Telegram Rodja Official

Jangan Duakan Dia

By  |  pukul 10:07 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 29 Rabiul awwal 1440 / 07 Desember 2018 pukul 2:04 pm

Tautan: https://rodja.id/22q

Jangan Duakan Dia merupakan rekaman ceramah agama dan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Haidar As-Sundawy dalam pembahasan Kitab Al-Irsyad Ila Shahihil I’tiqad karya Syaikh Shalih Fauzan hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada 19 Dzul Hijjah 1439 H / 31 Agustus 2018 M.

Status Program Kajian Kitab Al-Irsyad Ila Shahihil I'tiqad

Status program kajian Kitab Al-Irsyad Ila Shahihil I'tiqad: AKTIF. Mari simak program kajian ilmiah ini di Radio Rodja 756AM dan Rodja TV setiap Jum'at, pukul 16:30 - 18:00 WIB.

Download mp3 kajian sebelumnya: Urgensi dan Esensi Tauhid

Kajian Tentang Jangan Duakan Dia – Kitab Al-Irsyad Ila Shahihil I’tiqad

Seorang muslim wajib meyakini bahwa Allah satu-satunya sesembahan yang berhak disembah. Sesembahan lain yang disembah selain Allah adalah batil. Yang demikian itu berarti seseorang sudah mengimani Allah dari aspek uluhiyyah. Maka mengesakan Allah dari aspek ini juga sering kali disebut tauhid ibadah. Karena meyakini Allah satu-satunya sesembahan yang layak untuk diibadahi.

Makna Ibadah

Secara bahasa, ibadah artinya rendah atau hina. Maknanya adalah jalan yang semakin lama semakin merendah. Merendahkan diri hanya dihadapan Allah. Karena memang layak apabila semua makhluk merendahkan dan menghinakan diri dihadapan Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Dan mewujudkan sikap merendahkan diri dihadapan Allah itu dalam berbagai macam bentuk. Tidak hanya secara sikap, tapi juga secara fisik (ruku’ dan sujud). Itulah hakikat dari ibadah.

Baca Juga:  Wasiat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang Keadaan Orang-Orang yang Beriman - Bagian ke-4 - Aqidah Prioritas Utama (Ustadz Arman Amri, Lc.)

Adapun makna ibadah secara istilah, para ulama mendefinisikan dengan definisi yang beragam. Susunan kalimat mereka berbeda namun memiliki inti yang sama.

Imam ibnu Qayyim rahimahullahu ta’ala mendefinisikan ibadah dengan makna kesempurnaan rasa cinta dibarengi dengan sempurnanya sikap merendah.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu ta’ala mendefinisikan ibadah dengan definisi yang lebih luas. Ibadah adalah kata yang mencakup segala sesuatu yang dicintai oleh Allah dan diridhoi oleh Allah. Baik itu ucapan atau perbuatan, baik aspek dzahir ataupun aspek batin.

Misalnya kita bertemu dengan teman atau saudara sesama muslim, lalu kita tersenyum untuk menyenangkan dia. Itu dicintai dan diridhai oleh Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا , وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ شَهْرًا

Baca Juga:  Akal Harus Mengikuti Dalil

“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan hutangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh.” (HR. Thabrani. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Jaami’ no. 176).

Maka dari itu segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Allah subhanahu wa ta’ala, itulah ibadah. Ucapan atau perbuatan batin dan tidak diketahui orang lain tapi ada dalam diri kita. Maka itu juga ibadah. Contohnya adalah husnudzan kepada setiap orang, mencintai sesama muslim, atau amalan-amalan hati yang lainnya.

Definisi ibadah yang dikemukakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu ta’ala ini tidak bertentangan dengan Imam ibnu Qayyim rahimahullahu ta’ala.

Syaikh Shalih Fauzan hafidzahullah berkata, rasa cinta yang sempurna dan dibarengi dengan merasa hina dan hina yang juga sempurna, maka akan mengakibatkan ketaatan dan ketundukan kepada yang dicintai. Ketundukan, kepatuhan dan ketaatannya berbanding lurus dengan kadar cinta dan kadar merasa hina dihadapan Allah subhanahu wa ta’ala. Jadi, sehebat apa ibadah kita, itu adalah cermin dari seberapa besar cinta kita kepada Allah dan sikap merendah kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Simak Kajian Lengkapnya, Download dan Sebarkan mp3 Ceramah Agama Islam Tentang Jangan Duakan Dia – Kitab Al-Irsyad Ila Shahihil I’tiqad

Baca Juga:  Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 104 - 106

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.