Telegram Rodja Official

Ahsanul Bayan

Sikap Mendengar dan Taatnya Sahabat Kepada Allah dan RasulNya – Kitab Ahsanul Bayan (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

By  | 

Sikap Mendengar dan Taatnya Sahabat Kepada Allah dan RasulNya merupakan bagian dari kajian kitab “أحسن البيان من مواقف أهل الإيمان” “Ahsanul Bayan min Mawaqifi Ahlil Iman” karya Syaikh Abu Islam Shalih bin Thaha Abdul Wahid rahimahullah, yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. Kajian ini disampaikan pada 18 Jumadil akhir 1439 H / 06 Maret 2018 M.

Kitab ini membahas tentang nasihat-nasihat serta ibroh dari kisah-kisah yang disebutkan di dalam Al-Quran dan Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Download kajian sebelumnya tentang Sikap Al-Wala’ Wal Bara’ Ka’ab Bin Malik – Kitab Ahsanul Bayan

Download kitab أحسن البيان من مواقف أهل الإيمان” versi PDF di sini

Kajian Tentang Sikap Mendengar dan Taatnya Sahabat Kepada Allah dan RasulNya – Kitab Ahsanul Bayan

Penulis berkata, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah bersama kaum muslimin ke kota Madinah. Diantara mereka ada yang suka minum khamr, dan khamr belum diharamkan pada saat itu. Setelah kaki-kaki kuat di kota Madinah, Allah subhanahu wa ta’ala haramkan khamr atas mereka. Tetapi melalui beberapa marhalah. Allah tidak sekaligus mengharamkan khamr. Ada tiga marhalah yang disebutkan dalam kitab ini. Allah berfirman dalam Al-Baqarah ayat ke-219:

Baca Juga:
Mukadimah - Kitab Al-'Ubudiyah (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا ۗ وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّـهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ ﴿٢١٩﴾

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,” (QS. Al-Baqarah [2]: 219)

Kemudian marhalah yang kedua, Allah subahanahu wa ta’ala berfirman dalam surat An-Nisa’ ayat ke-43:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ…

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan,…” (QS. An-Nisa’ [4]: 219)

Marhalah yang kedua ini membuat para sahabat semakin menjauhi khamr. Mereka memilih-milih waktu agar ketika shalat tidak dalam keadaan mabuk. Mereka memilih waktu setelah subuh atau setelah isya’. Oleh karena itu Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata, “Ya Allah berilah keterangan kepada kami tentang khamr dengan penjelasan yang sangat jelas”.

Lalu masuklah marhalah yang ketiga. Dan ini adalah marhalah yang terakhir. Allah betul-betul mengharamkan khamr. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat Al-Maidah:

Baca Juga:
Keutamaan Lailatul Qadar

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴿٩٠﴾ إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّـهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ ﴿٩١﴾

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS. Al-Maidah [5]: 91-92)

Penulis berkata, setelah tahu bahwa khamr diharamkan maka bergegaslah para sahabat mengeluarkan khamr dari rumah-rumah mereka. Kemudian ditumpahkan sampai khamr membanjiri jalan-jalan kota Madinah. Dalam sebuah hadits, dari riwayat Bukhari dan Muslim. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Aku dulu adalah orang yang menuangkan khamr dirumahnya Abu Talhah. Turunlah ayat yang menunjukkan tentang khamr telah diharamkan. Kemudian ada sahabat yang menyeru. Lalu Abu Talhah berkata, ‘keluarlah wahai Anas, kemudian lihat suara apa itu?’. Maka akupun keluar dan melihat ada sahabat yang menyeru. Seruannya adalah, ‘ketahuilah bahwa khamr telah diharamkan’. Maka Abu Talhah berkata kepadaku, ‘Pergilah dan tumpahkan khamr itu’. Maka khamr itu mengalir di jalan-jalan di kota Madinah”.

Baca Juga:
Khiyar Majelis - Hukum Syarat Jual Beli - Kitab Zadul Mustaqni (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)

Lihatlah kepada keimanan mereka. Ketika mereka tahu bahwa khamr telah diharamkan, sesaatpun mereka tidak mengundurkan. Mereka langsung mengamalkan perintah Allah dan menjauhkan diri dari apa yang dilarang oleh Allah subahanahu wa ta’ala.

Menit ke-18

Simak Penjelasan Lengkap dan Download Kajian Tentang Sikap Mendengar dan Taatnya Sahabat Kepada Allah dan RasulNya – Kitab Ahsanul Bayan


Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Download Juga: Khutbah Jumat, Ceramah Agama, Ceramah Lucu, Khutbah Idul Adha, Kultum, Ceramah Singkat, Shalawat, Shalat JenazahRukun IslamRukun Iman, Ziarah Kubur, Shalat Berjamaah, Amar Ma’ruf Nahi Munkar,

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.