Telegram Rodja Official

Syarh Riyaadhush Shaalihiin

Bab Larangan Menyiksa Budak, Binatang, Wanita, dan Anak-anak – Bagian ke-2, Bab Larangan Menyiksa Binatang dengan Api, dan Bab Larangan Menunda-nunda Pembayaran Utang – Bab 282-284 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr)

By  |  pukul 6:10 pm

Terakhir diperbaharui: Rabu, 15 April 2015 pukul 1:57 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=6759

Ceramah agama tentang kajian kitab Riyadhush Shalihin oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Musyaffa Ad-Darini, M.A.

Berikut ini merupakan lanjutan dari rekaman pengajian kitab Riyadhus Shalihin yang disampaikan oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafidzahullah, pada Senin sore, 3 Syaban 1435 / 2 Juni 2014 di Radio Rodja dan RodjaTV. Pada pertemuan yang lalu beliau telah menjelaskan tentang Bab Larangan Mendiamkan Sesama Muslim Lebih dari Tiga Hari (Bagian ke-2), hingga Bab Larangan Menyiksa Budak, Binatang, Wanita, dan Anak-anak (Bagian ke-1), yang merupakan pembahasan dari Bab 280-282. Dan pada pertemuan kali ini beliau akan menjelaskan tentang “Bab Larangan Menyiksa Budak, Binatang, Wanita, dan Anak-anak (Bagian ke-2), Bab Larangan Menyiksa Binatang dengan Api, dan Bab Larangan Menunda-nunda Pembayaran Utang, yang merupakan pembahasan dari Bab 282-284.

[sc:status-riyadhush-shalihin-syaikh-abdur-razzaq-abdul-muhsin-2013]

Daftar Isi

Baca Juga:
Serba-serbi Hadits Indah Pilihan - Bagian ke-9 - Hadits tentang Syafaat dan Keutamaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai Pemimpin para Nabi - Bab 370 - Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-Badr)

Pembahasan dalam Rekaman Pengajian Kitab Riyadhush Shalihin Ini: Kitab Perkara-perkara yang Dilarang (كتَاب الأمُور المَنهي عَنْهَا)

Bab ke-282: Larangan Menyiksa Budak, Binatang, Wanita, dan Anak-anak (باب النهي عن تعذيب العبد والدابة والمرأة والولد بغير سبب شرعي أَوْ زائد عَلَى قدر الأدب) Bagian ke-1

[00:01]
Dalil mengenai “Larangan Menyiksa Budak, Binatang, Wanita, dan Anak-anak” di antaranya adalah:

وعن هِشام بن حكيمِ بن حِزَامٍ رضي الله عنهما: أنَّه مَرَّ بالشَّامِ عَلَى أُنَاسٍ مِنَ الأَنْبَاطِ، وَقَدْ أُقيِمُوا في الشَّمْسِ، وَصُبَّ عَلَى رُؤُوسِهِمُ الزَّيْتُ! فَقَالَ: مَا هَذَا؟ قيل: يُعَذَّبُونَ في الخَرَاجِ – وفي رواية: حُبِسُوا في الجِزْيَةِ – فَقَالَ هِشَامٌ: أشهدُ لَسَمِعْتُ رسولَ الله – صلى الله عليه وسلم – يقولُ: إنَّ اللهَ يُعَذِّبُ الَّذِينَ يُعَذِّبُونَ النَّاس في الدُّنْيَا. فَدَخَلَ عَلَى الأمِيرِ، فَحَدَّثَهُ، فَأَمَرَ بِهِمْ فَخُلُّوا. رواه مسلم

Dari Hisyam bin Hakim bin Hizam radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya dia pernah melewati beberapa orang petani asing di Syam. Mereka dihukum berdiri di tengah terik matahari, serta diutangi minyak di atas kepala mereka. Hisyam berkata: “Apa ini?” Dikatakan: “Mereka dihukum karena pajak.”
Dalam suatu riwayat: “Mereka ditahan karena upeti.” Hisyam berkata kepadanya: “Aku bersaksi sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah akan mengadzab orang-orang yang mengadab manusia di dunia.” Setelah itu, Hisyam mendatangi amir (penguasa) dan menuturkan hadits tersebut kepadanya. Kemudian, amir memerintahkan mereka untuk melepaskan para petani itu.” (HR Muslim)

Baca Juga:
Penjelasan tentang Perkataan Orang-Orang yang Menyimpang - Bagian ke-3 - Kitab Al-Ibanah (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)

Bab ke-283: Larangan Menyiksa Binatang dengan Api (باب تحريم التعذيب بالنار في كل حيوان حَتَّى النملة ونحوها)

[17:05]
Dalil tentang “Larangan Menyiksa Binatang dengan Api“, di antaranya adalah:

عن أَبي هريرةَ – رضي الله عنه – قَالَ: بعثنا رسولُ الله – صلى الله عليه وسلم – في بَعْثٍ، فَقَالَ: «إنْ وَجَدْتُمْ فُلاَنًا وَفُلانًا» لِرَجُلَيْنِ مِنْ قُرَيْشٍ سَمَّاهُمَا «فَأَحْرِقُوهُمَا بالنَّارِ» ثُمَّ قَالَ رسولُ الله – صلى الله عليه وسلم – حِيْنَ أرَدْنَا الخرُوجَ: «إنِّي كُنْتُ أَمَرْتُكُمْ أَنْ تُحْرِقُوا فُلانًا وفُلانًا، وإنَّ النَّارَ لا يُعَذِّبُ بِهَا إِلاَّ الله، فإنْ وَجَدْتُمُوهُما فاقْتُلُوهُما». رواه البخاري

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengutus kami dalam suatu pasukan. Beliau berkata: “Jika kalian menemukan Fulan dan Fulan-beliau menyebutkan nama dari dua orang laki-laki Quraisy- maka bakarlah keduanya dengan api.” Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meralat hal itu ketika kami hendak berangkat: “Sesungguhnya aku telah memerintahkan kalian agar membakar Fulan dan Fulan. Sungguhpun demikian, tidak ada yang boleh mengadzab dengan api, kecuali Allah. Jika kamu menemukan mereka berdua, maka bunuhlah keduanya.”” (HR Al-Bukhari)

Bab ke-284: Larangan Menunda-nunda Pembayaran Utang (باب تحريم مطل الغني بحقٍّ طلبه صاحبه)

[28:12]
Dalil tentang “Larangan Menunda-nunda Pembayaran Utang“, di antaranya adalah:

Baca Juga:
Larangan bagi Seorang Budak untuk Lari dari Tuannya dan Larangan Menisbatkan Diri kepada selain Bapaknya - Ensiklopedi Larangan dalam Islam (Ustadz Mahfudz Umri, Lc.)

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤدُّواْ الأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya” (QS An-Nisa [4]: 58)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَطْلُ الغَنِيِّ ظُلْمٌ، وَإِذَا أُتْبعَ أَحَدُكُمْ عَلَى مَلِيءٍ فَلْيَتْبَع. متفق عَلَيْهِ

“Mengulur-ulur waktu pembayaran (utang) bagi orang yang mampu adalah perbuatan dhzalim. Apabila (utang) seseorang di antara kamu dialihkan kepada orang yang mampu membayarnya, maka hendaklah dia menerimanya.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Dan seterusnya….

Silakan simak pengajian kitab Riyadhush Shalihin selengkapnya bersama Asy-Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafidzahullah. Semoga bermanfaat.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Bab Larangan Menyiksa Budak, Binatang, Wanita, dan Anak-anak (Bagian ke-2), Bab Larangan Menyiksa Binatang dengan Api, dan Bab Larangan Menunda-nunda Pembayaran Utang

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link download pengajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ Anda. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda semua.

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

÷ 1 = 5

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.