Rodja Peduli

Al-Waabilush Shayyib

Keutamaan dan Manfaat Dzikir ke-54 hingga ke-56 – Orang yang Selalu Berdzikir akan Masuk Surga dengan Tertawa dan Dzikir Merupakan Tujuan dari Seluruh Amalan – Kitab Al-Wabilush Shayyib (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

By  |  pukul 8:10 am

Terakhir diperbaharui: Rabu, 18 Maret 2015 pukul 10:44 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=6823

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abdullah Taslim, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman kajian yang membahas berbagai permasalahan yang berkaitan dengan Tazkiyatun Nufus, yang dikaji dari kitab Al-Wabilush Shayyib karya Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah. Dan kajian ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Taslim pada Kamis pagi, 5 Syaban 1435 / 5 Juni 2014, pukul 07:00-08:00 WIB. Pada pertemuan yang lalu, beliau telah menjelaskan tentang Keutamaan dan Manfaat Dzikir ke-52 dan ke-53, yaitu Majelis Dzikir Merupakan Majelisnya Para Malaikat . Dan pada pertemuan kali ini, beliau membawakan bahasan tema tentang “Keutamaan dan Manfaat Dzikir ke-54 hingga ke-56, yaitu Orang yang Selalu Berdzikir akan Masuk Surga dengan Tertawa dan Dzikir Merupakan Tujuan dari Seluruh Amalan“.

[sc:status-al-wabilush-shayyib-ustadz-abdullah-taslim-2013]

Ringkasan Kajian Kitab Ini: Al-Wabilush Shayyib

Keutamaan dan Manfaat Dzikir (الذكر وفوائده)

Poin ke-54: Orang yang Selalu Berdzikir akan Masuk Surga dengan Tertawa

Sesungguhnya orang yang selalu dzikir kepada Allah akan masuk surga sambil tertawa (bahagia). Hal ini sebagaimana disebutkan di dalam riwayat dari Ibnu Abi Dunya, bahwasanya Abu Darda radhiyallahu ‘anhu berkata:

Baca Juga:
Dzikir Pagi dan Petang - Bagian ke-3 - Kitab Adz-Dzikr wa Ad-Du'a (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

الذين لا تزال ألسنتهم رطبة بذكر الله يدخل أحدهم الجنة وهو يضحك

“Mereka yang lisannya senantiasa basah dengan berdzikir kepada Allah, diantara mereka ada yang masuk syurga sambil tertawa.”

Poin ke-55: Dzikir Merupakan Tujuan dari Seluruh Amalan

[07:27]
Bahwasanya seluruh amal yang disyariatkan oleh Islam, tidaklah disyariatkan kecuali untuk menegakan dzikir kepada Allah Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

“Dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (QS Thaha [20]: 14)

Dan seterusnya……

Poin ke-56: Orang yang Paling Utama adalah yang Paling Banyak Dzikirnya

[33:03]

Setiap amal lebih utama dengan lebih banyak orang yang melakukannya berdzikir kepada Allah Ta’ala di dalam amal tersebut. Maka orang yang berpuasa paling utama adalah orang yang banyak berdzikir kepada Allah saat ia puasa. Orang yang bersedekah yang paling utama adalah yang paling banyak berdzikir kepada Allah ketika bersedekah. Orang yang melakukan haji yang paling utama adalah yang paling banyak berdzikir saat melakukan ibadah tersebut. Demikian contoh yang menunjukan betapa agungnya keutamaan bedzikir kepada Allah.

Dan seterusnya……

Bagaimana penjelasan mengenai pembahasan keutamaan dzikir ini? Silakan download dan simak penjelasan lengkapnya oleh Ustadz Abdullah Taslim dalam rekaman kajian ini. Simak juga sesi tanya jawab yang sangat menarik untuk disimak. Semoga bermanfaat.

Download Ceramah Kajian Kitab Al-Wabilush Shayyib: Keutamaan dan Manfaat Dzikir ke-54 hingga ke-56

Baca Juga:
Hidup Bahagia di Atas Tauhid dan Sunnah (Ustadz Mukti Ali, Lc.)

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link ceramah agama ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ Anda. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda semua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.