Peran Nasihat dalam Pendidikan – Fiqhul Usrah (Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.)

By  |  pukul 8:53 am

Terakhir diperbaharui: Rabu, 23 Sya'ban 1439 / 09 Mei 2018 pukul 10:04 am

Tautan: http://rodja.id/1uk

Peran Nasihat dalam Pendidikan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Fiqhul Usra (Fiqih Keluarga). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. pada hari Sabtu, 26 Rabiul akhir 1439 H / 13 Januari 2018 M.

Download juga kajian sebelumnya: “Bekal Takwa Dalam Mendidik Anak – Fiqhul Usrah

Kajian Ilmiah Tentang Peran Nasihat dalam Pendidikan – Fiqhul Usrah

Peran nasihat sangatlah mendesak. Sehingga banyak ulama yang menyampaikan bahwa diantara pokok-pokok penting dalam pembinaan dan pendidikan adalah terus menerus dalam menasihati dan mengarahkan anak-anak binaan kita. Baik anak kita, anak murid kita ataupun audiensi dakwah kita.

Hal ini dapat dilihat dari banyak contoh yang disampaikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam Al-Qur’an. Salah satunya adalah firman Allah:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّـهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ ﴿١٣﴾

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar” (QS. Luqman[31]:13)

Baca Juga:  Bab Larangan Mengatakan "Hambaku" - Kitab Al-Qaulul Mufid (Ustadz Abu Haidar As-Sundawy)

Disini Allah ceritakan bahwa Luqman menasihati anaknya. Dan tidak mungkin Allah akan sampaikan kisah Luqman ini kecuali karena begitu besarnya faidah dari sebuah nasihat kepada anak-anaknya. Sehingga menasihati anak-anak kita adalah perkara yang terus ada dalam kehidupan orang tua atau kehidupan seorang da’i. Tidak hanya dibatasi dengan usia tertentu.

Banyak diantara orang tua yang berfikir bahwa anaknya tidak perlu lagi dinasihati ketika anaknya sudah dewasa, mandiri atau berkeluarga dan mempunyai anak. Padahal Allah mencontohkan pada kisah lainnya. Yaitu kisah Ya’qub kepada anak-anaknya. Ketika Ya’qub akan meninggal dunia mengatakan:

…قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِن بَعْدِي…

…ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?”…” (QS. Al-Baqarah[2]:133)

Nabi Ya’qub ketika itu usianya sudah tua karena akan meninggal dunia. Dan kita ketahui dalam sejarah bahwa Nabi Yusuf yang telah menjadi tokoh besar di Mesir dan Nabi Ya’qub masih hidup. Ini menunjukkan bahwa beliau menyampaikan nasihatnya kepada anak-anaknya yang sudah cukup dewasa. Kisah ini menunjukkan bahwa memberikan nasihat, memberikan petunjuk, bimbingan kepada anak-anak kita tidak dibatasi dengan usia tertentu.

Baca Juga:  Fiqih Pendidikan Anak (ke-19): Anak dan Rukun Iman (Ustadz Abdullah Zaen, M.A.)

Demikian pula Nabi Nuh alaihissalam yang masih memberikan bimbingan dan nasihat kepada anaknya. Sampai setelah dipastikan akan celaka dan binasa. Ketika anaknya ada diluar perahu dan berusaha lari ke puncak gunung untuk selamat dari pada banjir, Nabi Nuh masih mengatakan:

…يَا بُنَيَّ ارْكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ الْكَافِرِينَ ﴿٤٢﴾

“… “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir”….” (QS. Hud[11]: 42)

Ayat ini menunjukkan bahwa Nabi Nuh pun tidak berhenti dalam menasihati anaknya sampai anaknya binasa. Jika tadi Nabi Ya’qub yang menasihati anaknya hingga Nabi Ya’qub meninggal, yang kedua adalah Nabi Nuh yang menasihati anaknya sampai anaknya yang meninggal dunia. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan orang tua dengan anak seperti hubungan antara pokok pohon dengan cabangnya. Pokok pohon itu akan mempengaruhi pertumbuhan cabang-cabangnya dan terus akan memberikan masukan, arahan kepada cabang-cabangnya sampai terpisah dari pohonnya. Demikian juga hubungan antara orang tua dengan seorang anak.

Baca Juga:  Nasihat Ulama seputar Pembinaan Anak Usia Dini - Bagian ke-1 (Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.)

Oleh karena itu orang tua jangan segan-segan membimbing dan mengarahkan anaknya walaupun anaknya sudah besar atau sudah dewasa. Jangan hanya membatasi sampai dia sudah baligh atau sudah berkeluarga. Tentu ini perkara yang sangat penting karena mereka butuh bimbingan orang tua.

Simak dan download mp3  kajian ilmiah tentang Peran Nasihat dalam Pendidikan – Fiqhul Usrah


Jangan lupa untuk turut serta berbagi link download ceramah ini di media sosial yang Anda miliki, seperti facebook, twitter, google+, atau pun yang lainnya. Semoga Allah membalas kebaikan Anda dengan pahala berlimpah.

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.