Masjid Al-Barkah

Syarh Riyaadhush Shaalihiin

Bab Wajibnya Berpuasa Ramadhan dan Keutamaannya dan Bab Memperbanyak Kebaikan di Bulan Ramadhan – Bab 217-218 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr)

By  |  pukul 6:10 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 06 Desember 2018 pukul 5:28 am

Tautan: https://rodja.id/26p

Ceramah agama tentang kajian kitab Riyadhush Shalihin oleh: Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Abdullah Roy, M.A.

Ceramah agama Islam bersama Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr dengan pembahasan kitab Riyadhush Shalihin, karya Imam An-Nawawi Asy-Syafi’i, yang live disampaikan pada Ahad, 10 Rabi’ul ‘Awwal 1435 / 12 Januari 2014, pukul 16:50-18:00 WIB. Pertemuan kali ini membahas 2 bab, yaitu Bab ke-217 dan Bab ke-218, yaitu berturut-turut di antaranya tentang “Bab Wajibnya Berpuasa Ramadhan dan Penjelasan Keutamaan Berpuasa dan Apa yang Berkaitan dengannya” dan “Bab Kedermawanan, Melakukan Kebajikan, dan Memperbanyak Kebaikan di Bulan Ramadhan dan Menambah Kebaikan Tersebut pada Sepuluh Hari yang Terakhir dari Bulan Ramadhan.”

[sc:status-riyadhush-shalihin-syaikh-abdur-razzaq-abdul-muhsin-2013]

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Riyadhush Shalihin Ini: Kitab Fadhilah / Keutamaan Amal (كتَاب الفَضَائِل

Bab ke-217: Bab Wajibnya Berpuasa Ramadhan dan Penjelasan Keutamaan Berpuasa dan Apa yang Berkaitan dengannya (باب وجوب صوم رمضان وبيان فضل الصيام وَمَا يتعلق بِهِ)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (١٨٣) أَيَّاماً مَّعْدُودَاتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْراً فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَأَن تَصُومُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ (١٨٤) شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (١٨٥)

Baca Juga:
Bekal Indah untuk Ramadhan Berkah - Bagian ke-5: Puncak Berkah Ramadhan pada 10 Hari Terakhirnya (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (183) (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (184) (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjukNya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (185)” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 183-185)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Baca Juga:
Dzikir Sesudah Mengerjakan Shalat Lima Waktu

قَالَ اللهُ – عز وجل: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَام، فَإنَّهُ لِي وَأنَا أجْزِي بِهِ، وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَإذَا كَانَ يَومُ صَوْمِ أحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ فإنْ سَابَّهُ أحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ: إنِّي صَائِمٌ. وَالذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيحِ المِسْكِ. لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا: إِذَا أفْطَرَ فَرِحَ بفطره، وَإذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ

“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Setiap amalan anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa, karena sesungguhnya puasa adalah untukKu dan Akulah yang membalasnya.” Dan puasa adalah perisai. Apabila salah seorang di antara kalian berpuasa, maka janganlah dia berkata yang jorok dan janganlah dia mengeraskan suara. Maka apabila salah seorang memakinya (atau mencelanya, atau mengajaknya bertengkar) maka hendaklah dia mengatakan: “Sesungguhnya aku sedang berpuasa.” Dan demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tangannya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala daripada bau kasturi. Dan orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan: ketika dia berbuka puasa (bergembira / berbahagia dengan berbuka puasanya) dan kegembiraan ketika dia bertemu dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala (dia bahagia dengan puasanya).” (H.R. Bukhari dan Muslim. Dan lafadz ini adalah riwayat Al-Imam Bukhari.)

Bab ke-218: Bab Kedermawanan, Melakukan Kebajikan, dan Memperbanyak Kebaikan di Bulan Ramadhan dan Menambah Kebaikan Tersebut pada Sepuluh Hari yang Terakhir dari Bulan Ramadhan (باب الجود وفعل المعروف والإكثار من الخير في شهر رمضان والزيادة من ذَلِكَ في العشر الأواخر منه)

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:

Baca Juga:
Akhlak Muslim kepada Rabbnya: Takut / Khauf (Bagian ke-3) - Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

كَانَ رسول الله – صلى الله عليه وسلم – أجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أجْوَدَ مَا يَكُونُ في رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْريلُ، وَكَانَ جِبْريلُ يَلْقَاهُ في كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ القُرْآنَ، فَلَرَسُولُ الله – صلى الله عليه وسلم – حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبرِيلُ أجْوَدُ بالخَيْرِ مِن الرِّيحِ المُرْسَلَةِ

“Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan ketika bulan Ramadhan, ketika bertemu dengan Jibril ‘alaihis salam. Dan Jibril ‘alaihis salam bertemu dengan beliau setiap malam di bulan Ramadhan, kemudian saling mempelajari Al-Qur’an. Maka sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika bertemu dengan Jibril, lebih dermawan daripada angin yang berhembus.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Simak selengkapnya kajian kitab Riyadhush Shalihin bersama ulama Madinah, Syaikh ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdilmuhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafidzahullah, download sekarang juga rekamannya.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Bab 217-218 – Bab Wajibnya Berpuasa Ramadhan dan Keutamaannya dan Bab Memperbanyak Kebaikan di Bulan Ramadhan

Mari berbagi ke Facebook, Twitter, dan Google+. Bagikan tautan download ceramah yang bermanfaat ini ke akun media sosial Anda. Jazakumullahu khoiron.

3 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.