Renovasi Masjid

Tematik

Laporan Bantuan Kemanusiaan Radio dan TV Rodja – Sinabung, Kelud, Dammaj / Yaman, dan Suriah – serta Taushiyah (Ustadz Abu Sa’ad Muhammad Nur Huda, M.A.)

By  |  | https://rodja.id/4xp

Laporan dan taushiyah oleh: Ustadz Abu Sa’ad Muhammad Nur Huda

Laporan Bantuan Kemanusiaan Radio dan TV Rodja, meliputi bantuan untuk musibah yang menimpa kaum Muslimin di Gunung Sinabung dan Gunung Kelud, hingga untuk Muslimin dunia, termasuk telah disalurkannya 76.700 dolar AS kepada Muslimin di Dammaj / Yaman, kemudian disalurkan kembali sebesar 200.000 dolar AS atau setara 2,3 milyar rupiah untuk Muslimin Suriah. Bantuan kemanusiaan Suriah insyaAllah disalurkan melalui Tim Kemanusiaan (Ustadz Abu Sa’ad dan kawan-kawan) yang telah diberangkatkan sejak Senin, 14 April 2014. Anda dapat mendownload laporan sekaligus taushiyah oleh Ustadz Abu Sa’ad di sini, yang merupakan rekaman dari siaran live pada Ahad sore, 12 Jumadats Tsani 1435 / 13 April 2014, pukul 16:00-17:00 WIB di Radio Rodja dan RodjaTV. Anda tetap dapat pula berpartisipasi dalam Infaq Kemanusiaan Radio Rodja dan RodjaTV melalui rekening Bank Syariah Mandiri, cabang Cibubur, dengan nomor rekening 756 1616 005, atas nama Yayasan Cahaya Sunnah. Semoga Allah Ta’ala menerima amal ibadah Anda dan Muslimin semuanya, Aamiin.

Ringkasan Laporan Bantuan Kemanusiaan Radio dan TV Rodja serta Taushiyah

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya (Ustadz Abu Sa’ad, Ed) hendak menyampaikan beberapa program yang telah kita laksanakan dari Tim Kemanusiaan Radio Rodja dan TV Rodja.

Mungkin selama ini, di antara kaum Muslimin, mungkin melihat bantuan kemanusiaan kok selama ini disalurkan ke luar negeri, ke Yaman, Palestina, Gaza, kemudian Suriah. Bagaimana peran Radio Rodja dan TV Rodja terhadap peristiwa-peristiwa atau musibah yang menimpa kaum Muslimin yang ada di Indonesia sendiri.

Sinabung, Sumatera Utara

Alhamdulillah, pada kesempatan beberapa waktu yang lalu, (gelombang bantuan) pertama di Sumatera Utara, korban erupsi Gunung Sinabung, alhamdulillah Tim Kemanusiaan telah menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk para pengungsi di sana sekitar 225 juta rupiah. Dan mungkin lebih dari 2.000 orang yang mendapatkan bantuan ini.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa misi kemanusiaan itu tidak melihat ras, agama, suku, dan seterusnya. Dan kita ketahui, bahwa di lereng Gunung Sinabung mayoritasnya adalah orang-orang Nasrani. Ada sekitar 32.000 lebih pengungsi, dan kaum Muslimin di sana mungkin hanya sekitar 10 persen saja. Ketika kita mendengar peristiwa ini, bagaimana penderitaan para pengungsi, dst, akhirnya Tim Kemanusiaan bergerak ke Medan, Sumatera Utara, kemudian bergabung dengan Ahlus Sunnah di sana (Ustadz Ali Nur dan teman-teman), kita bergerak langsung ke tempat kejadiannya, ke Gunung Sinabung, yang pertama kita lihat kondisinya seperti apa, kita bergerak sampai 5 kilometer dari puncak Gunung Sinabung. Kemudian setelah itu, kita langsung bergerak ke kamp pengungsian, ada beberapa tempat, yaitu sekitar 5 tempat kita kunjungi. Setelah kita survei kebutuhan mereka, dan seterusnya, akhirnya kita balik lagi ke Medan, kemudian kita belanjakan. Dan bantuan kemanusiaan ini tidak hanya untuk kaum Muslimin saja. Seperti contohnya, ada di sebuah kamp pengungsian, sebuah desa yang dikenal dengan Kamp Pengungsian Korpri, di sana ada pengungsi sekitar 981 orang, kaum Muslimin di sana hanya 127 orang saja, sebagian besar Nashoro. Kita datang, kemudian kita berikan bantuan kepada mereka. Sungguh luar biasa sekali sambutannya. Ketika kita sampaikan bahwa kita dari Radio Rodja, sebuah radio dakwah, dst, mereka melihat bahwa itu suatu hal yang mungkin belum pernah mereka lihat, (di mana) kaum Muslimin dari lembaga sosial keislaman kemudian datang kepada mereka dan memberikan bantuan, selama ini hanya lembaga-lembaga umum saja atau dari pemerintahan. Begitu mereka lihat, bahwa ini dari lembaga dakwah, TV dakwah, atau radio dakwah, nah mereka menyambut dengan gembira, dst. Dan kaum Muslimin di situ juga sambutannya luar biasa sekali sampai kita lihat ibu-ibu menangis melihat kedatangan kita, dan juga tempat-tempat yang lain.

Gunung Kelud, Jawa Timur

Kemudian setelah itu, beberapa pekan kemudian, kita mendengar terjadinya erupsi di daerah Jawa Timur, tepatnya di daerah Kediri, Blitar, dan Malang, di Gunung Kelud. Kita pun bergerak ke sana, membantu saudara-saudara kita di sana. Alhamdulillah, sekitar 1.200-an pengungsi yang kemudian kita bisa berikan bantuan dari para pendengar Radio Rodja dan pemirsa TV Rodja. Kita datang ke sana dengan bantuan teman-teman Ahlus Sunnah yang ada di Kediri, Pondok Pesantren Sabilul Mukminin dan Pondok Pesantren Ath-Thoifah Al-Manshuroh. Kita bergerak ke sana, kemudian kita memberikan bantuan kepada para pengungsi yang berada sekitar 2 kilometer dari Gunung Kelud, yaitu Kecamatan Puncu, Kediri, ada sekitar 1.000-an pengungsi, kita salurkan bantuan untuk mereka.

Yaman

Kemudian setelah itu, kita akan menjelaskan tentang bantuan yang kita salurkan ke negeri Yaman. Mungkin para pendengar ataupun pemirsa Rodja telah mendengar apa yang terjadi di negeri Yaman, bagaimana kebiadaban kaum Syi’ah Rafidhah Al-Hutsi, seperti di sebuah kampung, Dammaj, yang masuk di wilayah Provinsi Sha’dah. Kampung ini dihuni antara 15.000 sampai 18.000 penduduk, sebagian besar mereka adalah para pelajar yang belajar di Darul Hadits, Dammaj. Markaz ini dibangun oleh Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullahu Ta’ala. Beliaulah yang pertama merintis markaz ini sampai menjadi pusat dakwah di negeri Yaman, sehingga banyak sekali para pelajar dari seluruh dunia, tidak hanya dari Yaman saja, bahkan dari hampir seluruh negara-negara Islam di dunia ini ada perwakilan dari para pelajarnya yang belajar di sana. Ada sekitar 10.000 lebih pelajar yang belajar di markaz ini. Dakwah Salaf Ahlus Sunnah di Yaman, semuanya kebanyakan tersebar dari tangan beliau, dari murid-murid beliau, di mana setelah belajar di sana, kemudian bergerak ke arah Timur, ke arah Barat, kemudian berdakwah di sana, dst.

Nah, markaz ini menjadi sasaran orang-orang Syi’ah Rafidhah, karena mereka hendak menjadikan Provinsi Sha’dah sebagai pusat penyebaran agama Syi’ah di negeri Yaman dan markaz ini menjadi duri bagi mereka. Akhirnya mereka memblokade / mengisolir wilayah Dammaj ini, (yaitu) yang pertama sekitar tahun 2012, selama hampir 2 bulan, terbunuh dari saudara-saudara kita sekitar 90 orang, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima mereka sebagai syuhada. Kemudian hal tersebut diulang lagi, di mana sebelumnya mereka gagal, tidak mampu menguasai markaz ini, wilayah yang kecil ini. Mereka datang dengan berbagai macam persenjataan, pasukan, dst, mengepung sekitar lebih dari 1 bulan, tapi alhamdulillah, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengembalikan makar mereka, kembali dalam keadaan mengalami kekalahan, tetapi mereka tidak putus asa. Mereka mengulangi lagi dengan lebih banyak pasukan dan persenjataan pada akhir tahun 2013, selama 3 bulan, mereka blokade dari berbagai macam makanan, minuman, obat-obatan, setiap hari dihujani dengan berbagai bom, peluru, dst, sehingga terbunuh sekitar 200 orang lebih saudara-saudara kita yang ada di Dammaj, baik para pelajarnya ataupun penduduk kota tersebut. Sampai pada akhirnya, mereka meninggalkan kota Dammaj, kota yang mereka cintai, tempat belajar mereka, sumber ilmu di negeri Yaman, tempat para masyayikh menyebarkan ilmu mereka, akhirnya mereka meninggalkan markaz mereka yang tercinta, akhirnya mereka hijrah ke Shan’a. Belum di tempat-tempat yang lain, kedzaliman yang dilakukan orang-orang Syi’ah…

Seperti saya katakan tadi, di Provinsi Sha’dah, mereka, orang-orang Syi’ah, dulu kecil, tapi begitu mendapat sokongan dari sebuah negara yang terkenal dengan Syiahnya dengan berbagai macam dana dan senjata, akhirnya mereka besar, sampai kemudian mereka berani berperang dengan pemerintah sampai 6 kali, peperangan yang tejradi antara Syiah Rafidhah Al-Hutsi dan pemerintah. Sampai kemudian mereka bisa menguasai Provinsi Sha’dah secara keseluruhan. Orang Ahlus Sunnah di sana, kalau tidak mereka usir dari tempat itu atau kemudian dipaksa untuk mengikuti keyakinan mereka. Akhirnya, banyak yang meninggalkan rumah dan kampung halaman mereka.

Dan juga di Provinsi ‘Amran, itu juga mereka (Syiah) berhasil menguasai dengan cara seperti itu, menyerang kampung-kampung dan kota-kota, kemudian yang terbunuh maka terbunuhlah dari kaum Muslimin, dan yang mengungsi maka mengungsilah. Kemudian di Provinsi Hajjah, juga mereka datang, kemudian menyerang dengan membawa pasukan dan persenjataannya, kemudian menguasai wilayah provinsi ini. Sekarang pun mereka masih menargetkan 1 provinsi lagi, Provinsi Al-Jauf, itu hendak mereka kuasai.

Inilah yang terjadi di depan mata kita, bahwa kaum Syiah ini kalau mereka menjadi pemerintah / menduduki sebuah kedudukan di pemerintahan maka mereka mendzalimi rakyatnya, seperti apa yang terjadi di Iran dan Iraq. Kalau mereka menjadi rakyat, maka mereka memberontak. Kalau mereka menjadi penguasa, mereka mendzalimi rakyatnya yang tidak sepaham dengan mereka, tapi kalau mereka menjadi rakyat maka mereka memberontak, seperti yang terjadi di Bahrain dan Yaman. Ini yang mereka lakukan dan kita bukan mengada-ada, realita bisa kita lihat di depan mata kita.

Akhirnya, saudara-saudara kita di Dammaj pun harus meninggalkan kampung halaman mereka dan mengungsi di Shan’a dengan kondisi serba kekurangan. Akhirnya pun, Radio Rodja membuka donasi, memberi kesempatan kepada kaum Muslimin untuk menyisihkan sebagian hartanya sebagai bentuk kepedulian mereka.

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ …

“Seorang Muslim adalah saudara Muslim bagi lainnya, mereka tidak mendzaliminya, tidak merendahkannya …”

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ …

“Seorang Muslim adalah saudara Muslim bagi lainnya, mereka tidak mendzaliminya, tidak membiarkannya (untuk tidak menolong mereka apabila mereka membutuhkan pertolongannya juga tidak menyerahkan kepada musuhnya …”

Ini salah satu bentuk kepedulian para pemirsa TV Rodja ataupun pendengar Radio Rodja. Akhirnya, terkumpullah dana 900 juta lebih, kemudian kita bawa dana tersebut dalam dolar sebesar 76.700 dolar AS, kemudian kita salurkan. Ada sekitar 4 tempat yang menjadi sasaran penyaluran dana.

Yang pertama, kita datang ke sebuah kota (Udaini, Yaman), di sana ada Markaz As-Sunnah yang dipimpin oleh Syaikh Ahmad Manshur hafidzahullahu Ta’ala, beliau adalah termasuk di antara murid senior Syaikh Muqbil rahimahullahu Ta’ala. Beliau punya markaz di sana, kemudian juga menampung para pengungsi dari Dammaj, dan mengurusi keluarga syuhada (saudara-saudara kita yang terbunuh) di Dammaj akibat kedzaliman dan kekejaman orang-orang Syiah Rafidhah. Kita serahkan bantuan kepada beliau sekitar 10.000 dolar untuk mengurusi anak-anak yatim, janda, kemudian para pengungsi.

Kemudian setelah itu, kita berangkat lagi ke tempat yang cukup jauh, Hudaidah. Hudaidah ini adalah wilayah yang berbatasan dengan negara Saudi Arabia, sekitar mungkin 15 kilometer saja. Kemudian dari situ, kita berangkat menuju Kamp Pengungsian Haradh. Di sana sekitar hampir 1.000 pengungsi. Kita lihat bagaimana keadaan kamp pengungsi di sana, tanpa ada air, tanpa ada listrik. Dalam keadaan panas, kita merasakan panasnya wilayah tersebut, karena berdekatan dengan wilayah Saudi, padang pasir, dst. Kemudian kita datang ke sana memberikan bantuan dengan bantuan dari sebuah yayasan di sana, kita mengumpulkan masyarakat (para pengungsi) di sana, kemudian kita salurkan bantuan berupa logistik sembako, ada gandum, beras, minyak, gula, dst, kita bagikan kepada mereka. Alhamdulillah, suatu hal yang sangat luar biasa sekali mereka rasakan. Mereka sangat berterima kasih, bersyukur kepada kaum Muslimin Indonesia, bahkan peristiwa ini diliput oleh wartawan di sana, kemudian ditampilkan di website mereka dan koran-koran setempat, alhamdulillah.

Kemudian setelah itu, kita pergi ke sebuah wilayah, Ma’rib, yang terkenal dahulu sebagai negeri Saba’. Kita datang ke sana, kemudian di sana juga ada pengungsi kaum Muslimin dari Sha’dah yang terusir oleh kekejaman orang-orang Syi’ah. Kita kumpulkan pengungsi dari sana, kemudian kita bantu keuangan dan kebutuhan mereka

Dan juga alhamdulillah, kita juga membantu saudara-saudara kita, para pelajar kaum Muslimin yang berasal dari Indonesia, kita bantu mereka, sekitar 15.000 dolar kita bantukan kepada mereka, karena mereka punya keluarga juga ada yang bujangan.

Alhamdulillah, ini semuanya min fadlillah, dan juga dari kedermawanan para pendengar Radio Rodja dan pemirsa TV Rodja. Ini terus terang, kita berharap di hari-hari ke depan, bantuan-bantuan seperti ini terus berlanjut dan insyaAllah Tim Kemanusiaan Radio Rodja dan TV Rodja akan bergerak dalam beberapa hari ini menuju ke Suriah.

Suriah

Dana sudah terkumpul cukup banyak, dan kaum Muslimin di sana (di Suriah) sudah menunggu kita. Hari ini, kita komunikasi dengan mereka, mereka menunggu kedatangan kita.

Sebagaimana kalau Bapak-Ibu mendengar di televisi, bahwa PBB pun sudah menyatakan sekitar 6,5 juta masyarakat Suriah sekarang mengalami kelaparan yang sangat dahsyat, terutama di kota Aleppo. Kota Aleppo itu kota terbesar di Suriah setelah Damaskus. Mereka kebanyakan adalah penduduk kota yang tidak memiliki tanah pertanian. Dan yang tinggal di kota Aleppo ini adalah para pengungsi dari daerah-daerah yang dikuasai oleh tentara Syi’ah Bashar, mereka meninggalkan kampung halamannya kemudian tinggal di kota Halab / Aleppo, tinggal di sana dalam keadaan yang sungguh-sungguh kita lihat sendiri dengan mata kepala kita, tanpa air, tanpa listrik. Pada malam hari, kita lihat kota Halab ini gelap gulita. Kemudian, tanpa air, air mereka dapatkan dari galon, dijual oleh orang, kemudian mereka beli untuk kebutuhan mereka. Tidak kita dapatkan dari rumah ke rumah mengalir air, seperti kalau di sini kita mendapatkan dari PDAM, sehingga kebutuhan air adalah kebutuhan yang sangat penting sekali. Sehingga sebagaimana yang pernah saya sampaikan pada pertemuan yang lalu, salah satu di antara program kemanusiaan / bantuan kita adalah membuat sumur bor, yang akan kita tempatkan di masjid-masjid di kota Halab (Aleppo). Kita sudah komunikasi dengan salah satu yayasan di sana yang bergerak di bidang bantuan juga untuk menunjukkan masjid-masjid mana yang membutuhkan sumur. Sehingga masjid ini, di samping kaum Muslimin yang shalat membutuhkan air untuk berwudhu dan lain-lain, juga bisa dimanfaatkan oleh kaum Muslimin yang tinggal di sekitar masjid tersebut. Ini berapa banyak pahala? Kalau kemudian kita membuat sumur bor, setiap tetes air, maka kalau itu sumur dari kedermawanan kaum Muslimin Indonesia dipakai oleh mereka, maka pahalanya akan mengalir terus-menerus. Selama sumur itu dimanfaatkan oleh kaum Muslimin, maka pahalanya akan terus mengalir kepada mereka. Ini kebutuhan yang sangat asasi pada saat ini, dan juga kebutuhan logistik.

Banyak sekali kita dapatkan di sana sekarang, sebagaimana yang dikatakan oleh keterangan dari PBB, bahwa kelaparan sekarang betul-betul dihadapi oleh kaum Muslimin, khususnya yang tinggal di Aleppo. Bahkan, kalau kita lihat di Twitter, “Save Aleppo,” “#SaveAleppo”, karena pada saat itu kondisi mereka betul-betul sangat menderita, sehingga bantuan sangat mereka butuhkan, terutama pada masa akhir-akhir ini. Bahkan, negara yang dulu sebagai donatur bagi kaum Muslimin di Suriah, sekarang pun banyak yang menarik diri. Lembaga-lembaga kemanusiaan juga menarik diri. Teman-teman di Suriah menjelaskan seperti itu. Sekarang, sedikit sekali bantuan dari luar negeri.

Alhamdulillah, bantuan dari para pendengar Radio Rodja dan pemirsa TV Rodja masih terus berlangsung, kita sudah berjalan hampir memasuki tahun kedua bantuan ini terus berlanjut untuk saudara-saudara kita di Suriah. Dan kita harapkan bantuan-bantuan ini tidak sampai terputus. Harapan mereka sangat besar, setelah harapan mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu bantuan dari kaum Muslimin Indonesia.

Dan sedikit sekali, kita dapatkan orang / lembaga sosial yang datang ke sana langsung masuk ke daerah-daerah wilayah konflik seperti itu. Kalau pun ada bantuan, mereka kirim lewat rekening, kemudian setelah itu disebarkan (disalurkan) melalui Turki atau Yordania. Jarang kita dapatkan lembaga sosial langsung membawa bantuan mereka masuk ke negeri Suriah, kemudian menyerahkan ke orang-orang yang membutuhkan, langsung dari tangan ke tangan. Ini sulit kita mendapatkannya. Alhamdulilah, Tim Kemanusiaan Radio Rodja dengan izin Allah dan taufiqNya, ini keempat kali kita datang ke Suriah dengan izin Allah, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan urusan kaum Muslimin semuanya.

Penyerahan Bantuan Kemanusiaan untuk Suriah dari Para Pendengar Radio Rodja dan Pemirsa RodjaTV

Download Laporan Bantuan Kemanusiaan Radio dan TV Rodja serta Taushiyah - Ustadz Abu Sa'ad Muhammad Nur Huda, M.A.

Alhamdulillah, pada Ahad, 12 Jumadats Tsani 1435 / 13 April 2014, telah diserahkan dana Bantuan Kemanusiaan Suriah sebesar 200.000 dolar AS atau setara dengan 2,3 milyar rupiah kepada Ustadz Abu Sa’ad sebagai perwakilan Tim Kemanusiaan Radio Rodja dan RodjaTV.

Peduli Kemanusiaan Radio dan TV Rodja untuk Suriah: 200 Ribu Dolar AS (Diserahkan 13 April 2014) - 1

Peduli Kemanusiaan Radio dan TV Rodja untuk Suriah: 200 Ribu Dolar AS (Diserahkan 13 April 2014) – Gambar ke-1


Peduli Kemanusiaan Radio dan TV Rodja untuk Suriah: 200 Ribu Dolar AS (Diserahkan 13 April 2014) - 2

Peduli Kemanusiaan Radio dan TV Rodja untuk Suriah: 200 Ribu Dolar AS (Diserahkan 13 April 2014) – Gambar ke-2

Alhamdulillah pada Senin, 14 April 2014, tim relawan diberangkatkan dan telah sampai di Turki. InsyaAllah akan segera memasuki Suriah, bi’idznillah. Semoga Allah Ta’ala senantiasa melimpahkan kemudahan kepada tim relawan dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan yang telah Anda berikan, Aamiin.

Penyaluran bantuan akan dilaksanakan dengan beberapa program sebagai berikut.
1. Pembuatan sumur bor
2. Pembagian logistik
3. Santunan bagi anak-anak yatim
4. Bantuan untuk program pendidikan dan dakwah

Kami mengucapkan terima kasih dan jazaakumullahu khairan kepada para muhsinin yang telah berinfak. Semoga Allah Ta’ala memberikan pahala kebaikan dan keberkahan bagi Anda semua, Aamiin.

Mari Berpartisipasi untuk Program Peduli Kemanusiaan Radio dan TV Rodja

[sc:konten-rekening-rodja-peduli-kemanusiaan]

Silakan, tetap salurkan bantuan Anda melalui rekening Peduli Kemanusiaan untuk gelombang penyaluran bantuan kemanusiaan berikutnya kepada Muslimin Suriah, bi’idznillah.

Anda dapat cek dan ikuti setiap partisipasi Anda dalam program Peduli Kemanusiaan Radio dan TV Rodja ini, karena kami insyaAllah selalu merilis mutasi rekeningnya tiap akhir bulan dan informasi terkait dengan penyalurannya.

Download Laporan dan Taushiyah Ustadz Abu Sa’ad Muhammad Nur Huda: Bantuan Kemanusiaan Radio dan TV Rodja (13 April 2014)

Mari kita sebarkan ke Facebook, Twitter, dan Google+, agar saudara Muslim yang lain memperoleh manfaatnya, insyaAllah. Jazakumullahu khoiron.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses