Rodja Peduli

Syarh Riyaadhush Shaalihiin

Riyadhush Shalihin: Bab Keutamaan Shalat Subuh dan Ashar, Keutamaan Berjalan ke Masjid, & Keutamaan Menunggu Shalat – Bab 188-190 (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr)

By  |  pukul 6:10 pm

Terakhir diperbaharui: Rabu, 28 Desember 2016 pukul 5:37 am

Tautan: http://rodja.id/pu

Kajian kitab Riyadhush Shalihin oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Firanda Andirja, M.A.

Alhamdulillah, kita dapat lanjutkan kembali pada Senin sore, 21 Muharram 1435 / 25 November 2013, pukul 16:45-17:45, yaitu kajian Syarah Riyadhush Shalihin bersama Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr, yang kali ini masih melanjutkan bab pada pertemuan sebelumnya tentang “Keutamaan Shalat Subuh dan Ashar“, bab ke-188. Kemudian dilanjutkan dengan dua bab sesudahnya, bab ke-189 dan ke-189, tentang “Keutamaan Berjalan ke Masjid” dan “Keutamaan Menunggu Shalat“. Selamat menyimak atau silakan download langsung MP3 kajiannya.

[sc:status-riyadhush-shalihin-syaikh-abdur-razzaq-abdul-muhsin-2013]

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Riyadhush Shalihin Ini: Kitab Fadhilah / Keutamaan Amal (كتَاب الفَضَائِل

Bab ke-188: Bab Keutamaan Shalat Subuh dan Ashar (باب فضل صلاة الصبح والعصر)

[00:17]
Melanjutkan dari pembahasan sebelumnya tentang Bab Keutamaan Shalat Subuh dan Shalat Ashar, berikut dilanjutkan pembahasan 1 hadits yang belum dibahas pada pertemuan tersebut.

Baca Juga:
Kajian Kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah - Hadits 1424-1427 (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ العَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ

“Barangsiapa yang meninggalkan shalat Ashar, maka akan gugur amalannya.” (H.R. Bukhari)

Bab ke-189: Bab Keutamaan Berjalan ke Masjid-masjid (باب فضل المشي إلى المساجد)

[08:34]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ غَدَا إلى المَسْجِدِ أَوْ رَاحَ، أعَدَّ اللَّهُ لَهُ فِي الجَنَّةِ نُزُلًا كُلَّمَا غَدَا أوْ رَاحَ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid atau kembali (darinya) maka Allah akan membersiapkan baginya sambutan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala di surga setiap kali dia berangkat atau kembali.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Bab ke-190: Bab Keutamaan Menunggu Shalat (باب فضل انتظار الصلاة)

[44:48]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا يَزَالُ أحَدُكُمْ في صَلاَةٍ مَا دَامَتِ الصَّلاَةُ تَحْبِسُهُ، لا يَمنَعُهُ أَنْ يَنقَلِبَ إلى أهلِهِ إلاَّ الصَّلاةُ

“Salah seorang dari kalian senantiasa dalam keadaan shalat jika ada shalat yang menghalanginya. Tidak ada yang menghalangi dia untuk kembali ke keluarganya, kecuali karena shalat.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits ini disebutkan, orang yang menunggu shalat, tidak pulang ke rumahnya karena menunggu shalat, maka seakan-akan dia dalam keadaaan shalat. Penungguannya itu merupakan ibadah, seakan-akan dia dalam keadaan shalat.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Bab 188-190 – Bab Keutamaan Shalat Subuh dan Ashar, Keutamaan Berjalan ke Masjid, & Keutamaan Menunggu Shalat

Baca Juga:
Hukum-Hukum Berkaitan dengan Puasa Ramadhan (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Silakan dibagi-bagikan kepada saudara-saudara kita. Ayo bagi-bagikan pula kebaikan ini ke Facebook, Twitter, dan Google+. Jazakumullahu khoiron.

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.