Renovasi Masjid

Tematik

Wasiat Jibril Kepada Rasulullah

By  |  | https://rodja.id/5ni

Wasiat Jibril Kepada Rasulullah adalah kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada Ahad, 19 Dzulhijjah 1446 H / Ahad, 15 Juni 2025 M.

Kajian Tentang Wasiat Jibril Kepada Rasulullah

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أتاني جبريلُ ، فقال : يا محمدُ عِشْ ما شئتَ فإنك ميِّتٌ ، وأحبِبْ ما شئتَ ، فإنك مُفارِقُه ، واعملْ ما شئتَ فإنك مَجزِيٌّ به ، واعلمْ أنَّ شرَفَ المؤمنِ قيامُه بالَّليلِ ، وعِزَّه استغناؤه عن الناسِ

Jibril datang kepadaku dan berkata: ‘Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, sesungguhnya engkau akan mati. Cintailah siapa pun yang engkau sukai, sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya. Berbuatlah apa yang engkau kehendaki, sesungguhnya engkau akan dibalas (atas perbuatan itu). Dan ketahuilah, kemuliaan seorang mukmin terdapat pada shalat malamnya, dan izzah (keperkasaannya) ketika tidak mengharapkan bantuan manusia (hanya butuh kepada Allah saja).'” (HR. al-Hakim dalam al-Mustadrak, dinilai hasan oleh al-Albani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib)

Hadits ini, merupakan wasiat dari Malaikat Jibril kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, sekaligus peringatan untuk kita semua. Sebuah peringatan bahwa kehidupan di dunia tidak akan berlangsung selama-lamanya. Siapa yang akan hidup di dunia ini seribu tahun? Tidak ada. Siapa yang akan hidup selama-lamanya di dunia? Tidak ada. Kecuali yang Allah tentukan untuk tetap hidup hingga hari kiamat, seperti Iblis, dan malaikat peniup sangkakala. Kita semua akan kembali kepada Allah. Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 185)

Maka camkanlah, saudaraku seiman, bahwa kematian adalah sebaik-baik peringatan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ

“Perbanyaklah mengingat penghancur kelezatan.” Para sahabat bertanya, “Apakah itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Kematian.” (HR. At-Tirmidzi)

Mengingat kematian memiliki manfaat besar bagi hati. Orang yang senantiasa mengingat kematian dan sadar bahwa ia akan kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala, akan berusaha membekali dirinya dengan amal-amal kebaikan. Bekal terbaik untuk menghadapi kematian bukanlah uang, kendaraan, rumah megah, atau telepon genggam yang selalu dibawa ke mana-mana. Semua itu akan ditinggalkan. Yang akan menemani seseorang di alam kubur hanyalah amal shalihnya.

Sebagaimana dalam hadits al-Bara’ bin ‘Azib, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menceritakan tentang keadaan seorang mukmin dan seorang kafir setelah kematian. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda bahwa seorang mukmin, setelah dikuburkan, akan didatangi oleh malaikat Munkar dan Nakir. Mereka mengajukan tiga pertanyaan: tentang Rabb-nya, Nabinya, dan agamanya. Mukmin tersebut berhasil menjawabnya. Setelah itu, datang kepadanya seorang laki-laki yang wajahnya rupawan.

مَنْ أَنْتَ؟ فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ الَّذِي يَجِيءُ بِالْخَيْرِ؟

“Siapa engkau? Wajahmu datang dengan membawa kebaikan.”

Laki-laki itu menjawab:

أَنَا عَمَلُكَ الصَّالِحُ

“Aku adalah amal shalihmu sewaktu di dunia.”

Subhanallah… Ternyata teman sejati kita di alam kubur bukanlah istri, bukan teman akrab, bukan anak-anak, bukan pula orang tua. Yang akan menemani kita adalah amal shalih. Dan sebaliknya, jika amalnya buruk, maka ia akan datang dalam rupa yang menyeramkan dan mengerikan.

Maka, jika seseorang banyak mengingat kematian, ia akan berusaha mempersiapkan dirinya untuk menghadapinya. Dengan apa? Dengan iman dan amal, tentunya. Orang yang mengingat kematian akan merasakan ringan dalam menghadapi berbagai musibah dunia. Ketika ia ditimpa sakit, ia akan segera teringat, “Semoga sakit ini meringankan aku di alam kubur nanti.” Ketika Allah Subhanahu wa Ta‘ala memberikan kesempitan rezeki, lalu ia mengingat bahwa dirinya akan mati, maka ia pun bersabar. “Mudah-mudahan ini memperingan hisabku kelak pada hari kiamat,” begitu harapannya. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ‎﴿١٥٥﴾‏ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ‎﴿١٥٦﴾‏ أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ ‎﴿١٥٧﴾

“Dan sungguh, Kami akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata: ‘Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.’ Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah [2]: 155–157)

Ketika seseorang yakin bahwa ia akan kembali kepada Allah, saat itulah muncul kesabaran dalam dirinya. Itulah sebabnya, orang yang banyak mengingat kematian akan menjadi pribadi yang sabar. Hidupnya penuh kehati-hatian. Ia tidak berani berbuat maksiat, bahkan saat sendirian. Mengapa? Karena ia sadar bahwa kuburan bukanlah tempat peristirahatan bagi orang yang gemar bermaksiat. Kuburan adalah tempat peristirahatan bagi mereka yang beriman dan beramal shalih.

Maka dari itu, wahai saudaraku, ini adalah peringatan bagi kita semua. Malaikat Jibril berkata kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

يَا مُحَمَّدُ، عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ

“Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, sesungguhnya engkau akan mati.” (HR. al-Hakim dalam al-Mustadrak, dihasankan oleh al-Albani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib)

Ucapkanlah kalimat ini kepada orang-orang yang tak peduli: “Silakan kamu hidup sesukamu, tapi ingat, kamu pasti akan mati.” Entah kematian itu datang setelah Subuh, setelah Zuhur, setelah Asar, Maghrib, atau bahkan Isya. Bisa jadi ketika kita sedang tertidur, kita meninggal dunia. Kita tidak tahu, karena kita tidak pernah memiliki perjanjian dengan malaikat maut tentang waktu kematian. Tidak pula Allah Subhanahu wa Ta‘ala memberitahukan kepada kita kapan ajal itu akan tiba. Saudaraku seiman  rahimaniya wa rahimakumullah ini adalah wasiat pertama dari malaikat Jibril ‘alayhis-salam kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Dengarkan dan Download Kajian Wasiat Jibril Kepada Rasulullah

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link kajian “Wasiat Jibril Kepada Rasulullah” ini ke media sosial Antum. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Antum semua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses