Telegram Rodja Official

Syarh Riyaadhush Shaalihiin

Bab Wajibnya Berpuasa Ramadhan dan Keutamaannya dan Bab Memperbanyak Kebaikan di Bulan Ramadhan – Bab 217-218 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr)

By  | 

Ceramah agama tentang kajian kitab Riyadhush Shalihin oleh: Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Abdullah Roy, M.A.

Ceramah agama Islam bersama Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr dengan pembahasan kitab Riyadhush Shalihin, karya Imam An-Nawawi Asy-Syafi’i, yang live disampaikan pada Ahad, 10 Rabi’ul ‘Awwal 1435 / 12 Januari 2014, pukul 16:50-18:00 WIB. Pertemuan kali ini membahas 2 bab, yaitu Bab ke-217 dan Bab ke-218, yaitu berturut-turut di antaranya tentang “Bab Wajibnya Berpuasa Ramadhan dan Penjelasan Keutamaan Berpuasa dan Apa yang Berkaitan dengannya” dan “Bab Kedermawanan, Melakukan Kebajikan, dan Memperbanyak Kebaikan di Bulan Ramadhan dan Menambah Kebaikan Tersebut pada Sepuluh Hari yang Terakhir dari Bulan Ramadhan.”

[sc:status-riyadhush-shalihin-syaikh-abdur-razzaq-abdul-muhsin-2013]

Daftar Isi

Baca Juga:
Larangan Memakai Bejana Emas dan Perak untuk Makan, Minum, Bersuci, dan Lainnya, hingga Larangan Diam Seharian sampai Malam Hari - Bab 364-366 - Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-Badr)

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Riyadhush Shalihin Ini: Kitab Fadhilah / Keutamaan Amal (كتَاب الفَضَائِل

Bab ke-217: Bab Wajibnya Berpuasa Ramadhan dan Penjelasan Keutamaan Berpuasa dan Apa yang Berkaitan dengannya (باب وجوب صوم رمضان وبيان فضل الصيام وَمَا يتعلق بِهِ)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (١٨٣) أَيَّاماً مَّعْدُودَاتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْراً فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَأَن تَصُومُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ (١٨٤) شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (١٨٥)

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (183) (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (184) (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjukNya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (185)” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 183-185)

Baca Juga:
Keutamaan dan Manfaat Dzikir ke-58-59 - Dzikir Termasuk Penolong Terbesar untuk Melaksanakan Ketaatan kepada Allah dan Dzikir Memudahkan Urusan Seorang Hamba - Kitab Al-Wabilush Shayyib (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

قَالَ اللهُ – عز وجل: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَام، فَإنَّهُ لِي وَأنَا أجْزِي بِهِ، وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَإذَا كَانَ يَومُ صَوْمِ أحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ فإنْ سَابَّهُ أحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ: إنِّي صَائِمٌ. وَالذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيحِ المِسْكِ. لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا: إِذَا أفْطَرَ فَرِحَ بفطره، وَإذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ

“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Setiap amalan anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa, karena sesungguhnya puasa adalah untukKu dan Akulah yang membalasnya.” Dan puasa adalah perisai. Apabila salah seorang di antara kalian berpuasa, maka janganlah dia berkata yang jorok dan janganlah dia mengeraskan suara. Maka apabila salah seorang memakinya (atau mencelanya, atau mengajaknya bertengkar) maka hendaklah dia mengatakan: “Sesungguhnya aku sedang berpuasa.” Dan demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tangannya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala daripada bau kasturi. Dan orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan: ketika dia berbuka puasa (bergembira / berbahagia dengan berbuka puasanya) dan kegembiraan ketika dia bertemu dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala (dia bahagia dengan puasanya).” (H.R. Bukhari dan Muslim. Dan lafadz ini adalah riwayat Al-Imam Bukhari.)

Baca Juga:
Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 1198-1206 - TPP: Larangan Mendatangi Shalat dengan Tergesa-gesa hingga Larangan Memaksa Anak Wanita untuk Menikah (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Bab ke-218: Bab Kedermawanan, Melakukan Kebajikan, dan Memperbanyak Kebaikan di Bulan Ramadhan dan Menambah Kebaikan Tersebut pada Sepuluh Hari yang Terakhir dari Bulan Ramadhan (باب الجود وفعل المعروف والإكثار من الخير في شهر رمضان والزيادة من ذَلِكَ في العشر الأواخر منه)

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:

كَانَ رسول الله – صلى الله عليه وسلم – أجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أجْوَدَ مَا يَكُونُ في رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْريلُ، وَكَانَ جِبْريلُ يَلْقَاهُ في كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ القُرْآنَ، فَلَرَسُولُ الله – صلى الله عليه وسلم – حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبرِيلُ أجْوَدُ بالخَيْرِ مِن الرِّيحِ المُرْسَلَةِ

“Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan ketika bulan Ramadhan, ketika bertemu dengan Jibril ‘alaihis salam. Dan Jibril ‘alaihis salam bertemu dengan beliau setiap malam di bulan Ramadhan, kemudian saling mempelajari Al-Qur’an. Maka sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika bertemu dengan Jibril, lebih dermawan daripada angin yang berhembus.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Simak selengkapnya kajian kitab Riyadhush Shalihin bersama ulama Madinah, Syaikh ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdilmuhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafidzahullah, download sekarang juga rekamannya.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Bab 217-218 – Bab Wajibnya Berpuasa Ramadhan dan Keutamaannya dan Bab Memperbanyak Kebaikan di Bulan Ramadhan

Baca Juga:
Bekal Indah untuk Ramadhan Berkah - Bagian ke-5: Puncak Berkah Ramadhan pada 10 Hari Terakhirnya (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Mari berbagi ke Facebook, Twitter, dan Google+. Bagikan tautan download ceramah yang bermanfaat ini ke akun media sosial Anda. Jazakumullahu khoiron.

Telegram Rodja Official

3 Comments

  1. A

    Selasa, 18 Februari 2014 at 9:23 AM

    Assalamu’alaikum, admin hafizhokumullah.

    Sdh brp lama rekaman syarah RS oleh Syaikh Abdurrozzaq?? Saran ana, gak perlu nunggu untuk membuat catatan hadits ataupun qurannya, tapi upload saja dulu, nanti Insya Allah, klo ada waktu lowong ditambahkan catatannya.

    Atau, rekrut tenaga baru untuk tugas edit audio dan upload ceramah! Semoga Allah menolong kalian dlm menegakkan hujjah pada manusia, aamiin.

    Kami tdk bs menyimak kajian tersebut krn bertepatan dgn waktu maghrib di wilayah indonesia bagian tengah. Jd solusinya, kami cuma download rekamannya di rodja.

    • Abu Azka

      Jumat, 28 Februari 2014 at 12:16 AM

      Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, terima kasih atas sarannya dan sebelumnya kami juga mengharapkan kejujuran antum dalam memberikan identitas saat memberikan komentar sebagai dari upaya ketulusan antum dalam memberikan masukan yang sangat berharga ini.

      Mengenai upload kajian memang kami banyak terkendala disisi sdm. Jika kami upload dahulu dan kemudian baru memberikan catatan dilain hari tentunya ini akan membuat kerjaan menjadi double dan bertambah banyak mengingat begitu banyaknya jadwal kajian live yang diselenggarakan dalam satu hari dan dengan sebisa mungkin kami bisa mengupdatenya di website. Mengapa harus memberikan catatan? Agar hal ini juga bisa menjadi pelajaran kembali buat kami dari pelajaran yang sudah disampaikan oleh syaikh atau ustadz yang menjadi narasumber.

      Mengenai menambah kru, tentu hal ini memang adalah satu-satunya solusi agar kajian bisa selalu update di web. Permasalahannya tidak semudah itu mengingat keterbatasan kami dalam hal dana.
      Perlu diketahui bahwa saat ini kajian live dalam sepekan kurang lebih sebanyak 22 kali di radio dan 17 kali di tv. Dan yang mengurusi kajian khusus radio hanya dipegang oleh 1 orang untuk mengupdatenya.
      Justru kami akan sangat senang sekali jika antum semua bisa membantu kami agar kajian di web bisa update setelah 1 jam kajian diselenggarakan agar bisa bermanfaat untuk para thalabul ilmi. Sedangkan sebelum kami upload ke web harus melalui prosesur editing dan juga kompresi. Sedangkan kajian yang berlangsung rata-rata berdurasi 1 – 2 jam.

      Harap maklum akan kekurangan kami dan semoga kita semua diberikan kemudahan oleh Allah dalam segala aktifitas kita. Syukron, Jazakallahu Khairan.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.