Telegram Rodja Official

Tafsir Al-Quran

Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 75 – 76 (Ustadz Badrusalam, Lc.)

By  |  pukul 9:19 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 23 Maret 2018 pukul 7:02 am

Tautan: http://rodja.id/1mj

Kajian Tafsir Al-Quran oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Download kajian Tafsir Al-Quran yang dibahas dan dikaji oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam. Kajian ini beliau sampaikan pada Selasa malam, 9 Rabbi’ul Awwal 1439 H / 28 November 2017 M di Masjid Al-Barkah, komplek studio Radio Rodja dan RodjaTV. Pada kajian tafsir kali ini Ustadz Badrusalam akan membawakan pembahasan tentang “Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 75 – 76“.

(Download juga kajian sebelumnya: “Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 68 – 73 (Ustadz Badrusalam, Lc.)“)

Ringkasan Kajian Tafsir Al-Quran: Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 75 – 76

Allah berfirman dalam Q.S Al-Baqarah ayat 75:

أَفَتَطْمَعُونَ أَن يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِّنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَامَ اللَّـهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُ مِن بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ ﴿٧٥﴾

“Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?.”(Q.S Al-Baqarah[2]: 75)

Pada ayat ini Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan kepada kaum Mukminin bahwa orang-orang Yahudi itu bagaimana akan beriman dan mengikuti kaum Mukminin. Sementara firman Allah yang jelas saja mereka rubah-rubah. Padahal mereka sudah memahami dan mereka mengetahui perbuatan tersebut adalah perbuatan yang tidak benar.

Baca Juga:
Menjaga Pesona Taman Surga (Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc.)

Kenapa mereka merubah isi kitab mereka? Yaitu agar pengikut-pengikutnya tidak beriman kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Terutama ayat-ayat Taurat yang menceritakan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para sahabatnya. Imam Mujahid berkata bahwa yang melakukan hal tersebut adalah ulama-ulama mereka dan bukan orang jahil mereka.

Para ulama menjelaskan bahwa makna merubah dalam ayat ini ada dua macam. Pertama merubah secara lafadz. Kedua, mereka merubah secara makna. Yaitu dengan cara menafsirkan dengan penafsiran yang tidak sesuai dengan teksnya.

Faidah dari ayat ini adalah:

  1. Orang yang tidak mengimani sesuatu yang jelas kebenarannya, maka lebih-lebih lagi dia tidak akan pernah mungkin mengimani sesuatu yang kurang jelas kebenarannya.
  2. Allah ingin menghibur Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan kaum mukminin supaya tidak sedih ketika tidak beriman kepada Allah.
  3. Ayat ini adalah penetapan bahwa Allah berbicara dengan suara. Tentu ini berbeda dengan sebagian kelompok yang berpendapat bahwa Allah berbicara tapi tidak dengan suara. Akan tetapi Allah menciptakan pemahaman kepada Jibril untuk memahami apa yang Allah inginkan.
  4. Orang-orang Yahudi biasa merubah firman Allah. Dan hal ini banyak terjadi dikalangan kaum muslimin yang membawa ayat dan ditafsirkan dengan pendapat sendiri. Oleh karena itu, Imam Ibnu Katsir dalam muqadimah tafsirnya berkata, “Adapun menafsirkan Al-Qur’an hanya sebatas dengan ra’yu semata maka itu hukumnya haram”.
  5. Penjelasan betapa buruknya sifat Yahudi, karena mereka merubah-rubah setelah mereka memahaminya.
  6. Buruknya merubah-rubah firman Allah.
Baca Juga:
Rambu-Rambu Dalam Mendidik Anak Menggunakan Hukuman

Lalu pada Ayat ke 76, Allah berfirman:

وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَا بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ قَالُوا أَتُحَدِّثُونَهُم بِمَا فَتَحَ اللَّـهُ عَلَيْكُمْ لِيُحَاجُّوكُم بِهِ عِندَ رَبِّكُمْ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ ﴿٧٦﴾

“Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata: “Kamipun telah beriman,” tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, lalu mereka berkata: “Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mukmin) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?” (Q.S Al-Baqarah[2]: 76)

Ayat di atas menggambarkan keberadaan orang-orang munafiq. Dan orang-orang munafiq ada dua kelompok. Pertama adalah kelompok musrikin Arab, mereka berpura-pura masuk Islam. Kelompok ini diketuai oleh Abdullah bin Ubay bin Salul. Mereka masuk ke shaf kaum muslimin untuk merusak shaf. Selain itu, ayat diatas juga menggambarkan hakikat kebodohan orang-orang yang tidak mau mengimani Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam setelah mereka mengetahui kebenaran. Maka hakikat kebodohan bukanlah sebatas orang tidak tahu, tapi lebih dari itu adalah mengetahui kebenaran tetapi tidak mau mengikuti kebenaran tersebut.

Bagaiaman Penjelasan Lengkapnya? Simak dan Download MP3 Kajian Tafsir Al-Quran: Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 75 – 76


Jangan lupa untuk ikut membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi orang lain.

Baca Juga:
Menegakkan Keadilan Karena Allah Subhanahu wa Ta'ala

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

90 ÷ = 18

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.