Telegram Rodja Official

Syarh Riyaadhush Shaalihiin

Bab Keutamaan Menyegerakan Berbuka Puasa hingga Bab Beberapa Permasalahan yang Berkaitan dengan Puasa – Bab 222-224 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr)

By  |  pukul 6:10 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 30 Mei 2017 pukul 3:15 pm

Tautan: http://rodja.id/1c8

Ceramah agama tentang kajian kitab Riyadhush Shalihin oleh: Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Abdullah Roy, M.A.

Ceramah agama Islam bersama Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr dengan pembahasan kitab Riyadhush Shalihin, karya Imam An-Nawawi Asy-Syafi’i, yang live disampaikan pada Ahad, 17 Rabi’ul ‘Awwal 1435 / 19 Januari 2014, pukul 16:50-18:00 WIB. Pertemuan kali ini membahas bagian terakhir dari Bab ke-222, yaitu tentang “Bab Keutamaan Menyegerakan Berbuka Puasa, Apa yang Digunakan untuk Berbuka, dan Apa yang Diucapkan setelah Berbuka Puasa“, dilanjutkan dengan Bab ke-223, yaitu tentang “Bab Anjuran untuk Menjaga Lisan bagi Mereka yang Berpuasa” dan Bab ke-224, yaitu tentang “Bab Beberapa Permasalahan yang Berkaitan dengan Puasa“. Bagian pertama dari bab ke-222 ini dapat diunduh pada rekaman kajian pekan sebelumnya.

[sc:status-riyadhush-shalihin-syaikh-abdur-razzaq-abdul-muhsin-2013]

Daftar Isi

Baca Juga:
Untuk Apa Kita Berpuasa?

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Riyadhush Shalihin Ini: Kitab Fadhilah / Keutamaan Amal (كتَاب الفَضَائِل

Bab ke-222: Bab Keutamaan Menyegerakan Berbuka Puasa, Apa yang Digunakan untuk Berbuka, dan Apa yang Diucapkan setelah Berbuka Puasa (باب فضل تعجيل الفطر وَمَا يفطر عَلَيْهِ، وَمَا يقوله بعد الإفطار) – Bagian ke-2

[00:02]
Dari sahabat ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا أقْبَلَ اللَّيْلُ مِنْ هاهُنَا، وَأدْبَرَ النهارُ مِنْ هَاهُنَا، وَغَرَبَتِ الشَّمْسُ، فَقَدْ أفْطَرَ الصَّائِمُ

“Apabila malam telah datang dari arah sana (timur), dan siang sudah pergi dari arah sana (barat), dan matahari telah tenggelam, maka telah berbuka orang yang berpuasa.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits berikutnya:

وعن أَبي إبراهيم عبدِ الله بنِ أَبي أوفى رضي الله عنهما، قَالَ: سِرْنَا مَعَ رسولِ الله – صلى الله عليه وسلم – وَهُوَ صَائِمٌ، فَلَمَّا غَرَبَتِ الشَّمْسُ، قَالَ لِبَعْضِ القَوْمِ: «يَا فُلاَنُ انْزِلْ فَاجْدَحْ لَنَا»، فَقَالَ: يَا رسول الله، لَوْ أمْسَيْتَ؟ قَالَ: «انْزِلْ فَاجْدَحْ لَنَا» قَالَ: إنَّ عَلَيْكَ نَهَارًا، قَالَ: «انْزِلْ فَاجْدَحْ لَنَا» قَالَ: فَنَزَلَ فَجَدَحَ لَهُمْ فَشَرِبَ رسولُ الله – صلى الله عليه وسلم – ثُمَّ قَالَ: «إِذَا رَأَيْتُمُ اللَّيْلَ قَدْ أقْبَلَ مِنْ هاهُنَا، فَقَدْ أفْطَرَ الصَّائِمُ» وَأشَارَ بِيَدِهِ قِبَلَ المَشْرِقِ. متفقٌ عَلَيْهِ.

Dan dari Abdullah bin Abi Aufa radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata, “Kami melakukan perjalanan bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa, maka ketika tenggelamnya matahari beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada sebagian kita, “Wahai Fulan, turunlah dan buatlah adonan tepung untuk kita,” maka sahabat tersebut mengatakan, “Ya Rasulullah, bagaimana jika kita menunggu lebih sore lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Turunlah dan buatlah adonan untuk kita.” Sahabat tersebut mengatakan, “Sesungguhnya masih siang, ya Rasulullah,” Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Turunlah dan buatlah adonan untuk kita.” Maka turunlah sahabat tersebut dan membuatkan adonan tepung untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya, kemudian beliau minum dan berkata, “Seandainya kalian melihat malam sudah datang dari arah sana, maka sungguh sudah berbuka orang yang berpuasa.” Dan beliau mengisyaratkan ke arah timur.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Baca Juga:
Keutamaan Menghadiri Majelis Ilmu Dinaungi Sayap Malaikat

Bab ke-223: Bab Anjuran untuk Menjaga Lisan bagi Mereka yang Berpuasa (باب أمر الصائم بحفظ لسانه وجوارحه عن المخالفات والمشاتمة ونحوها)

[22.36]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

“Jika kamu sedang berpuasa, janganlah berkata kotor dan berteriak-teriak. Jika ada yang memaki atau mengajak bertengkar katakanlah, “Saya sedang puasa.”” (Muttafaqun ‘alaihi)

Bab ke-224: Bab Beberapa Permasalahan yang Berkaitan dengan Puasa (باب في مسائل من الصوم)

[36.31]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا نَسِيَ أَحَدُكُمْ، فَأكَلَ، أَوْ شَرِبَ، فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ، فَإنَّمَا أطْعَمَهُ اللهُ وَسَقَاهُ. متفقٌ عَلَيْهِ

“Jika salah satu dari kalian lupa kemudian makan atau minum, maka sempurnakanlah puasanya. Karena sesungguhnya Allah lah yang telah memberikan makan dan minum kepadanya”. (Muttafaqun ‘alaihi)

Download dan simak selengkapnya kajian kitab Riyadhush Shalihin bersama Syaikh ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdilmuhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafidzahullah.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Bab 222-224 – Bab Keutamaan Menyegerakan Berbuka Puasa hingga Bab Beberapa Permasalahan yang Berkaitan dengan Puasa

Mari turut berbagi ilmu dan kebaikan dengan berbagi link download ceramah ini ke Facebook, Twitter, dan Google+. Jazakumullahu khoiron.

3 Comments

  1. Al Hidayat

    Selasa, 30 Mei 2017 at 1:43 PM

    The requested URL was not found on this server.

    Please check the URL or contact the webmaster.

    • Radio Rodja

      Selasa, 30 Mei 2017 at 3:16 PM

      linknya sudah kami perbaiki, syukran

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 54 = 62

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.