Telegram Rodja Official

Syarh Riyaadhush Shaalihiin

Bab Larangan Mendiamkan Sesama Muslim Lebih dari Tiga Hari – Bagian ke-2 – hingga Bab Larangan Menyiksa Budak, Binatang, Wanita, dan Anak-anak – Bagian ke-1 – Bab 280-282 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr)

By  | 

Ceramah agama tentang kajian kitab Riyadhush Shalihin oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Musyaffa Ad-Darini, M.A.

Berikut ini merupakan lanjutan dari rekaman pengajian kitab Riyadhus Shalihin yang disampaikan oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafidzahullah, pada Ahad sore, 02 Syaban 1435 / 1 Juni 2014 di Radio Rodja dan RodjaTV. Pada pertemuan yang lalu beliau telah menjelaskan tentang Bab Larangan Membanggakan Diri dan Bab Larangan Mendiamkan Sesama Muslim Lebih dari Tiga Hari (Bagian ke-1), yang merupakan pembahasan dari Bab 279-280. Dan pada pertemuan kali ini beliau akan menjelaskan tentang “Bab Larangan Mendiamkan Sesama Muslim Lebih dari Tiga Hari (Bagian ke-2), hingga Bab Larangan Menyiksa Budak, Binatang, Wanita, dan Anak-anak (Bagian ke-1), yang merupakan pembahasan dari Bab 280-282.

[sc:status-riyadhush-shalihin-syaikh-abdur-razzaq-abdul-muhsin-2013]

Daftar Isi

Baca Juga:
Riyadhush Shalihin: Bab Cara Mengucapkan Salam - 1 September 2013 (Syaikh 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-Badr)

Pembahasan dalam Rekaman Pengajian Kitab Riyadhush Shalihin Ini: Kitab Perkara-perkara yang Dilarang (كتَاب الأمُور المَنهي عَنْهَا)

Bab ke-280: Larangan Mendiamkan Sesama Muslim Lebih dari Tiga Hari (باب تحريم الهجران بين المسلمين فوق ثلاثة أيام) Bagian ke-2

[00:01]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَحِلُّ لِمُؤْمِنٍ أَنْ يَهْجُرَ مُؤْمِنًا فَوقَ ثَلاَثٍ، فإنْ مَرَّتْ بِهِ ثَلاَثٌ، فَلْيَلْقَهُ فَلْيُسَلِّمْ عَلَيْهِ، فَإنْ رَدَّ عَلَيْهِ السَّلامَ فَقَدِ اشْتَرَكَا في الأجْرِ، وَإنْ لَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ فَقَدْ بَاءَ بِالإثْمِ، وَخَرَجَ المُسَلِّمُ مِنَ الهِجْرَةِ». رواه أَبُو داود بإسناد حسن

“Tidak halal bagi seorang mukmin mendiamkan saudaranya yang mukmin lebih dari tiga hari. Jika melewati tiga hari, maka hendaklah dia menemuinya lalu mengucapkan salam kepadanya. Jika dia telah menjawab salamnya, maka keduanya sama-sama mendapatkan pahala. Jika dia tidak menjawabnya, maka dia berdosa, sedangkan yang memberi salam telah berlepas diri dari mendiamkan saudaranya.” (HR Abu Dawud dengan sanad hasan)

Bab ke-281: Larangan Dua Orang Berbisik-bisik tanpa Mengikutsertakan Orang Ketiga ( باب النهي عن تناجي اثنين دون الثالث بغير إذنه إِلاَّ لحاجةٍ وَهُوَ أن يتحدثا سرًا بحيث لا يسمعهما وفي معناه مَا إِذَا تحدثا بلسان لا يفهمه)

[06:47]
Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا النَّجْوَى مِنَ الشَّيْطَانِ لِيَحْزُنَ الَّذِينَ آمَنُوا

“Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari setan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita….” (QS Al-Mujadilah [58]: 10)
Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Baca Juga:
Dalil-Dalil Yang Menjelaskan Ketinggian Allah diatas Seluruh MakhlukNya - Kitab Al-Ibanah (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)

إِذَا كانُوا ثَلاثَةً، فَلاَ يَتَنَاجَى اثْنَانِ دُونَ الثَّالِثِ. متفق عَلَيْهِ

“Apabila mereka bertiga, maka dua orang temannya tidak boleh berbisik-bisik tanpa menyertakan yang ketiga.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Bab ke-282: Larangan Menyiksa Budak, Binatang, Wanita, dan Anak-anak (باب النهي عن تعذيب العبد والدابة والمرأة والولد بغير سبب شرعي أَوْ زائد عَلَى قدر الأدب) Bagian ke-1

[16:04]
Allah Ta’ala berfirman:

وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالجَنبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالاً فَخُوراً

“Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (QS AN-Nisa [4]: 36)

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ في هِرَّةٍ سَجَنَتْها حَتَّى مَاتَتْ، فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ، لاَ هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَسَقَتْهَا، إذْ حَبَسَتْهَا، وَلاَ هِيَ تَرَكَتْهَا تَأكُلُ مِنْ خَشَاشِ الأَرْضِ. متفق عَلَيْهِ

“Seorang perempuan disiksa karena seekor kucing yang dikurungnya sampai mati. Dia pun masuk neraka karena perbuatannya itu. Kucing itu tidak diberi makan dan minum ketika dia mengurungnya. Bahkan, dia tidak membiarkannya makan serangga di bumi.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Dan seterusnya….

Baca Juga:
Biografi Imam Abul Hasan Al-Asy'ari - Kitab Al-Ibanah (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)

Silakan simak pengajian kitab Riyadhush Shalihin selengkapnya bersama Asy-Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafidzahullah. Semoga bermanfaat.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Bab Larangan Mendiamkan Sesama Muslim Lebih dari Tiga Hari (Bagian ke-2), hingga Bab Larangan Menyiksa Budak, Binatang, Wanita, dan Anak-anak (Bagian ke-1)

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link download pengajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ Anda. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda semua.

Telegram Rodja Official

1 Comment

    Tinggalkan Balasan

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.