Telegram Rodja Official

Silsilah Al-Ahaadiits Ash-Shahiihah

Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 865-869 – TPP: Keutamaan Berdakwah kepada Hidayah dan Celaaan terhadap Za’ama / Berkata Tanpa Ilmu (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

By  |  pukul 8:10 pm

Terakhir diperbaharui: Senin, 21 Desember 2015 pukul 9:39 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=5459

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Alhamdulillah, bisa kita download kembali, ceramah agama Islam dari pembahasan kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam. Pembahasan ini adalah lanjutan dari pertemuan sebelumnya tentang hadits ke-855 hingga hadits ke-864, yang menyinggung pula tentang hadits menjaga lisan dan manfaat habbatussauda’. Kemudian pada kesempatan kali ini, yang dibahas adalah hadits ke-865 hingga hadits ke-869. Adapun pembahasan penting yang sangat menarik pada rekaman ini adalah tentang Keutamaan Berdakwah kepada Hidayah sekaligus Ancaman Berdakwah kepada Kesesatan pada hadits ke-865, kemudian bahasan tentang Celaan terhadap Za’ama / Berkata tanpa Ilmu pada hadits ke-866. Kajian ini adalah yang diselenggarakan pada Ahad ba’da Maghrib, 29 Jumadal Ula 1435 / 30 Maret 2014 di Masjid Al-Barkah, Komplek Radio Rodja, Cileungsi, Bogor, serta disiarkan oleh Radio Rodja dan RodjaTV.

Termasuk Pembahasan Penting (TPP): “Keutamaan Berdakwah kepada Hidayah dan Ancaman Berdakwah kepada Kesesatan” dan “Celaaan terhadap Za’ama (Berkata tanpa Ilmu / Segala Sesuatu yang Tidak Berdasarkan Ilmu)”

[sc:status-silsilah-al-ahadits-ash-shahihah-ustadz-badrusalam-2013]

Daftar Isi

Baca Juga:
Keutamaan Wanita yang Bersabar Merawat Anaknya dan Dia Tidak Menikah, Mendidik Anak Yatim, serta Keutamaan Orang yang Ditinggal Mati oleh Anaknya - Hadits 141-151 - Kitab Adabul Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

Ringkasan Ceramah Agama Islam: Hadits-hadits Shahih dari Kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah

Hadits ke-865: Keutamaan Berdakwah kepada Hidayah dan Ancaman Berdakwah kepada Kesesatan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من دعا إلى هدى كان له من الأجر مثل أجور من تبعه لا ينقص ذلك من أجورهم شيئا و من دعا إلى ضلالة كان عليه من الإثم مثل آثام من تبعه لا ينقص ذلك من آثامهم شيئا

“Barangsiapa yang berdakwah kepada hidayah (kepada petunjuk), maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, dan itu tidak mengurangi pahala-pahala mereka sedikit pun juga. Dan barangsiapa berdakwah kepada kesesatan, maka ia akan mendapatkan dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi dari dosa-dosa mereka sedikit pun juga.” (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ad-Darimi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Ahmad, dan Abu Ya’la)

Hadits ke-866: Celaaan terhadap Za’ama (Berkata tanpa Ilmu / Segala Sesuatu yang Tidak Berdasarkan Ilmu)

[06:16]
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

بئس مطية الرجل زعموا

“Seburuk-buruk kendaraan seseorang itu za’amu.” (HR Ibnul Mubarak, Al-Bukhari, Abu Dawud, dan Ath-Thahawi)

Za’ama adalah berkata tanpa ilmu, menuduh tanpa tabayun, atau segala sesuatu yang tidak berdasarkan kepada ilmu / mengklaim sesuatu yang tidak ada buktinya.

Baca Juga:
Kaimanan Menghilangkan Segala Keraguan - Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman

Dst.

Mari download kajian kitab Silsilah Hadits Shahih ini dan bagikan file MP3 kajiannya kepada saudara-saudara Muslim kita.

Download Ceramah Agama Islam: Kitab Silsilah Hadits Shahih, Hadits ke-865 hingga ke-869

Yuk, kita bagikan tautan ini ke Facebook, Twitter, dan Google+. Jazakumullahu khoiron.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

80 ÷ = 10

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.