Shahih Jami' Ash-Shaghir
Orang Yang Terakhir Masuk Surga
Orang Yang Terakhir Masuk Surga adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Shahih Jami’ Ash-Shaghir. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah pada Kamis, 9 Dzulhijjah 1446 H / 5 Juni 2025 M.
Kajian Islam Tentang Orang Yang Terakhir Masuk Surga
Kajian ini membahas tentang orang yang terakhir masuk surga. Poinnya adalah bahwa orang yang masuk surga terakhir merasa sangat nikmat, bagaimana yang tidak masuk terakhir? Orang yang selamat dan paling akhir masuk surga menyangka bahwa dia orang yang paling beruntung.
Juga dibahas tentang kondisi sebuah dosa besar beserta contoh dan dampaknya. Juga dibahas tentang lambang ketawadhuan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Mas’ud, beliau mengatakan:
“Orang terakhir yang masuk surga adalah seorang laki-laki yang berjalan di atas shirath. Ia berjalan sekali, terjatuh sekali, dan terbakar api neraka beberapa kali (sampai membuat hitam kulit). Setelah berhasil melewatinya, ia menoleh ke belakang dan berkata: ‘Mahatinggi Allah yang telah menyelamatkanku darimu. Sungguh, Allah telah memberiku sesuatu yang tidak Dia berikan kepada seorang pun, baik dari orang-orang dahulu maupun kemudian.’
Kemudian ditampakkan untuknya sebuah pohon. Ia berkata, ‘Wahai Rabbku, dekatkanlah aku ke pohon itu agar aku bisa berteduh di bawah naungannya dan minum dari airnya.’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berkata: ‘Wahai anak Adam, barangkali jika Aku kabulkan permintaanmu itu, kau akal meminta yang lain lagi?’ Ia berkata: ‘Tidak, demi Rabb-ku.’ Lalu dia berjanji tidak akan meminta selain itu. Allah Subhanahu wa Ta’ala pun memaafkannya karena dia melihat sesuatu yang dia tidak mampu bersabar terhadapnya. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mendekatkannya ke pohon itu, lalu ia berteduh dan minum dari airnya.
Kemudian ditampakkan lagi pohon lain yang lebih indah dari sebelumnya. Ia pun berkata, ‘Wahai Rabbku, dekatkan aku ke pohon itu agar aku bisa berteduh dan minum dari airnya, aku tidak akan minta lagi setelah itu.’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berkata, ‘Bukankah kamu telah berjanji kepada-Ku bahwa kamu tidak akan meminta selain yang pertama?’ Ia menjawab: ‘Iya, wahai Rabbku, hanya ini saja.’ Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala memaafkannya, dan mendekatkannya ke pohon itu.
Kemudian ditampakkan lagi sebuah pohon yang berada di depan pintu surga, lebih indah dari semua pohon sebelumnya. Ia berkata, ‘Wahai Rabbku, dekatkan aku ke pohon itu, agar aku bisa berteduh dan minum dari airnya. Aku tidak akan meminta yang lain setelah itu.’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berkata, ‘Wahai anak Adam, bukankah kamu telah berjanji kepada-Ku tidak akan meminta selain itu?’ Ia menjawab: ‘Benar, wahai Rabbku.’ Allah Subhanahu wa Ta’ala pun memaafkannya dan mendekatkannya.
Ketika ia sudah dekat dengan pohon itu, ia mendengar suara-suara penduduk surga, dan ia berkata, ‘Wahai Rabbku, masukkan aku ke dalamnya.’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berkata: ‘Wahai anak Adam, apa yang akan membuatmu ridha terhadap-Ku? Apakah kamu rela jika Aku memberimu dunia dan yang semisalnya bersamanya?’ Ia berkata: ‘Wahai Rabbku, apakah Engkau sedang mengejekku, padahal Engkau adalah Rabb seluruh alam?’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ‘Aku tidak mengejekmu, tapi Aku Mahakuasa atas apa yang Aku kehendaki.’” (HR Muslim)
Akan ada seseorang yang menjadi orang terakhir yang masuk surga. Ia akan menelusuri jembatan (sirath). Dalam sebagian riwayat disebutkan dengan istilah shirat (الصِّرَاطُ), sementara dalam riwayat lain disebut dengan jisr (الجِسْرُ). Keduanya memiliki makna yang sama, yaitu jembatan yang dibentangkan di atas neraka jahannam yang akan dilalui oleh manusia menuju surga. Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membentangkan jembatan (الجِسْرُ / الصِّرَاطُ) di atas neraka Jahannam. Jembatan ini akan dilewati oleh setiap manusia sebagai ujian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Barang siapa yang mampu melaluinya dengan selamat, maka ia berhasil. Namun, siapa yang tidak mampu melewatinya, ia akan terjatuh ke dalam neraka.
Ada beberapa orang beriman ketika melewati shirat akan melewatinya dengan sangat cepat seperti kilat, angin, atau kuda pacu. Namun ada juga yang selamat dalam keadaan najin maqdhūsh (ناجٍ مَقْذُوش), yakni selamat namun tubuhnya penuh luka karena tersambar oleh pengait-pengait tajam di atas jembatan tersebut. Ada pula yang terjatuh dan terjerumus ke dalam neraka. Ada yang sampai terkena kail dari bawah, dilempari sehingga ia terjatuh. Ia berusaha sekuat tenaga untuk bisa melewati tempat itu. Jembatan tersebut gelap, tipis, tajam, dan sangat mudah membuat orang tergelincir.
Ini adalah sebuah kepastian. Orang yang beriman mengetahui teorinya, dan jika Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan hidayah kepadanya, ia akan mempersiapkan diri. Sementara itu, ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan berubah. Apakah manusia percaya atau tidak, apakah mereka mau belajar dan mempersiapkan diri atau tidak hal ini pasti akan terjadi. Karena itulah, hal ini disebutkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam sebuah hadits yang sahih, dan itu merupakan wahyu. Bahkan, ini adalah penafsiran dari firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
وَإِن مِّنكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا ۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتْمًا مَّقْضِيًّا
“Dan tidak ada seorang pun dari kalian, melainkan pasti melewati (neraka). Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.” (QS. Maryam [19]: 71)
Disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu bahwa sirath jembatan yang dibentangkan di atas neraka Jahannam digambarkan sebagai sesuatu yang lebih tipis dari sehelai rambut dan lebih tajam dari sebilah pedang.
Dan yang diceritakan dalam hadits di atas tentang seorang yang terakhir kali masuk surga. Ia adalah penghuni neraka yang sebelumnya telah merasakan panas dan adzabnya. Namun, orang ini akan menjadi yang paling akhir masuk ke dalam surga. Dalam beberapa riwayat hadits yang panjang dan beragam, disebutkan bahwa ada orang-orang yang dimasukkan ke dalam نَهْرُ الْحَيَاةِ (nahrul ḥayāh) sungai kehidupan. Mereka telah hangus terbakar, hingga tubuhnya tinggal عَجْبُ الذَّنَبِ (ʿajbu al-dzanab) yaitu tulang ekor manusia. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memasukkan mereka ke dalam sungai kehidupan, hingga mereka tumbuh kembali sebagaimana tumbuhnya benih atau tumbuhan kecil di pedesaan.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Kemudian mereka akan masuk surga, sementara mereka telah menempati tempat-tempat (yang telah disiapkan) untuk mereka di dalamnya.” (HR Muslim). Di dalam hadits di atas Orang yang paling rendah derajatnya di surga, yang selamat paling terakhir dari neraka, merasa seolah-olah dialah orang yang paling beruntung. Ketika ia berhasil menyelamatkan diri dari api neraka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ
“Barang siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 185)
Kita melihat bahwa pembahasan mengenai teori tentang neraka, ancaman-ancamannya, dan dosa-dosa yang mengantarkan ke sana tidak akan bermanfaat jika seseorang tidak memiliki iman. Hanya orang-orang yang diberi taufik oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala -lah yang mampu merasa takut terhadap api neraka. Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Dzat Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Dia menetapkan aturan dan syariat agar kita menjadi hamba yang mulia dan terhormat. Syariat itu juga menjadi ujian: apakah kita benar-benar beriman dan menggunakan akal dengan baik. Maka sepatutnya kita bersyukur atas segala nikmat dari-Nya nikmat kesehatan, kemampuan, dan segala karunia yang Allah Subhanahu wa Ta’ala limpahkan.
Bagaimana pembahasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian dan simak kajian yang penuh manfaat ini.
Download MP3 Kajian
Podcast: Play in new window | Download
Subscribe: RSS
Mari turut membagikan link download kajian “Pintu Surga Dibuka Pertama untuk Rasulullah” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.
Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :
Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com
Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :
Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv




