Telegram Rodja Official

Al-Ushul Ats-Tsalatsah

Keadaan Setelah Hijrah Sampai Meninggalnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam – Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

By  |  pukul 9:56 am

Terakhir diperbaharui: Kamis, 21 Desember 2017 pukul 1:02 pm

Tautan: http://rodja.id/1nd

Keadaan Setelah Hijrah Sampai Meninggalnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah bagian dari Ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz DR. Musyafa Ad-Dariny, M.A.

Berikut ini rekaman kajian penjelasan kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah (شرح الأصول الثلاثة) atau biasa disebut dengan 3 Landasan Utama karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahab At-Tamimi rahimahullah yang disampaikan oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr hafidzahumallah, pada 2 Shafar 1439 H / 22 Oktober 2017 M

(Download juga rekaman kajian sebelumnya: Penjelasan Tentang Hijrah – Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah

Ringkasan Kajian: Penjelasan Tentang Hijrah

 

Dalam kajian-kajian yang telah lalu, telah disebutkan kabar-kabar Nabi Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang mulia. Pada kajian ini, dijelaskan keadaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam setelah hijrah. Setelah beliau menetap di kota Madinah, beliau diperintahkan dengan syariat-syariat Islam yang lainnya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika masih di Mekah, selama sepuluh tahun setelah diutusnya beliau menjadi seorang Nabi, beliau tidaklah berdakwah mengajak manusia kepada sesuatu kecuali kepada tauhid dan menjauhkan manusia dari kesyirikan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak diperintahkan oleh Allah dengan hal yang lainnya selama sepuluh tahun setelah menjadi Nabi. Beliau tidak mendapatkan wahyu kecuali hal-hal yang berkaitan dengan tauhid.

Baca Juga:
Hakikat Cinta Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam - Kitab Tajridut Tauhid Al-Mufid (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)

Setelah sepuluh tahun ini, kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendapatkan perintah shalat. Setelah berhijrah, menetap di kota Madinah dan telah kuat perkara tentang tauhid, barulah beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menerima wahyu-wahyu tentang kewajiban-kewajiban yang lainnya. Disini terdapat pentujuk yang sangat penting bagi kaum muslimin bahwa semua amalan tidak akan ada faidahnya, kecuali apabila dasarnya sudah dibangun dengan kuat. Jika dasarnya tidak dibangun dengan kuat maka amalan-amalan tidak akan bermanfaat.

Hal diatas seperti halnya rumah. Ketika sebuah rumah tidak dibangun di atas pondasi yang kuat, maka dia akan menjadi lemah dan mudah runtuh. Oleh karenanya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tinggal di Mekah dalam waktu yang sangat lama tersebut, yang beliau perkuat adalah tentang tauhidnya. Menguatkan sisi tauhid ini, menunjukkan kepada manusia dalil-dalil tentang tauhid, bukti-bukti tentang tauhid, hujjah tentang tauhid, sehingga nilai tauhid ini sangat kuat menancap di hati manusia. Kemudian setelah itu baru ada kewajiban-kewajiban yang lain.

Simak dan Download MP3 Kajian Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah: Penjelasan Tentang Hijrah


Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ kita. Jazakumullahu khairan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 + = 9

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.