Syarhus Sunnah Al-Barbahari
Ruh Orang Yang Mati Syahid
Ruh Orang Yang Mati Syahid adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Kitab Syarhus Sunnah karya Imam Al-Barbahari Rahimahullah. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Iqbal Gunawan, M.A Hafidzahullah pada Rabu, 15 Dzulhijjah 1446 H / 11 Juni 2025 M.
Kajian Islam Tentang Ruh Orang Yang Mati Syahid
Penulis rahimahullah berkata: “Dan ketahuilah, bahwa ruh-ruh para syuhada (yaitu orang-orang yang mati syahid), berada di rongga-rongga tubuh burung-burung hijau yang berterbangan di surga. Mereka kemudian kembali ke pelita-pelita yang bergelantungan di bawah ‘Arsy. Adapun ruh-ruh orang yang banyak melakukan dosa, dan orang-orang kafir, berada di sungai-sungai Barhut di tempat yang paling rendah.” (Syarhus sunnah Al Barbahari)
Kita harus mengetahui bahwa orang-orang yang beriman dan bertakwa telah disiapkan bagi mereka kenikmatan surga. Dan kenikmatan itu akan dirasakan sejak ruh dicabut, kemudian ketika memasuki alam barzakh, dan kenikmatan yang paling sempurna adalah ketika mereka masuk ke dalam surga dan dapat melihat wajah Allah Subhanahu wa Ta‘ala . Inilah yang kita usahakan, inilah tujuan kita diciptakan: agar kita beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala dan mendapatkan balasan kebaikan dari amal shalih yang kita kerjakan. Allah Subḥanahu wa Ta‘ala berfirman:
مَنْ عَمِلَ صَٰلِحٗا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٞ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةٗ طَيِّبَةٗۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
“Barang siapa mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka sungguh Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sungguh akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Naḥl [16]: 97)
Sesungguhnya orang yang beriman itu berada dalam kenikmatan. Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:
إِنَّ ٱلْأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٖ
“Sesungguhnya orang-orang yang berbakti (kepada Allah) benar-benar berada dalam kenikmatan.” (QS. Al-Infiṭar [82]: 13)
Dan harus kita yakini bahwasanya kenikmatan itu bukan hanya nanti di surga, tetapi bahkan dimulai dari kehidupan dunia ini. Orang yang paling bahagia, paling lapang dadanya, paling tenteram jiwanya, dan paling tenang hatinya adalah orang-orang yang beriman. Ketika mendapat kenikmatan, mereka bersyukur dan menyandarkan nikmat itu kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala. Mereka tidak sombong, tidak angkuh. Ketika ditimpa kesulitan, musibah, penyakit, atau hal-hal yang tidak disukai, mereka bersabar. Itu pun baik bagi mereka karena mengharapkan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta‘ala.
Namun, ketika seorang yang beriman dan bertakwa telah meninggal yang kehidupannya dipenuhi dengan keimanan, ketakwaan, dan amal shalih tidak ada lagi kesulitan yang akan dia rasakan. Balasan atas kebaikan yang dikerjakannya di dunia itu dimulai sejak ia masuk ke dalam kuburnya. Maka, di antara doa yang diajarkan oleh Nabi kita Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah:
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِيَ الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي، وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي، وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي إِلَيْهَا مَعَادِي، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ
“Ya Allah, perbaikilah agamaku yang menjadi kunci segala urusanku. Perbaikilah duniaku yang menjadi tempat penghidupanku. Perbaikilah akhiratku yang menjadi tempat kembaliku. Jadikanlah hidup sebagai tambahan bagiku dalam segala kebaikan, dan jadikanlah kematian sebagai istirahat bagiku dari segala keburukan.” (HR. Muslim)
Benar bahwa dalam kehidupan dunia ini, orang yang beriman dan bertakwa berada dalam kenikmatan. Namun, itu bukan kenikmatan yang sempurna. Tidak ada kebahagiaan yang sempurna di dunia ini. Tidak ada kesehatan yang sempurna. Dunia bukan tempat untuk kesempurnaan. Akan tetapi, ketika seorang hamba yang beriman meninggal dunia, maka dimulailah kenikmatan yang sejati kenikmatan yang tidak terputus dimulai dari turunnya para malaikat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
“(Ketika seorang yang bertakwa menjelang wafat) Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: ‘Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu’.” (QS. Fussilat [41]: 30)
Jangan khawatir. Jangan bersedih. Apa yang kamu tinggalkan anak-anakmu, keluargamu, istrimu, hartamu semua itu akan baik-baik saja. Karena Allah Subhanahu wa Ta‘ala يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ Dia yang mengatur urusan orang-orang shalih. Dan terimalah kabar gembira berupa surga yang telah dijanjikan untukmu. Itulah yang akan didapatkan oleh orang-orang yang bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala.
وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ
“Dan bergembiralah kamu dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu.” (QS. Fussilat [41]: 30)
Khusus bagi orang-orang yang mati syahid berperang di jalan Allah Subhanahu wa Ta‘ala dan mengorbankan jiwanya—mereka memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah Subhanahu wa Ta‘ala. Ruh-ruh mereka berada di rongga-rongga burung hijau yang berterbangan di surga, ke mana pun mereka kehendaki. Mereka melihat kondisi surga, lalu kembali ke lentera-lentera dan pelita-pelita yang tergantung di bawah ‘Arsy. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang shahih. Semoga kita semua termasuk dalam golongan yang mendapatkan kenikmatan di alam barzakh. Ketika ruh telah berpisah dari jasad, ruh para syuhada berada di surga. Adapun orang-orang mukmin lainnya selain para syuhada tetap mendapatkan kenikmatan sesuai derajatnya. Di atas para syuhada ada ash-shiddiqin, yaitu yang memiliki derajat lebih tinggi tapi di bawah para syuhada. Disebutkan dalam hadits:
إنَّما نَسمةُ المؤمنِ طائرٌ يَعلُقُ في شجَرِ الجنَّةِ
“Sesungguhnya jiwa orang beriman, ruhnya akan menjadi burung-burung yang bergelantungan di pohon-pohon surga.” (HR Ibnu Majah)
Inilah yang kita harapkan dengan amal shalih yang kita kerjakan, dengan larangan-larangan Allah yang kita tinggalkan. Kita bercita-cita untuk masuk surga, mendapatkan keridhaan Allah Subhanahu wa Ta‘ala , meraih rahmat-Nya, dan ingin melihat wajah-Nya. Kehidupan dunia ini adalah kehidupan yang penuh dengan ujian, untuk menguji siapa di antara kita yang terbaik amalnya. Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
“Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. Al-Mulk [67]: 2)
Adapun setelah kehidupan ini, maka isinya adalah pembalasan. Di dunia kita diberi kesempatan untuk beramal, sedangkan di akhirat hanya ada hisab. Sebagaimana disebutkan:
الْيَوْمَ عَمَلٌ وَلَا حِسَابٌ، وَغَدًا حِسَابٌ وَلَا عَمَلَ
“Hari ini adalah waktu untuk beramal, belum ada hisab. Dan besok (di akhirat) adalah waktu hisab, tidak ada lagi kesempatan beramal.”(HR. Bukhari)
Maka, selagi kita masih hidup, selagi Allah masih memberikan kita umur dan kesehatan, gunakanlah itu untuk beramal shalih amal yang menjadi sebab kita masuk ke dalam surga Allah Subhanahu wa Ta‘ala dan mendapatkan kenikmatan di alam barzakh.
Kehidupan alam barzakh pada hakikatnya tidak diketahui secara pasti, namun apa yang disampaikan dalam hadits-hadits shahih wajib kita imani. Ruh orang-orang yang mati syahid berada di rongga-rongga burung hijau yang berterbangan di surga ke mana pun mereka kehendaki. Setelah itu, mereka kembali ke pelita-pelita yang bergelantungan di bawah ‘Arsy. Adapun ruh orang-orang mukmin secara umum, maka ruh mereka menjadi burung-burung surga yang bergelantungan di pohon-pohon surga.
Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian dan simak pembahasan yang penuh manfaat ini.
Download MP3 Kajian
Podcast: Play in new window | Download
Subscribe: RSS
Mari turut membagikan link download kajian tentang “Ruh Orang Yang Mati Syahid” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.
Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :
Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com
Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :
Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv




