Rodja Peduli

Kaidah Fiqih - Mandzuumah Ushuulil Fiqhi wa Qawaa'idihi

Kaidah Fiqih: Sesuatu Hukumnya Ada ketika Dia Mengikuti yang Lain, tetapi ketika Dia Berdiri Sendiri maka Tidak Ada Hukumnya – Bait 77-78 (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.)

By  |  pukul 8:29 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 08 Januari 2019 pukul 5:11 am

Tautan: https://rodja.id/28r

Kajian kaidah fiqih oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Kajian ini merupakan kelanjutan dari pembahasan Kaidah Fiqih yang disampaikan oleh Ustadz Kurnaedi di Radio Rodja dan RodjaTV, di mana rekaman yang dapat Anda download kali ini adalah hasil rekaman kajian yang live pada Kamis pagi, 19 Rabi’ul Akhir 1435 / 20 Februari 2014. Pembahasan kali ini melanjutkan bait ke-76, tentang Bolehnya Mengambil Harta yang Dibolehkan secara Syari’at walaupun dengan Sembunyi-sembunyi. Bait ke-77 membahas tentang Sesuatu Hukumnya Ada ketika Dia Mengikuti yang Lain, tetapi ketika Dia Berdiri Sendiri maka Tidak Ada Hukumnya, sedangkan bait ke-78 itu merupakan contoh permasalahan dari bait ke-77. Semoga bermanfaat.

[sc:status-kaidah-fiqih-ustadz-kurnaedi-2013]

Daftar Isi

Baca Juga:
Kaidah-Kaidah Fiqih (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Ringkasan Kajian Kaidah Fiqih

Bait ke-77: Sesuatu Hukumnya Ada ketika Dia Mengikuti yang Lain, tetapi ketika Dia Berdiri Sendiri maka Tidak Ada Hukumnya (قَدْ يَثْبُتُ الشَّيْءُ لِغَيْرِهِ تَبَعْ وَإنْ يَكُنْ لَوِ اسْتَقَلَّ لَامْتَنَعْ)

[04:13]

Di dalam kaidah ini Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa sesuatu itu hukumnya ada ketika mengikuti yang lainnya, sedangkan ketika berdiri sendiri maka tidak ada hukumnya. Beliau berkata:

قَدْ يَثْبُتُ الشَّيْءُ لِغَيْرِهِ تَبَعْ وَإنْ يَكُنْ لَوِ اسْتَقَلَّ لَامْتَنَعْ

Sesuatu itu hukumnya ada ketika mengikuti yang lain, tetapi ketika dia berdiri sendiri maka tidak ada hukumnya.
Adapun contoh dari penerapan kaidah ini ada pada bait yang berikutnya, yaitu bait ke-78.

Bait ke-78: Seperti hewan ternak yang hamil apabila janin yang ada diperutnya itu dijual maka hukumnya haram. Akan tetapi jika yang dijual itu adalah hewan ternak yang hamil tadi, maka hukumnya boleh. (كَحَامِلٍ إنْ بِيْعَ حَمْلُهَا امْتَنَعْ وَلَوْ تُبَاعُ حَامِلاً لَمْ يَمْتَنِعْ)

[19:48]

Bait ke-78 ini merupakan contoh penerapan kaidah yang ada apada bait yang ke-77 di atas. Bagaimana penjelasan lengkap mengenai dua kaidah ini? Mari kita simak paparan jelas dan lengkap dari Ustadz Kurnaedi. Dan ikuti terus pelajaran Kaidah-kaidah fiqih yang diangkat dari kitab Mandzumah Ushulil Fiqhi wa Qawaidihi, yang merupakan buah karya seorang ulama besar, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah.

Download Kajian Kaidah Fiqih, Kitab Mandzumah Ushul Al-Fiqh wa Qawa’idihi: Bait 77-78 – Sesuatu Hukumnya Ada ketika Dia Mengikuti yang Lain, tetapi ketika Dia Berdiri Sendiri maka Tidak Ada Hukumnya

Baca Juga:
Tujuan Syariat Islam - Ushul Fiqih

Raihlah kebaikan yang banyak dengan membagikan tautan ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ Anda. Jazakumullahu khoiron.

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.