Telegram Rodja Official

Kaidah Fiqih - Mandzuumah Ushuulil Fiqhi wa Qawaa'idihi

Kaidah Fiqih: Setiap Orang yang Diberi Amanah ketika Berkata telah Mengembalikan Apa yang Diamanahkan, maka Perkataan Itu Diterima – Bait 73 (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.)

By  | 

Kajian kaidah fiqih oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Kajian dalam program Kaidah Fiqih pada Kamis pagi, 24 Muharram 1435 / 28 November 2013, pukul 09:00-10:30 WIB adalah membahas tentang Amanah. Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi menjelaskan dalam pertemuan kali ini dengan bait ke-73 dalam kitab Mandzuumah ‘Ushuul Al-Fiqhi wa Qawaa’idihi, yaitu tentang “Setiap Orang yang Diberi Amanah ketika Berkata telah Mengembalikan Apa yang Diamanahkan, maka Perkataan Itu Diterima“.

Program Kaidah Fiqih (Kitab Mandzumah Ushulil Fiqhi wa Qawa'idihi) - Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc. di Radio Rodja dan RodjaTV

Simak program ini di Radio Rodja dan RodjaTV setiap:

Kamis pagi, 09:00-10:30 WIB



Status program Kaidah Fiqih (Kitab Mandzumah Ushulil Fiqhi wa Qawa'idihi): AKTIF

Ringkasan Kajian Kaidah Fiqih

Bait ke-73: Amanah: Setiap Orang yang Diberi Amanah ketika Berkata telah Mengembalikan Apa yang Diamanahkan, maka Perkataan Itu Diterima selama Bukan dalam Perkara di mana Ada Manfaat yang Dia Peroleh (كلُّ أمينٍ يدعي الرَّدَّ قُبِلْ ما لم يكنْ فيما له حظٌّ حَصَلْ)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu Ta’ala memberikan kaidah ini masih berhubungan erat dengan kaidah yang sebelumnya, yakni hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Baihaqi, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Baca Juga:
Tanda-Tanda Kiamat Kecil yang Sedang Berlangsung - Bagian ke-6 - Aqidah Prioritas Utama (Ustadz Arman Amri, Lc.)

البينة على المدعي واليمين على من أنكر

Bukti-bukti hendaknya ditunjukkan oleh orang yang menuduh / mengklaim, sedangkan orang yang dituduh hendaknya mengingkari dengan sumpah.” (Hadits hasan, diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Baihaqi)

Dalam bait ini, Syaikh memberikan kaidah yang sangat bermanfaat untuk kita pegang dalam kehidupan kita.

Kemudian, Syaikh Muhammad ibnu Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu Ta’ala memberikan contoh, beliau berkata:

ومن أمثلة هذه القاعدة:
ـ رجل أودعته عشرة آلاف ريال، ثم أتيت إليه فيما بعد، وقلت: أدِّ لي الوديعة التي أودعتك، فقال: قد رددتها عليك، فلا يطالب بالبينة على الرد، بل نقول: القول قوله لأنه أمين ومحسن،

Di antara contoh dari kaidah ini:
Ada seseorang yang Anda titipi 10 ribu riyal, kemudian beberapa lama, Anda datang kepada orang tersebut dan berkata, “Kembalikan barang titipan yang aku titipkan kepada Anda.” Dan orang tersebut menjawab, “Aku telah kembalikan uang tersebut kepada Anda.” Orang yang dititipi uang tersebut tidak diminta bukti-bukti terkait pengembaliannya, tetapi kita katakan, “Perkataan adalah perkataan orang tersebut,” artinya perkataan yang diterima dari dua orang yang sedang berpolemik ini adalah perkataan dari orang yang dititipi barang/uang, yaitu “لأنه أمين ومحسن“, karena dia adalah yang dipercaya dan orang yang berbuat ihsan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

… مَا عَلَى الْمُحْسِنِينَ مِن سَبِيلٍ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ (التوبة: ٩١)

Baca Juga:
Ibadah Dibangun di Atas Syari'at - Bagian ke-2 - Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.)

Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (Q.S. At-Taubah [9]: 90)

ولو كان يغلب على ظننا صدق المودِع، لأن المودَع رجل ليس بالأمين، والمودِع يغلب على ظننا أنه أصدق فلا نقضي للمودِع لأنه هو الذي فَرّط بكونه أودعها عند من يشك في أمانته

Seandainya kita menyangka, antara dua orang yang sedang berseteru (yaitu antara yang menitip dan yang dititipi barang) ini, bahwa orang yang menitipkan adalah lebih benar / jujur dan kita melihat bahwa orang yang dititipi bukan orang yang dipercaya, maka kata beliau rahimahullahu Ta’ala, bahwa perkara tersebut tidak diputuskan untuk dimenangkan oleh orang yang menitipkan barang / uang tersebut. Sebabnya, orang yang menitipkan uang 10 ribu riyal tersebut telah melakukan kelalaian, yakni kenapa dia menitipkan barangnya kepada orang yang dia ragu masalah amanah atau tidaknya.

Simak lebih lanjut kajian ushul fiqih dan kaidah fiqih yang dikemas di Radio Rodja dan RodjaTV dalam program Kaidah Fiqih dengan mengunduhnya langsung atau dengarkan kajiannya melalui player yang tersedia.

Download Kajian Kaidah Fiqih, Kitab Mandzumah Ushul Al-Fiqh wa Qawa’idihi

Silakan didownload dan dibagi-bagikan kepada saudara-saudara kita. Jazakumullahu khoiron.

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.