Tematik
Pertanyaan di Hari Kiamat
Pertanyaan di Hari Kiamat adalah tabligh akbar yang disampaikan oleh Syaikh Dr. Faris Yaslam Faraj Hafidzahullah pada Selasa, 15 Safar 1446 H / 20 Agustus 2024 M.
Tabligh Akbar Tentang Pertanyaan di Hari Kiamat
Pertama-tama, saya ingin mengawali dengan firman Allah Ta’ala:
هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ
“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (QS. Ar-Rahman [55]: 60)
Saya juga ingin mengambil dalil dari hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
لَا يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ
“Tidak pandai bersyukur kepada Allah orang yang tidak berterima kasih kepada manusia.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan yang lainnya).
Oleh karena itu, saya bersyukur kepada Allah Ta’ala atas nikmat yang begitu banyak, di mana Allah telah memberikan kesempatan kepada saya untuk datang ke negeri ini, hadir di majelis yang mulia ini, dan bertemu dengan saudara-saudaraku di tempat yang mulia ini. Saya juga berterima kasih kepada sahabat-sahabat saya hafidzahumullah yang -setelah Allah- dengan mereka mendatangkan saya ke negeri ini. Di antaranya adalah saudara kita Maududi Abdullah, yang dengan izin Allah telah mendatangkan saya ke negeri ini. Saya juga berterima kasih kepada saudara-saudaraku yang telah berjibaku menegakkan masjid dan markas ini, terutama saudara kita Badrusalam. Semoga Allah Ta’ala memberikan kepada mereka semua ganjaran yang melimpah dan kebaikan atas apa yang telah mereka lakukan.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
لاَ تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ، وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ، وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ
“Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa dia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa dia habiskan, tentang hartanya darimana dia dapatkan dan kemana dia belanjakan, dan tentang amal apa yang telah dia lakukan dari yang ia ketahui.” (HR. At-Tirmidzi)
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri dan Abi Barzah Al-Aslami dengan redaksi yang hampir serupa. Hadits ini dihasankan oleh Syekh Al-Albani. Dalam hadits ini terdapat banyak faedah, dan hendaknya kita memperhatikan dengan sungguh-sungguh karena di sinilah keselamatan diri kita pada hari kiamat.
Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyatakan bahwa kita pasti akan berdiri di hadapan Allah Ta’ala dan ditanya beberapa pertanyaan. Hal ini tidak ada khilaf (perbedaan pendapat) di kalangan ulama.
Di dalam hadits ini, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan bilangan “lima”, dan ini bertujuan untuk memberikan semangat kepada kita agar memperhatikan dan peduli terhadap hal-hal tersebut. Ini seperti hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang lainnya: “Ada tujuh golongan yang akan Allah naungi pada hari kiamat di bawah naungan-Nya, di saat tidak ada naungan selain naungan-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam hadits ini, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan tujuh golongan tersebut. Penyebutan bilangan ini dimaksudkan untuk memotivasi kita agar memahami dan menguasai tujuh bilangan tersebut. Ini mirip dengan hadits sebelumnya yang menyebutkan empat atau lima perkara yang akan ditanyakan kepada setiap manusia.
Seorang hamba pasti akan ditanya oleh Allah Ta’ala tentang usianya, bagaimana ia menghabiskannya sejak mencapai baligh hingga detik-detik kematiannya. Apakah 30 tahun, 50 tahun, atau berapa pun usianya saat meninggal, ia akan ditanya oleh Allah Ta’ala. Pertanyaan tentang usia ini akan datang, dan ia harus menjawab bagaimana ia mengamalkan usianya, apakah untuk ketaatan atau untuk hal lain.
Catatan amal kita akan mencatat semuanya dengan sempurna, mulai dari saat kita baligh hingga wafat. Sejak Allah Ta’ala mewajibkan kita untuk taklif (pembebanan) syariat, pertanyaan ini akan selalu menanti kita.
Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk peduli terhadap pertanyaan tentang usia kita, karena kita akan ditanya oleh Allah Ta’ala sejak baligh hingga datangnya kematian. Yang tentang kematian itu Allah berfirman:
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (QS. Al-A’raf[7]: 34)
Pada hari kiamat, kita akan ditanya tentang amalan-amalan kita. Para Salafus Shalih sangat peduli terhadap amal shalih dalam kehidupannya. Salah satunya adalah Hammad bin Salamah, seorang ulama Salafus Shalih. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa jika dikatakan kepada Hammad bin Salamah, “Sesungguhnya malaikat maut sudah ada di depan pintumu,“ maka ia tidak akan bisa menambah sedikit pun amal shalihnya.
Maksud dari pernyataan ini adalah bahwa Hammad bin Salamah selalu menghabiskan waktunya untuk ketaatan. Ia mengisi seluruh waktunya dengan membaca Al-Qur’an, berpuasa, shalat, dan beramal shalih. Seluruh usianya dihabiskan untuk itu. Ia selalu muraqabah terhadap Allah dalam setiap harinya, dan senantiasa melakukan amal shalih, mulai dari membaca Al-Qur’an, shalat, puasa, hingga belajar dan mengajarkan ilmu agama. Oleh karena itu, ketika dikatakan bahwa malaikat maut ada di depan pintunya, ia tidak lagi bisa menambah amalnya, karena seluruh waktunya telah ia isi dengan ketaatan.
Adapun kita, saudaraku, apa yang telah kita lakukan dalam usia yang telah Allah berikan? Bagaimana kita memanfaatkan usia kita? Jika dikatakan kepada kita bahwa malaikat maut sudah di depan pintu, niscaya kita semua akan berusaha menambah amal shalih. Mengapa demikian? Karena kita sadar bahwa amal shalih kita sangat kurang.
Jika seorang dokter mengatakan bahwa hidup kita hanya tinggal beberapa hari lagi, tentu kita akan memperbanyak ibadah dan mengisi waktu dengan ketaatan. Mengapa? Karena selama ini kita mungkin menyepelekan waktu dan mengabaikannya. Oleh karena itu, waktu adalah hal yang sangat berharga dalam syariat. Allah Ta’ala bersumpah dengan waktu dalam surah yang sangat masyhur:
وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ﴿٣﴾
“Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran” (QS. Al-‘Asr[103]: 1-3).
Sebagian ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan “masa” di sini adalah seluruh waktu, sementara sebagian lainnya berpendapat bahwa yang dimaksud adalah waktu antara Ashar dan Magrib. Allah boleh bersumpah dengan apa pun yang Dia inginkan, sementara kita sebagai seorang Muslim dilarang bersumpah kecuali dengan nama Allah. Allah bersumpah bahwa manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman dan beramal shalih.
Maka, merupakan keharusan bagi kita untuk memperbanyak amal shalih dalam kehidupan. Hendaknya kita memperbanyak berbagai macam ketaatan yang telah diajarkan oleh Allah. Dengan demikian, kita tidak akan menjadi orang-orang yang merugi. “Saling menasihati dalam kebenaran” adalah bagian dari amal saleh itu sendiri, namun Allah mengkhususkannya karena ini adalah amar makruf nahi munkar, yaitu mengajak manusia kepada kebaikan, terutama kepada tauhid, serta ketaatan kepada Allah Ta’ala.
“Mereka saling menasihati untuk bersabar.” Sabar adalah ibadah yang sangat agung dan hebat. Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an tentang sabar:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar[39]: 10)
Ayat ini menunjukkan bahwa ibadah sabar adalah sesuatu yang luar biasa, di mana Allah memberikan ganjaran kepada orang yang bersabar tanpa hisab.
Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.
Dengarkan dan Download Kajian Tabligh Akbar Tentang Pertanyaan di Hari Kiamat
Podcast: Play in new window | Download
Subscribe: RSS
Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link download tabligh akbar ini ke media sosial Antum. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Antum semua.




