Rodja Peduli

Al-Qiyamah Ash-Shughra

Pengaruh Baik Mengingat Kematian Dalam Memperbaiki Diri

By  |  pukul 9:56 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 17 Agustus 2021 pukul 6:30 pm

Tautan: https://rodja.id/35c

Pengaruh Baik Mengingat Kematian Dalam Memperbaiki Diri merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Al-Qiyamah Ash-Shughra yang disampaikan oleh Ustadz Ali Nur, Lc. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 30 Dzulhijjah 1442 H / 9 Agustus 2021 M.

Kajian Tentang Pengaruh Baik Mengingat Kematian Dalam Memperbaiki Diri

Sesungguhnya mengingat kematian sangat memiliki pengaruh besar dalam memperbaiki dan menata diri seseorang. Karena kelezatan dunia sangat kuat pengaruhnya terhadap seorang manusia. Sehingga dia ingin agar hidup seribu tahun lagi, dia ingin hidup kekal dan abadi di dunia. Hal ini karena dia sudah hanyut dalam kelezatan dunia, hawa nafsunya dan dosa-dosa.

Dosa yang dilakukan oleh manusia itu cocok dengan hawa nafsu. Sebagaimana yang sudah kita pahami bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ

Sesungguhnya hawa nafsu itu selalu menyuruh seseorang berbuat buruk.” (QS. Yusuf[12]: 53)

Oleh karena itu kalau seseorang tidak mengingat kematian, dia hanya melihat kesenangan dunia yang ada di hadapannya, maka dia tidak ingin mati, dia ingin hidup seribu tahun lagi, dia ingin tetap di dunia kekal dan abadi. Akhirnya itu akan mendorong dia untuk berbuat dosa dan maksiat.

Baca Juga:
Muhasabah dan Taubat - Panduan Amal Sehari Semalam (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

Setiap orang yang merasakan kesenangan dunia lalu dia mengumbar dan memperturutkan apa keinginan nafsunya, maka dia akan menjadi hamba dunia. Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

تعِس عبدُ الدينارِ ، تعِس عبدُ الدرهمِ

“Celaka budak-budak dirham, celaka budak-budak dinar.”

Ketika seseorang sudah cenderung untuk melakukan apa yang dilarang oleh Allah, maka otomatis dia akan malas untuk melakukan ketaatan.

Dunia menjadi kecil

Apabila seorang hamba senantiasa mengingat kematian, maka dunia ini akan kecil dimatanya. Seberapa banyak harta yang dia dapat, dia akan melihat itu semua tidak ada apa-apanya. Jabatan yang sedang dia emban, itu tidak membuatnya menjadi sombong. Kekayaan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala titipkan tidak membuat dia menyepelekan, meremehkan dan merendahkan orang lain. Dia tahu bahwa kehidupan dunia sekedar perhiasan yang menipu. Prinsip hidupnya adalah mempersiapkan untuk akhirat, bukan untuk di dunia.

Oleh karena itu kalau mereka senantiasa mengingat kematian, maka sehebat apapun dunia yang dia raih, itu bukan satu hal yang besar dimatanya. Itu adalah fasilitas yang akan membawa dia kepada akhirat. Tinggal bagaimana dia menggunakan fasilitas itu untuk apa. Apakah dia gunakan untuk meraih kesuksesan dan kekekalan hidup di akhirat, ataukah dia hanya berhenti pada kesuksesan dunia tanpa memikirkan halal dan haram?

Senantiasa memperbaiki diri

Dengan senantiasa mengingat kematian, seseorang juga akan senantiasa memperbaiki dirinya. Juga senantiasa berupaya agar semua urusannya tidak menyimpang dari syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Baca Juga:
Meninggal Ketika Menuntut Ilmu

Misalnya seorang sudah punya jabatan tinggi atau kaya raya, ketika dia menginginkan sesuatu sementara terbentur dengan sesuatu yang lain, maka dia bisa menggunakan hartanya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dan dia tidak akan berani melanggar syariat dalam menyelesaikan urusannya tersebut.

Tetapi kalau seorang tidak mengingat kematian, maka dia tidak peduli dalam menyelesaikan urusannya. Apakah dengan cara yang halal ataukah haram, apakah dengan cara halus mendzalimi dan menganiaya orang ataukah tidak, yang penting bagi dia adalah keinginannya tercapai.

Pertimbangannya adalah akhirat

Seorang yang senantiasa mengingat kematian, setiap langkahkah di muka bumi ini, pertimbangannya tetap akhirat, bukan dunia. Karena kelezatan dunia akan diputus oleh kematian. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أَكْثَرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ الْمَوْتِ

“Perbanyaklah mengingat perkara yang dapat memutus kelezatan, yaitu mati.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah)

Lihat juga: Perbanyaklah Mengingat Kematian

Tidaklah seseorang mengingat kematian disaat hidupnya sempit kecuali akan melapangkannya. Dan tidaklah dia mengingat kematian itu disaat kehidupannya lapang kecuali akan menyempitkannya.

Bagaimana pembahasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian yang sangat bermanfaat ini.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Pengaruh Baik Mengingat Kematian Dalam Memperbaiki Diri” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Baca Juga:
Khutbah Jumat Singkat: Mensyukuri Nikmat Islam

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.