Telegram Rodja Official

Silsilah Al-Ahaadiits Ash-Shahiihah

Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 865-869 – TPP: Keutamaan Berdakwah kepada Hidayah dan Celaaan terhadap Za’ama / Berkata Tanpa Ilmu (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

By  | 

Notice: Undefined variable: PodpressSettings in /home/radiorod/public_html/wp-content/plugins/powerpress/powerpress.php on line 3565

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Alhamdulillah, bisa kita download kembali, ceramah agama Islam dari pembahasan kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam. Pembahasan ini adalah lanjutan dari pertemuan sebelumnya tentang hadits ke-855 hingga hadits ke-864, yang menyinggung pula tentang hadits menjaga lisan dan manfaat habbatussauda’. Kemudian pada kesempatan kali ini, yang dibahas adalah hadits ke-865 hingga hadits ke-869. Adapun pembahasan penting yang sangat menarik pada rekaman ini adalah tentang Keutamaan Berdakwah kepada Hidayah sekaligus Ancaman Berdakwah kepada Kesesatan pada hadits ke-865, kemudian bahasan tentang Celaan terhadap Za’ama / Berkata tanpa Ilmu pada hadits ke-866. Kajian ini adalah yang diselenggarakan pada Ahad ba’da Maghrib, 29 Jumadal Ula 1435 / 30 Maret 2014 di Masjid Al-Barkah, Komplek Radio Rodja, Cileungsi, Bogor, serta disiarkan oleh Radio Rodja dan RodjaTV.

Termasuk Pembahasan Penting (TPP): “Keutamaan Berdakwah kepada Hidayah dan Ancaman Berdakwah kepada Kesesatan” dan “Celaaan terhadap Za’ama (Berkata tanpa Ilmu / Segala Sesuatu yang Tidak Berdasarkan Ilmu)”

Daftar Isi

Baca Juga:
Tafsir Surat Al-Jin Ayat 11-19 - Kitab Tafsir Al-Muyassar (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Program Kajian Kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah - Ustadz Badrusalam, Lc. di Radio Rodja dan RodjaTV

Simak program ini di Radio Rodja dan RodjaTV setiap:

Ahad malam, ba'da Maghrib - ba'da Isya' waktu Jakarta (18:00-19:30 WIB)



Status program Kajian Kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: AKTIF

Untuk memperoleh keutamaan menuntut ilmu, silakan Anda dapat turut hadir langsung pada kajian ini di: Masjid Jami' Al-Barkah, Jl.Pahlawan, Kp. Tengah, belakang Polsek Cileungsi, Cileungsi, Bogor

Ringkasan Ceramah Agama Islam: Hadits-hadits Shahih dari Kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah

Hadits ke-865: Keutamaan Berdakwah kepada Hidayah dan Ancaman Berdakwah kepada Kesesatan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من دعا إلى هدى كان له من الأجر مثل أجور من تبعه لا ينقص ذلك من أجورهم شيئا و من دعا إلى ضلالة كان عليه من الإثم مثل آثام من تبعه لا ينقص ذلك من آثامهم شيئا

“Barangsiapa yang berdakwah kepada hidayah (kepada petunjuk), maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, dan itu tidak mengurangi pahala-pahala mereka sedikit pun juga. Dan barangsiapa berdakwah kepada kesesatan, maka ia akan mendapatkan dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi dari dosa-dosa mereka sedikit pun juga.” (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ad-Darimi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Ahmad, dan Abu Ya’la)

Baca Juga:
Kaffarah Orang Sakit - Bab 226 - Kitab Al-Adab Al-Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

Hadits ke-866: Celaaan terhadap Za’ama (Berkata tanpa Ilmu / Segala Sesuatu yang Tidak Berdasarkan Ilmu)

[06:16]
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

بئس مطية الرجل زعموا

“Seburuk-buruk kendaraan seseorang itu za’amu.” (HR Ibnul Mubarak, Al-Bukhari, Abu Dawud, dan Ath-Thahawi)

Za’ama adalah berkata tanpa ilmu, menuduh tanpa tabayun, atau segala sesuatu yang tidak berdasarkan kepada ilmu / mengklaim sesuatu yang tidak ada buktinya.

Dst.

Mari download kajian kitab Silsilah Hadits Shahih ini dan bagikan file MP3 kajiannya kepada saudara-saudara Muslim kita.

Download Ceramah Agama Islam: Kitab Silsilah Hadits Shahih, Hadits ke-865 hingga ke-869

Yuk, kita bagikan tautan ini ke Facebook, Twitter, dan Google+. Jazakumullahu khoiron.

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.