bermanfaat.

Baca Juga:
Bersabar dalam Menghadapi Musibah - Kitab Al-'Ubudiyah (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

Download Kajian Kaidah Fiqih: Penerapan Kaidah “Keadaan Terpaksa Membolehkan Sesuatu yang Terlarang”

Jangan lupa untuk turut membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah membalas kebaikan Anda dengan pahala yang besar.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.