Telegram Rodja Official

Kesalahan Memaknai Kedekatan Hamba Dengan Rabbnya – Kitab Al-‘Ubudiyah (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

By  |  pukul 2:22 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 15 Jumadil awal 1439 / 01 Februari 2018 pukul 3:00 pm

Tautan: http://rodja.id/1pz

Kesalahan Memaknai Kedekatan Hamba Dengan Rabbnya – Kitab Al-‘Ubudiyah merupakan bagian dari kajian kitab “العبودية (Al-Ubudiyah)” karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah. Kitab ini membahas berbagai permasalahan yang berkaitan dengan ibadah dan penghambaan diri. Kajian ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Taslim.

Untuk mendapatkan Kitab Al-‘Ubudiyah versi PDF silakan download di sini.

Download mp3 kajian sebelumnya: Mewujudkan Kecintaan Yang Benar Kepada Allah – Kitab Al-‘Ubudiyah (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

Ringkasan Kajian Kitab Al-Ubudiyah: Kesalahan Memaknai Kedekatan Hamba Dengan Rabbnya

Orang yang memahami kedekatan hamba dengan Allah tidak dengan pemahaman yang benar, sehingga mereka menyangka pengakuan cinta kepada Allah menjadikannya besas melakukan apa saja dan tidak perlu memperdulikan batasan-batasan dalam syariat. Bahkan melanggar syariat Allah subhanahu wa ta’ala. Pengakuan-pengakuan ini tentu tidak berdasar dan tidak bersumber dari kebenaran yang diturunkan didalam Islam. Sampai kemudian beliau Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pada pertemuan yang terakhir menjelaskan bahwa ada orang-orang yang menyangka kalau dia sudah mencintai Allah, maka perbuatan maksiat apapun yang dia lakukan tidak akan mempengaruhi kedudukan dia di sisi Allah.

Baca Juga:  Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 977-980 - TPP: Hal yang Paling Banyak Memasukan Manusia ke Dalam Surga dan Neraka, Keutamaan Menyambung Silaturahim, dan Seterusnya (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Ibnu Taimiyah mengumpamakan hal ini seperti orang yang menyangka bahwa dengan kesehatan badannya, dia bebas makan racun sebanyak apapun, dan racun itu tidak akan mempengaruhi tubuhnya. Hal ini jelas sesuatu yang salah. Allah subhanahu wa ta’ala tidak mencintai hamba-hamba yang melakukan perbuatan-perbuatan buruk.

Ibnu Taimiyah mengatakan, seandainya orang yang bodoh itu merenungkan kisah yang Allah subhanahu wa ta’ala ceritakan dalam Al-Qur’an tentang para Nabi. Apa yang mereka lakukan dengan selalu bertaubat dan memohon ampun kepada Allah, beristighfar kepada Allah. Padahal para Nabi dan Rasul adalah hamba-hamba yang paling mulia. Mereka tetap beristigfar, tetap memohon ampun kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Juga mereka ini tetap ditimpa berbagai macam bencana yang Allah jadikan sebagai tamhis. Yakni untuk membersihkan dan mensucikan diri-diri mereka dari dosa-dosa, dari perbuatan-perbuatan buruk sesuai dengan keadaannya.

Baca Juga:  Mengenal Nama Allah Al-Hasib dan Al-Karim - Kitab Mausu'ah Fiqh Al-Qulub (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Seandainya orang-orang itu merenungkan hal di atas, tentu dia akan mengetahui sebagian buruknya dari perbuatan dosa bagi orang yang melakukannya. Yaitu menjauhkan dia dari Allah subhanahu wa ta’ala. 

Simak Penjelasan Lengkap dan Download Kajian Kitab Al-Ubudiyah: Kesalahan Memaknai Kedekatan Hamba Dengan Rabbnya


Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link ceramah agama ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ Anda. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda semua.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Baca Juga:  Khutbah Jum'at: Do'a Mensyukuri Nikmat Allah (Nasihat Nabi Kepada Mu'adz)

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.