Telegram Rodja Official

Syarh Riyaadhush Shaalihiin

Bab Larangan Mendahului Ramadhan dengan Berpuasa hingga Bab Keutamaan Menyegerakan Berbuka Puasa – Bagian ke-1 – Bab 219-222 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr)

By  | 

Ceramah agama tentang kajian kitab Riyadhush Shalihin oleh: Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Abdullah Roy, M.A.

Silakan simak kembali, pelajaran-pelajaran berharga dari kitab karangan ulama kenamaan, Imam An-Nawawi Asy-Syafi’i rahimahullah, Riyadhush Shalihin. Rekaman ini adalah lanjutan dari kajian Riyadhush Shalihin sebelumnya yang membahas bab 217-218. Pembahasan kitab oleh Syaikh Abdur Razzaq bin Abdil Muhsin Al-Abbad Al-Badr dengan beberapa bab sekaligus, di antaranya, Bab ke-219 yaitu “Bab Larangan Mendahului Ramadhan dengan Berpuasa setelah Pertengahan Sya’ban, kecuali Orang yang Melanjutkan Puasa Sebelumnya atau Bertepatan dengan Kebiasaan Dia, seperti Orang yang Memiliki Kebiasaan Puasa pada Senin dan Kamis“; Bab ke-220 yaitu “Bab Apa yang Diucapkan ketika Melihat Hilal“; Bab ke-221 yaitu “Bab Keutamaan Melakukan Sahur dan Mengakhirkannya selama Tidak Takut Terbit Fajar“; dan bagian pertama dari Bab ke-222 tentang “Bab Keutamaan Menyegerakan Berbuka Puasa, Apa yang Digunakan untuk Berbuka, dan Apa yang Diucapkan setelah Berbuka Puasa“. Rekaman ini diambil dari siaran live di Rodja pada Senin sore, 11 Rabi’ul Awwal 1435 / 13 Januari 2014.

[sc:status-riyadhush-shalihin-syaikh-abdur-razzaq-abdul-muhsin-2013]

Daftar Isi

Baca Juga:
Makna dan Konsekuensi Kalimat Hauqalah - Bagian ke-1 - Kajian Aqidah (Ustadz Abdullah Zaen, M.A.)

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Riyadhush Shalihin Ini: Kitab Fadhilah / Keutamaan Amal (كتَاب الفَضَائِل

Bab ke-219: Bab Larangan Mendahului Ramadhan dengan Berpuasa setelah Pertengahan Sya’ban, kecuali Orang yang Melanjutkan Puasa Sebelumnya atau Bertepatan dengan Kebiasaan Dia, seperti Orang yang Memiliki Kebiasaan Puasa pada Senin dan Kamis (باب النهي عن تقدم رمضان بصوم بعد نصف شعبان إِلاَّ لمن وصله بما قبله أَوْ وافق عادة لَهُ بأن كَانَ عادته صوم الإثنين والخميس فوافقه)

[00:25]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَ يَتَقَدَّمَنَّ أَحَدُكُم رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ، إِلاَّ أَنْ يَكُونَ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَومَهُ، فَليَصُمْ ذَلِكَ اليَوْمَ

Janganlah salah seorang di antara kalian mendahului Ramadhan dengan puasa 1 atau 2 hari, kecuali seseorang yang sudah berpuasa sebelumnya (artinya: sudah memiliki kebiasaan) maka hendaklah dia berpuasa pada hari tersebut.” (Hadits muttafaqun ‘alaih)

Bab ke-220: Bab Apa yang Diucapkan ketika Melihat Hilal (باب مَا يقال عند رؤية الهلال)

[15:44]
Dari Thalhah bin ‘Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu:

كَانَ إِذَا رَأى الهلاَلَ، قَالَ: اللَّهُمَّ أهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأمْنِ وَالإيمانِ، وَالسَّلاَمَةِ وَالإسْلاَمِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللهُ، هِلالُ رُشْدٍ وخَيْرٍ

“Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dahulu apabila melihat hilal (bulan sabit), beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan: اللَّهُمَّ أهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأمْنِ وَالإيمانِ، وَالسَّلاَمَةِ وَالإسْلاَمِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللهُ، هِلالُ رُشْدٍ وخَيْرٍ (Artinya: Ya Allah, perlihatkan kepada kami bulan sabit dengan keamanan dan keimanan, dengan keselamatan dan keIslaman, Rabbku dan Rabbmu adalah Allah, hilal yang membawa petunjuk dan kebaikan.” (H.R. At-Tirmidzi)

Baca Juga:
Kapan Mengucapkan Kalimat Hauqalah - Kajian Aqidah (Ustadz Abdullah Zaen, M.A.)

Bab ke-221: Bab Keutamaan Melakukan Sahur dan Mengakhirkannya selama Tidak Takut Terbit Fajar (باب فضل السحور وتأخيره مَا لَمْ يخش طلوع الفجر)

[26:04]
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

تَسَحَّرُوا؛ فَإنَّ في السُّحُورِ بَرَكَةً

“Hendaklah kalian melakukan sahur karena sesungguhnya di dalam sahur itu ada barokah.” (Muttafaqun ‘alaih)

Bab ke-222: Bab Keutamaan Menyegerakan Berbuka Puasa, Apa yang Digunakan untuk Berbuka, dan Apa yang Diucapkan setelah Berbuka Puasa (باب فضل تعجيل الفطر وَمَا يفطر عَلَيْهِ، وَمَا يقوله بعد الإفطار) – Bagian ke-1

[45:34]
Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الفِطْرَ

“Senantiasa manusia di dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa.” (Muttafaqun ‘alaih)

Alhamdulillah, mari kita simak pemaparan lebih lanjut, penjelasan penuh manfaat dari kitab sarat faedah, Riyadhush Shalihin bersama ulama kenamaan dari Madinah, putra seorang ulama besar zaman ini, Syaikh ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdilmuhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafidzahullah.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Bab 219-222 – Bab Larangan Mendahului Ramadhan dengan Berpuasa hingga Bab Keutamaan Menyegerakan Berbuka Puasa (Bagian ke-1)

Ayo share ke Facebook, Twitter, dan Google+. Jazakumullahu khoiron.

1 Comment

    Tinggalkan Balasan

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.