Telegram Rodja Official

Syarh Riyaadhush Shaalihiin

Motivasi Shalat Subuh dan Isya’ Berjamaah & Perintah Menjaga Shalat Lima Waktu dan Ancaman bagi yang Meninggalkannya – Bab 192-193 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr)

By  |  pukul 6:10 pm

Terakhir diperbaharui: Sabtu, 20 Mei 2017 pukul 1:07 pm

Tautan: http://rodja.id/1b8

Ceramah agama tentang kajian kitab Riyadhush Shalihin oleh: Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Firanda Andirja, M.A.

Ceramah agama Islam dengan pembahasan kajian kitab Riyadhush Shalihin karya Imam An-Nawawi rahimahullah pada https://www.radiorodja.com/2013/12/02/>Senin sore, 28 Muharram 1435 / 2 Desember 2013, pukul 16:50-17:50 WIB, alhamdulillah dapat terselenggara kembali dengan melanjutkan pembahasan bab berikutnya, yaitu bab ke-192 dan ke-193, yaitu “Bab Motivasi untuk Menghadiri Shalat Berjamaah dalam Shalat Subuh dan Isya’” dan “Bab Perintah untuk Menjaga Shalat Lima Waktu serta Larangan yang Sangat Ditekankan dan Ancaman yang Keras bagi Orang-orang yang Meninggalkan Shalat Ini“. Silakan download langsung MP3 ceramah agama seri kajian kitab Riyadhush Shalihin berikut.

[sc:status-riyadhush-shalihin-syaikh-abdur-razzaq-abdul-muhsin-2013]

Daftar Isi

Baca Juga:
Kajian Kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah - Hadits 1360-1367 (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Riyadhush Shalihin Ini: Kitab Fadhilah / Keutamaan Amal (كتَاب الفَضَائِل

Masih dalam pembahan kitab Al-Fadhail, kitab tentang Keutamaan-keutamaan Amalan-amalan Shalih, dari kitab Riyadhush Shalihin, karangan Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu Ta’ala.

Bab ke-192: Bab Motivasi untuk Menghadiri Shalat Berjamaah dalam Shalat Subuh dan Isya’ (باب الحث عَلَى حضور الجماعة في الصبح والعشاء)

[00:17]
Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu Ta’ala ‘anhu: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَلَّى العِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ، فَكَأنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ، وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ في جَمَاعَةٍ، فَكَأنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

“Barangsiapa shalat Isya’ secara berjamaah, maka seakan-akan dia shalat setengah malam. Dan barangsiapa shalat Subuh berjamaah, maka seakan-akan dia telah shalat pada seluruh malam (semalam suntuk).” (H.R. Muslim)

Dalam riwayat lain, dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ شَهِدَ العِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ قِيَامُ نِصْفَ لَيلَةٍ، وَمَنْ صَلَّى العِشَاءَ وَالفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ، كَانَ لَهُ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ

“Barangsiapa yang menghadiri shalat Isya’ secara berjamaah di masjid, maka seakan-akan dia shalat setengah malam. Barangsiapa yang shalat Isya’ dan Subuh secara berjama’ah, maka seakan-akan dia shalat semalam suntuk.” (H.R. At-Tirmidzi. Hadits hasan shahih.)

Bab ke-193: Bab Perintah untuk Menjaga Shalat Lima Waktu serta Larangan yang Sangat Ditekankan dan Ancaman yang Keras bagi Orang-orang yang Meninggalkan Shalat Ini (باب الأمر بالمحافظة عَلَى الصلوات المكتوبات والنهي الأكيد والوعيد الشديد في تركهنّ)

[15:18]
Allah Ta’ala berfirman:

Baca Juga:
Sifat Shalat Nabi - Bagian ke-10: Letak Kedua Tangan ketika Berdiri dalam Shalat - Hadits 278 - Kitab Bulughul Maram (Ustadz Zainal Abidin Syamsudin, Lc.)

حَافِظُواْ عَلَى الصَّلَوَاتِ والصَّلاَةِ الْوُسْطَى … (البقرة: ٢٣٨)

“Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 238)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

… فَإِن تَابُواْ وَأَقَامُواْ الصَّلاَةَ وَآتَوُاْ الزَّكَاةَ فَخَلُّواْ سَبِيلَهُمْ … (التوبة: ٥)

“… Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. …” (Q.S. At-Taubah [9]: 5)

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu:

سألت رَسُول اللهِ – صلى الله عليه وسلم – أيُّ الأعْمَالِ أفْضَلُ؟ قَالَ: «الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا» قلتُ: ثُمَّ أيٌّ؟ قَالَ: «بِرُّ الوَالِدَيْنِ» قلتُ: ثُمَّ أيٌّ؟ قَالَ: «الجِهَادُ في سَبِيلِ اللهِ»

“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Amalan apa yang paling afdhal / utama?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Shalat pada waktunya.” Aku bertanya lagi, “Kemudian amalan apa yang afdhal?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Berjihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.”” (H.R. Bukhari-Muslim)

Penjelasan lengkap dari Syaikh ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Badr, tentunya dapat Anda dengarkan langsung atau download MP3 ceramah agama ini.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Bab 192-193 – Motivasi Shalat Subuh dan Isya’ Berjamaah & Perintah Menjaga Shalat Lima Waktu dan Ancaman bagi yang Meninggalkannya

Baca Juga:
Bab Larangan Melaknat Orang Tertentu atau Binatang - Bagian ke-2 - Bab Larangan Mencela Orang yang Telah Meninggal tanpa Alasan yang Benar - Bab 264-267 - Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. DR 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-Badr)

Ayo bagi-bagikan kepada saudara-saudara kita. Bantu share juga ke Facebook, Twitter, dan Google+. Jazakumullahu khoiron

3 Comments

  1. Al Hidayat

    Sabtu, 20 Mei 2017 at 12:53 PM

    The requested URL was not found on this server.

    Please check the URL or contact the webmaster.

    • Abu Azka

      Sabtu, 20 Mei 2017 at 1:08 PM

      Sudah kami perbaiki url file mp3 nya, silakan dicoba kembali. Syukron.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

27 ÷ 9 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.