Telegram Rodja Official

Cara Bergaul Dengan Istri, Kerabat, Teman dan Masyarakat – Al Wasaail Mufiidah Lil Hayaatis Sa’iidah (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

By  |  pukul 6:27 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 02 Ramadhan 1439 / 18 Mei 2018 pukul 10:45 am

Tautan: http://rodja.id/1tr

Cara Bergaul Dengan Istri, Kerabat, Teman dan Masyarakat adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan kitab Al Wasaail Mufiidah Lil Hayaatis Sa’iidah, sebuah kitab buah karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah. Pembahasan ini disampaikan oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr. Kajian ini disampaikan pada 14 Sya’ban 1439 H / 30 April 2018 M.

Penerjemah: Ustadz Iqbal Gunawan, M.A.

Status program kajian kitab Al Wasaail Mufiidah Lil Hayaatis Sa'iidah: Selesai.

Kajian sebelumnya: Melupakan Masalah Yang Telah Berlalu – Al Wasaail Mufiidah Lil Hayaatis Sa’iidah

Kajian Tentang Cara Bergaul Dengan Istri, Kerabat, Teman dan Masyarakat – Al Wasaail Mufiidah Lil Hayaatis Sa’iidah

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا خُلُقًا آخَرَ

Janganlah seorang mukmin (suami) membenci seorang mukminah (isterinya), karena jika dia membenci salah satu perangainya, dia pasti masih suka perangainya yang lainnya” (HR. Muslim no. 1469).

Dalam hadits ini ada faidah yang sangat besar.

Pertama, anjuran atau peringatan bagi kita tentang cara bergaul dengan istri, kerabat dekat, teman ataupun siapa saja yang kita bergaul dengannya. Jadi seluruh yang ada komunikasi kita dengannya, maka kita wajib untuk mempersiapkan pada diri kita bahwa setiap orang pasti mempunyai aib, kekurangan atau hal yang kita tidak suka darinya. Maka apabila kita mendapati hal tersebut, hendaklah kita membandingkan antara kekurangan tersebut dan apa yang seharusnya kita pertahankan dari komunikasi dan hubungan serta kasih sayang antara kita dengan istri, kerabat dekat, teman atau yang lain. Yaitu dengan cara, kita juga mengingat kebaikan-kebaikan yang ada pada istri kita, kerabat atau siapa saja yang kita bergaul dengannya.

Baca Juga:  Istiqamah yang Diharapkan dari Seorang Hamba adalah Sesuai dengan Contoh Nabi dalam Beragama - Kitab 10 Kaidah Istiqamah (Ustadz Arman Amri, Lc.)

Dengan kita membandingkan antara kebaikan dan keburukan, maka kita akan melupakan keburukan-keburukan dan memperhatikan banyaknya kebaikan yang ada pada orang tersebut. Dengan hal ini maka persahabatan dan komunikasi akan tetap terjaga dan hubungan kita akan tetap baik.

Faidah kedua dari hadits ini adalah hilangnya rasa galau, sedih dan akan bertahannya hubungan yang baik antara kita dengan orang yang kita ajak bergaul. Dengan hal ini pula kita akan senantiasa memberikan hak-hak yang wajib kita tunaikan atau hak-hak yang disunnahkan untuk kita tunaikan. Selain itu, dengan hal ini pula akan tercipta hubungan yang baik antara kedua belah pihak. Dan barang siapa yang tidak mengambil petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini kemudian melakukan hal yang sebaliknya. Yaitu hanya melihat keburukan-keburukan saja dan melupakan kebaikan-kebaikan orang yang diajak bergaul maka dia akan sedih, kecewa dan rusak hubungan antara dia dengan orang yang dia bergaul dengannya. Jika hubungan telah rusak, maka akan terputus banyak hak-hak yang seharusnya dia berikan kepada orang yang mempunyai hak.

Baca Juga:  Al-Qowa'idul Mutsla - Bagian ke-1 (Ustadz Firanda Andirja, M.A.)

Tentu dua hal di atas merupakan faidah yang sangat besar. Yang mana hadits ini merupakan kaidah yang sangat penting untuk kita gunakan untuk bergaul dengan sesama manusia. Faidah yang lain dari hadits ini adalah bahwa kita harus senantiasa tegar dan tenang dalam menghadapi setiap permasalahan. Baik itu permasalahan yang besar ataupun permasalahan yang kecil. Yaitu dengan cara kita selalu mempersiapkan diri kita untuk menghadapi masalah-masalah yang akan atau mungkin kita hadapi. Tidak hanya permasalahan besar, tetapi juga permasalahan-permasalah kecil juga harus kita persiapkan diri kita untuk menghadapinya.

Kemudian kitapun harus senantiasa meminta pertolongan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan bertawakal kepadaNya agar kita selalu dibantu dalam setiap permasalahan yang kita hadapi. Dengan hal tersebut maka hati kita akan tenang, jiwa kita akan tentram dan kitapun akan bahagia.

Baca Juga:  Dasar Islam adalah Al-Qur'an dan As-Sunnah Yang Shahih Menurut Pemahaman Salafush Shalih

Simak Penjelasan Lengkap dan Downlod MP3 Ceramah Agama Tentang Melupakan Masalah Yang Telah Berlalu – Al Wasaail Mufiidah Lil Hayaatis Sa’iidah

Jangan lupa untuk turut menyebarkan link download kajian ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, google+, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Telegram Rodja Official

2 Comments

    Tinggalkan Balasan

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.