Renovasi Masjid

Shahih Jami' Ash-Shaghir

Pintu Surga Dibuka Pertama untuk Rasulullah

By  |  | https://rodja.id/5n3

Pintu Surga Dibuka Pertama untuk Rasulullah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Shahih Jami’ Ash-Shaghir. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah pada Kamis, 2 Dzulhijjah 1446 H / 29 Mei 2025 M.

Kajian Islam Tentang Pintu Surga Dibuka Pertama untuk Rasulullah

Shahih Al-Jamiʿ Ash-Shaghir memuat beberapa hadits yang tidak secara khusus menyebutkan aspek hukum. Namun secara umum, kandungannya mencakup hal-hal yang berkaitan dengan tauhid, kejadian penciptaan manusia, berita-berita ghaib, akhlak, serta pokok-pokok prinsip dalam agama Islam.

Keseluruhan isi kitab ini sesuai dengan tujuan Imam As-Suyuti Raḥimahullh yang menamainya Al-Jamiʿ, yaitu kumpulan yang lengkap dan komprehensif dari hadits-hadits Islam.

Ketika kitab ini diringkas, Imam As-Suyuti juga memberikan simbol atau kode untuk memudahkan pembaca mengetahui status hukum suatu hadits. Misalnya, hadits yang shahih diberi tanda ص (shad/shahih), dan hadits yang daif diberi tanda ض (dhad/daif).

Selain itu, meskipun beliau tidak mencantumkan sanad (rangkaian perawi), Imam As-Suyuti akan memberi isyarat siapa dari para penulis kitab hadits induk yang meriwayatkan hadits tersebut.

Metode ini juga dipraktikkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani Rahimahullah. Jika sebuah hadits shahih tidak disebutkan secara jelas oleh Imam As-Suyuti siapa yang meriwayatkannya, maka Al-Albani akan menambahkan keterangan, misalnya dengan huruf م (mim) untuk Imam Muslim dan lainnya.

Insya Allah, kita akan mempelajari beberapa hadits dari kitab ini. Hadits-hadits tersebut sangat singkat dan ringkas, namun padat makna, serta dilengkapi rumus-rumus penunjang sebagaimana telah dijelaskan di atas.

Hadits Pertama

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

آتي بابَ الجنةِ فأستفتحُ، فيقولُ الخازنُ: مَن أنتَ؟ فأقولُ: محمدٌ. فيقولُ: بكَ أُمِرتُ أن لا أفتحَ لأحدٍ قبلَكَ.

“Aku akan mendatangi pintu surga, lalu aku meminta agar dibukakan. Penjaga surga bertanya, “Siapa engkau?” Aku menjawab, “Muhammad.” Maka ia berkata, “Denganmu aku diperintahkan (Allah Subhanahu wa Ta’ala)  untuk tidak membukakan (pintu) kepada siapa pun sebelum engkau.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Al-Khazin (ٱلْخَازِنُ) adalah sebutan bagi penjaga surga. Tidak terdapat dalil yang shahih dengan sanad yang kuat yang menyebutkan bahwa nama penjaga pintu surga adalah Ridwan. Al-Imam An-Nawawi Rahimahullah mengatakan, “Fayaqul al-khazin,” yang artinya: Maka sang penjaga berkata. Penggunaan kata al-khazin dengan alif-lam menunjukkan makna khusus, sehingga secara konteks dapat dipahami bahwa penjaga itu hanya satu. Namun, wallahu a‘lam, sesungguhnya pintu-pintu surga tidak terbatas jumlahnya, dan demikian pula para penjaganya, tidak hanya satu. Di antara dalil yang menunjukkan bahwa surga memiliki banyak pintu adalah sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits yang shahih:

مَن أَنْفَقَ زَوْجَيْنِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، نُودِيَ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ: يَا عَبْدَ اللَّهِ، هَذَا خَيْرٌ

“Barangsiapa yang menafkahkan dua (pasang) harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga: ‘Wahai hamba Allah, inilah kebaikan.’” (HR. Bukhari)

Dalam lafadz lain Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَن أَنْفَقَ زَوْجَيْنِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، دَعَاهُ خَزَنَةُ الْجَنَّةِ

“Barang siapa yang menafkahkan dua (pasang) di jalan Allah, maka para  penjaga surga akan memanggilnya.’” (HR. Bukhari)

Kata khazanah (خَزَنَة) merupakan bentuk jamak dari khazin (خَازِن), yang berarti “penjaga.” Ini menunjukkan bahwa para penjaga pintu surga jumlahnya banyak, bukan hanya satu. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa di antara mereka terdapat satu penjaga yang lebih utama lebih senior, lebih agung, atau lebih dihormati daripada yang lain. Maka, sangatlah pantas jika sosok penjaga utama itu yang menyambut langsung Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam saat beliau datang ke pintu surga. Hal ini sesuai dengan kedudukan beliau sebagai Sayyidul Basyar (pemimpin seluruh manusia), dan tentu yang menyambutnya adalah sayid (pemuka) dari kalangan malaikat penjaga pintu-pintu surga tersebut.

Kemudian dikatakan: فَيَقُولُ الْخَازِنُ: مَنْ أَنْتَ؟ Maka penjaga (surga) bertanya: “Siapa  engkau?” فَأَقُولُ: مُحَمَّدٌ Aku menjawab: “Muhammad.”. Inilah ketawadu’an beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau cukup menyebut namanya saja Muhammad. Disebutkan oleh Al-Munawi bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan namanya, tetapi tidak mengatakan, “Saya.” Hal ini selaras dengan hadits yang melarang seseorang ketika datang ke rumah orang lain dan ditanya dari luar, “Siapa?” lalu menjawab, “Saya.” Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengingkari hal tersebut. Dalam hadits disebutkan:. “Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku datang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lalu mengetuk pintu. Beliau bertanya, ‘Siapa itu?’ Aku menjawab, ‘Saya.’ Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: ‘Saya, saya?’ seolah-olah beliau membencinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini menunjukkan bahwa jawaban seperti “saya” tanpa menyebut nama secara jelas bisa dianggap bentuk ketidaksopanan atau kesombongan tersirat, karena mengesankan bahwa orang lain seolah-olah pasti tahu siapa dia. Ibnu al-Jauzi Rahimahullah juga menyatakan bahwa kata “saya” dapat mengandung kesan kesombongan, seolah-olah yang berbicara merasa dirinya sudah dikenal luas, sehingga tidak perlu menyebutkan nama. Dengan demikian, penggunaan kata ana (saya) menjadi kurang baik apabila diiringi dengan sikap atau nada yang mengesankan kesombongan dan merasa lebih dari orang lain.

Tidak ada yang ragu bahwa Muhammad ini adalah nama hamba Allah yang banyak sekali. Akan tetapi di dalam hadits yang pertama ini, tidak terjadi kebingungan di sini karena para malaikat tahu siapa Muhammad yang dimaksud. Muhammad Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah juga datang ke peristiwa Isra dan Mikraj. Sehingga tidak perlu dipanjang-lebarkan: Muhammad siapa, dan seterusnya. Dan di sini menunjukkan tentang fadhilah Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika beliau menjadi orang pertama yang akan masuk surga.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga bersabda:

أنا أوَّلُ مَن يَقْرَعُ بابَ الجَنَّةِ

“Aku adalah orang pertama yang mengetuk pintu surga.” (Bukhari dan Muslim)

Terkadang beliau akan keluar untuk menyelamatkan umatnya. Dan para ulama mengatakan, ini tidak bertentangan dengan hadits ini. Karena bisa jadi beliau masuk ke dalam surga, nanti mungkin keluar lagi, kemudian masuk lagi, dan seterusnya. Intinya, hadits ini menunjukkan keutamaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kemudian adanya surga, dan orang beriman akan Allah balas dengan surga.

Surga ini memiliki pintu, dan ada penjaganya. Al-Munawi Rahimahullah mengatakan, “Kadang ada orang iseng berpikir: kenapa harus dijaga? Bukankah penjagaan itu untuk mengantisipasi barang hilang? Sementara di surga tidak bakal ada yang dikhawatirkan seperti itu?” Maka beliau mengatakan, “Tidak perlu dipikirkan seperti itu.” Dan bisa jadi tugas para malaikat adalah untuk memberikan hak-hak setiap penghuni surga. Tapi yang jelas, ini menunjukkan keistimewaan setiap orang beriman yang bisa masuk ke dalam surga, ketika mereka diizinkan untuk masuk ke dalamnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

جَنَّاتٍ مُفَتَّحَةً لَّهُمُ ٱلْأَبْوَٰبُ

“Surga-surga yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka.” (QS. Shad [38]: 50)

Sebagian ulama mengatakan, maksudnya adalah pintu-pintu rumah, atau pintu-pintu istana, atau pintu-pintu yang memang setelah mereka masuk ke dalamnya, terbuka sehingga mereka mudah untuk keluar masuk. Kemudian mereka berbahagia menikmati apa yang ada di dalamnya. Semoga kita termasuk orang-orang yang Allah masukkan ke dalam surga.

Bagaimana pembahasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian dan simak kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Pintu Surga Dibuka Pertama untuk Rasulullah” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses