Rodja Peduli

Kaidah Fiqih - Mandzuumah Ushuulil Fiqhi wa Qawaa'idihi

Kaidah Fiqih: Seluruh Syarat yang Dapat Merusak Akad apabila Disebut, Dia pun juga akan Merusak Akad apabila Diniatkan dalam Hati – Bait 79-80 (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.)

By  |  pukul 10:40 am

Terakhir diperbaharui: Minggu, 23 Maret 2014 pukul 10:13 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=5213

Kajian kaidah fiqih oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Alhamdulillah, dapat kita pelajari kembali, sebuah kaidah fiqih yang sangat penting tentang niat atau akad. Pada unduhan kajian ini adalah rekaman dari siaran yang live pada Kamis pagi, 26 Rabi’ul Akhir 1435 / 27 Februari 2014 di Radio Rodja dan RodjaTV. Pembahasan yang telah berlalu, adalah tentang “Sesuatu Hukumnya Ada ketika Dia Mengikuti yang Lain, tetapi ketika Dia Berdiri Sendiri maka Tidak Ada Hukumnya“, yaitu pembahasan bait ke-77, dilanjut dengan bait ke-78. Dan pada kesempatan kali ini, sesuai dengan yang telah disebutkan, bahwa Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi akan akan menerangkan kaidah yang sangat penting: bait ke-79 tentang “Seluruh Syarat yang Dapat Merusak Akad apabila Disebut, Dia pun juga akan Merusak Akad apabila Diniatkan dalam Hati” dan bait ke-80 tentang “Seperti Nikah Seseorang yang Ingin Menikahi Wanita dengan Niat Tahlil dan yang Meniatkan Talak / Cerai ketika Dia Pergi / Meninggalkan Negeri tersebut“. Semoga bermanfaat untuk kita dalam berilmu, kemudian beramal. Allahul musta’an.

[sc:status-kaidah-fiqih-ustadz-kurnaedi-2013]

Daftar Isi

Baca Juga:
Kaidah Fiqih: Makna Lafadz "Kaana", Penggunaan dan Fungsinya - Bait 96 (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.)

Ringkasan Kajian Kaidah Fiqih

Bait ke-79: Seluruh Syarat yang Dapat Merusak Akad apabila Disebut, Dia pun juga akan Merusak Akad apabila Diniatkan dalam Hati (وكلُّ شرطٍ مُفسدٍ للعقدِ بذكرِهِ يُفسدُه بالقصدِ)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata:

وهذه أيضاً من القواعد المهمة.
كل شرط يُفْسِدُ العقدَ إذا ذكر فيه، فإنه يفسده أيضاً إذا نوي. يعني أن النية تقوم مقام النطق.

“Ini pun merupakan di antara kaidah yang penting. Seluruh syarat yang bisa merusak akad apabila disebut, maka dia pun merusaknya apabila diniatkan dalam hati. Maksudnya adalah niat seseorang kedudukannya (maqam sama seperti pengucapan.”

Ketika syarat yang rusak diucapkan dalam sebuah akad, maka akan merusak akad. Begitu juga syarat tersebut, apabila diniatkan dalam hati, maka dia akan merusak akad tersebut.

Dalilnya adalah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia. Hadits ini riwayat Al-Imam Bukhari dan Al-Imam Muslim, dari ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, Rasul bersabda:

إنما الأعمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى

“Seluruh amal itu tergantung dengan niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan yang dia niatkan.”

Contoh dari bait yang ke-79 itu disebutkan di bait ke-80.

Bait ke-80: Seperti Nikah Seseorang yang Ingin Menikahi Wanita dengan Niat Tahlil dan yang Meniatkan Talak / Cerai ketika Dia Pergi / Meninggalkan Negeri tersebut (مثلُ نكاحِ قاصدِ التحليلِ ومَنْ نَوَى الطلاقَ للرَّحِيلِ)

[31:26]

Dst.

Baca Juga:
Barang Siapa Merusak Sesuatu Apakah Harus Menggantinya?

Simak penjelasan dari Ustadz Kurnaedi dalam pembahasan kitab Mandzumah Ushulil Fiqhi wa Qawaidihi, pembahasan bait ke-79 dan bait ke-80, silakan download cerama ini dan bagikan kepada saudara-saudara Muslim kita.

Download Kajian Kaidah Fiqih, Kitab Mandzumah Ushul Al-Fiqh wa Qawa’idihi: Bait 79-80 – Seluruh Syarat yang Dapat Merusak Akad apabila Disebut, Dia pun juga akan Merusak Akad apabila Diniatkan dalam Hati

Mari kita bagikan tautan ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ kita. Jazakumullahu khoiron.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.