Masjid Al-Barkah

Syarh Riyaadhush Shaalihiin

Bab Wajibnya Ibadah Haji dan Keutamaannya – Bagian ke-2 – Bab 233 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr)

By  |  pukul 6:10 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 31 Agustus 2023 pukul 6:21 am

Tautan: https://rodja.id/50a

Notice: Undefined variable: PodpressSettings in /home/customer/www/radiorodja.com/public_html/wp-content/plugins/powerpress/powerpress.php on line 4233

Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home/customer/www/radiorodja.com/public_html/wp-content/plugins/powerpress/powerpress.php on line 4233

Ceramah agama tentang kajian kitab Riyadhush Shalihin oleh: Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Abdullah Roy, M.A.

Rekaman ceramah agama ini merupakan lanjutan dari kitab Syarah Riyadhush Shalihin yang dikaji oleh Syaikh ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdilmuhsin Al-‘Abbad Al-Badr, dan pernah disiarkan secara live pada Senin sore, 25 Rabi’ul Awwal 1435 / 27 Januari 2014 di Radio Rodja dan RodjaTV. Pada kajian sebelumnya, beliau membahas Bab 231-233 tentang Bab Keutamaan Memberi Makanan Berbuka kepada Orang yang Berpuasa hingga Bab Wajibnya Ibadah Haji dan Keutamaannya (Bagian ke-1), dan kali ini beliau akan membahas tentang Bab Wajibnya Ibadah Haji dan Keutamaannya yang merupakan bagian ke-2 dari Bab 233.

[sc:status-riyadhush-shalihin-syaikh-abdur-razzaq-abdul-muhsin-2013]

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Riyadhush Shalihin Ini: Kitab Haji (كتَاب الحَجّ)

Bab ke-233: Bab Wajibnya Ibadah Haji dan Keutamaannya (باب وجوب الحج وفضله) – Bagian ke-2

Dari Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwasanya ada seorang wanita berkata kepada Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

يَا رَسُوْلَ اللهِ، إنَّ فَرِيضَةَ اللهِ عَلَى عِبَادِهِ في الحَجِّ، أدْرَكَتْ أَبي شَيْخًا كَبِيرًا، لاَ يَثْبُتُ عَلَى الرَّاحِلَةِ أفَأحُجُّ عَنْهُ؟ قَالَ: «نَعَمْ». متفقٌ عَلَيْهِ

“Wahai Rasululullah sesungguhnya Allah mewajibkan haji kepada hamba-hambaNya, dan saya menjumpai bapak saya dalam keadaan sudah tua dan dia tidak bisa tetap (naik) di atas kendaraan, apakah saya boleh menghajikan untuknya? Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Ya””. (Muttafaqun ‘Alaihi)

Dari Saib bin Yazid radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

حُجَّ بِي مَعَ رسولِ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – في حَجةِ الوَدَاعِ، وَأنَا ابنُ سَبعِ سِنينَ. رواه البخاري

“Aku telah dihajikan bersama Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada saat Haji Wada’, dan saat itu saya berumur 7 tahun.” (HR Al-Bukhari)
Dari Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:

أنَّ رَسُوْلَ الله – صلى الله عليه وسلم – حَجَّ عَلَى رَحْلٍ وَكَانَتْ زَامِلَتهُ. رواه البخاري

“Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu pernah berhaji di atas onta, dan onta itulah yang membawa perbekalan beliau.” (HR Al-Bukhari)

Silahkan simak selengkapnya kajian bagian ke-2 sekaligus akhir pembahasan dari Bab Wajibnya Ibadah Haji dan Keutamaannya yang dikaji dari kitab Riyadhush Sholihin oleh Asy-Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafidzahullah.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Bab 233 – Bab Wajibnya Ibadah Haji dan Keutamaannya (Bagian ke-2)

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link ceramah agama ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Jazakumullahu khoiron.

1 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.