Telegram Rodja Official

Fawaaidul Fawaaid

Tanda-Tanda Keinginan yang Sehat, Allah Tidak Mengubah Keadaan Suatu Kaum hingga Mereka Mengubah Keadaan Diri Mereka Sendiri, dan Kemuliaan Jiwa – Kitab Fawaidul Fawaid (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

By  | 

Ceramah agama oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Alhamdulillah, dapat kita lanjutkan kembali kajian kitab Fawaidul Fawaid pada Senin pagi, 3 Al-Muharram 1435 / 27 Oktober 2014, pukul 05:30-07:00 WIB bersama Ustadz Badrusalam. Pembahasan sebelumnya, telah menyelesaikan pasal tentang Perjalanan menuju Allah dan Apa Saja yang Mengantarkannya serta Tidak Mengenal Pencipta Siapa yang Tidak Mengenal Dirinya. Dan pada kesempatan kali ini, kita akan mempelajari 3 pasal dari kitab karya Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah tersebut, di antaranya “Tanda-Tanda Keinginan yang Sehat, Allah Tidak Mengubah Keadaan Suatu Kaum hingga Mereka Mengubah Keadaan Diri Mereka Sendiri, dan Kemuliaan Jiwa“. Mari kita simak ceramah ini untuk bahan muhasabah bagi kita, keluarga kita, dan saudara-saudara Muslimin kita.

[sc:status-fawaidul-fawaid-ustadz-badrusalam-2013]

Ringkasan Kajian Kitab Fawaidul Fawaid Al-Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah

Tanda-Tanda Keinginan yang Sehat (علامة صحة الإرادة)

[00:34]

علامة صحة الإرادة أن يكون هم المريد رضا ربه

Baca Juga:
Kisah Para Nabi Penggugah Hati (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

“Di antara tanda keinginan yang sehat adalah keinginan seseorang itu mengharapkan keridhaan Allah saja.”

واستعداده للقائه

“Lalu ia mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Allah”

وحزنه على وقت مر في غير مرضاته

“Dan ia bersedih terhadap waktu yang lewat begitu saja tanpa menghasilkan keridhaan Allah”

وأسفه على قربة والأنس به.

“Dan ia merasa menyesal karena terluput dari ber-taqarrub kepada Allah dan berdua-duaan denganNya.”

Dst.

Sesungguhnya Allah Tidak Mengubah Keadaan Suatu Kaum hingga Mereka Mengubah Keadaan Diri Mereka Sendiri
(إن الله لا يغير ما بقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم)

[09:25]

من الآفات الخفية العامة

“Di antara penyakit yang tersembunyi tapi menyebar …”

أن يكون العبد في نعمة أنعم الله بها عليه واختارها له، فيملها ويطلب الانتقال منها إلى ما يزعم لجهله أنه خير له منها،

“Seorang hamba berada di suatu nikmat yang Allah berikan nikmat untuk dia dan Allah pilihkan untuk dia, tapi si hamba ini merasa bosan dengan nikmat itu lalu ia ingin pindah dari kenikmatan tersebut kepada sesuatu yang ia anggap lebih baik darinya (padahal Allah memilihkan untuknya sesuatu yang paling baik buat dia).”

Dst.

Kemuliaan Jiwa (شرف النفس)

[17:26]

قال شقيق بن إبراهيم‏‏‏:‏ أغلق باب التوفيق عن الخلق من ستة أشياء‏:

“Berkata Syaqiq bin Ibrahim, “Pintu taufiq itu tertutup terhadap manusia akibat 6 perkara:”

Baca Juga:
Membalas Ihsan Allah dengan Perbuatan Ihsan - Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

اشتغالهم بالنعمة عن شكرها،

“(Pertama,) lebih menyibukkan diri dengan nikmat tersebut dan dia lupa untuk mensyukurinya.”

ورغبتهم في العلم وتركهم العمل،

“(Kedua,) semangat mencari ilmu tapi tidak mengamalkannya.”

والمسارعة إلى الذنب وتأخير التوبة،

“(Ketiga,) Bersegera kepada dosa tapi ia undurkan bertaubat kepada Allah.”

والاغترار بصحبة الصالحين وترك الاقتداء بفعالهم،

“(Keempat,) tertipu kalau dia punya teman-teman yang shalih, tetapi ia tidak berusaha mengikuti jejak kaki orang shalih tersebut.”

Yaitu dia merasa bangga, “Yang penting kan saya punya teman-teman yang shalih.”

Dst.

Silakan download rekaman ceramah agama bernafaskan penyucian jiwa. Semoga dengan pembahasan dalam ceramah ini mampu menggugah diri kita untuk menjadi pribadi Muslim yang semakin baik. Aamiin.

Simak dan Download Kajian Kitab Fawaidul Fawaid: Tanda-Tanda Keinginan yang Sehat, Allah Tidak Mengubah Keadaan Suatu Kaum hingga Mereka Mengubah Keadaan Diri Mereka Sendiri, dan Kemuliaan Jiwa

Mari bagikan ceramah agama ini ke Facebook, Twitter, dan Google+, insya Allah menjadi ladang pahala bagi kita. Aamiin.

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.