Telegram Rodja Official

Syarh Riyaadhush Shaalihiin

Bab Keutamaan Memberi Makanan Berbuka kepada Orang yang Berpuasa hingga Bab Wajibnya Ibadah Haji – Bagian ke-1 – Bab 231-233 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr)

By  |  pukul 6:10 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 30 Mei 2017 pukul 3:03 pm

Tautan: http://rodja.id/1c6

Ceramah agama tentang kajian kitab Riyadhush Shalihin oleh: Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Abdullah Roy, M.A.

Lanjutan dari kajian kitab Syarah Riyadhush Shalihin bersama Syaikh ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdilmuhsin Al-‘Abbad Al-Badr, kajian ini merupakan rekaman yang pernah disiarkan secara live pada Ahad sore, 24 Rabi’ul Awwal 1435 / 26 Januari 2014 di Radio Rodja dan RodjaTV. Pada kajian sebelumnya, beliau membahas Bab 225 dan 230, dan kali ini beliau akan membahas 3 bab sekaligus, yaitu Bab 231 tentang Bab Keutamaan Memberi Makanan Berbuka kepada Orang yang Berpuasa, dan Bab 232 tentang Bab Keutamaan I’tikaf di Bulan Ramadhan, dan Bab 233 tentang Bab Wajibnya Ibadah Haji dan Keutamaannya.

[sc:status-riyadhush-shalihin-syaikh-abdur-razzaq-abdul-muhsin-2013]

Daftar Isi

Baca Juga:
Menggapai Keberkahan Ramadhan

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Riyadhush Shalihin Ini: Kitab Fadhilah / Keutamaan Amal (كتَاب الفَضَائِل, Kitab I’tikaf (كتَاب الاعْتِكَاف), dan Kitab Haji (كتَاب الحَجّ)

Bab ke-231: Keutamaan Memberi Makanan Berbuka kepada Orang yang Berpuasa shallallahu ‘alaihi wa sallam (باب فضل من فطَّر صائمًا وفضل الصائم الذي يؤكل عنده ودعاء الآكل للمأكول عنده)

[00.01]
Dari Zaid bin Khalid Al-Juhaniy radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا، كَانَ لَهُ مِثْلُ أجْرِهِ، غَيْرَ أنَّهُ لاَ يُنْقَصُ مِنْ أجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ. رواه الترمذي

“Barangsiapa yang memberi makan (untuk berbuka) kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahalanya dan tidak akan berkurang dari pahala orang yang berpuasa sedikit pun.” (HR At-Tirmidzi)

Bab ke-232: Bab Keutamaan I’tikaf di Bulan Ramadhan (باب الاعتكاف في رمضان)

[14.19]
Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:

كَانَ رسولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – يَعْتَكِفُ العَشْرَ الأوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ. متفقٌ عَلَيْهِ

“Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan i’tikaf pada 10 hari yang terakhir di bulan Ramadhan.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Bab ke-233: Bab Wajibnya Ibadah Haji dan Keutamaannya (باب وجوب الحج وفضله)

[23.22]
Allah Ta’ala berfirman:

وَلِلّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ الله غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah . Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS Ali Imran [3]: 97)

Baca Juga:
Keutamaan Membaca Surat Al-Baqarah di Rumah (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.)

Alhamdulillah, mari kita simak pembahasan kitab Riyadhush Shalihin oleh Asy-Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafidzahullah. Semoga bermanfaat.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Bab 231-233 – Bab Keutamaan Memberi Makanan Berbuka kepada Orang yang Berpuasa hingga Bab Wajibnya Ibadah Haji dan Keutamaannya (Bagian ke-1)

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link ceramah agama ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Jazakumullahu khoiron.

3 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 × 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.