Telegram Rodja Official

Tajriidut Tauhiid Al-Mufiid

Pembagian Manusia dalam Merealisasikan Ibadah dan Isti’anah – Bagian ke-2 – Kitab Tajridut Tauhid Al-Mufid (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)

By  |  pukul 9:47 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 07 November 2014 pukul 9:47 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=9279

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.

Berikut ini adalah rekaman pengajian yang membahas masalah pemurnian aqidah dan tauhid yang sangat bermanfaat. Pengajian ini dikaji oleh Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan dari kitab Tajridut Tauhid Al-Mufid, karya seorang ulama besar mazhab Syafi’i yang bernama Imam Taqiyyuddin Ahmad bin ‘Ali Al-Maqrizi rahimahullah. Pengajian ini disampaikan pada Jumat, 14 Al-Muharram 1436 / 31 Oktober 2014, pukul 05:30-07:00 WIB live di Radio Rodja. Pada pertemuan yang lalu, beliau telah menjelaskan tentang Pembagian Manusia dalam Merealisasikan Ibadah dan Isti’anah (Bagian ke-1). Dan pada pertemuan kali ini, beliau akan menjelaskan tentang “Pembagian Manusia dalam Merealisasikan Ibadah dan Isti’anah (Bagian ke-2)“. Semoga bermanfaat.

[sc:status-tajridut-tauhid-ustadz-muhammad-nur-ihsan-2014]

Ringkasan Pengajian Kitab Tajridut Tauhid Al-Mufid (تجريد التوحيد المفيد)

Pembagian Manusia dalam Merealisasikan Ibadah dan Isti’anah (Bagian ke-2)

Pada pertemuan sebelumnya, beliau telah menjelaskan bahwa manusia terbagi menjadi empat golongan. Golongan yang pertama adalah golongan yang selalu beribadah dan memohon pertolongan kepada Allah Ta’ala, inilah golongan yang paling mulia dan paling tinggi derajatnya di sisi Allah Ta’ala. Golongan yang kedua adalah adalah golongan yang bersebrangan dengan golongan yang pertama, yaitu orang yang berpaling dari ibadah kepada Allah dan isti’anah kepadaNya.

Baca Juga:
Bab Istighfar - Bagian ke-3 - Fiqih Do'a dan Dzikir (Ustadz Abdullah Zaen, M.A.)

Golongan yang ketiga, yaitu golongan orang-orang yang melakukan sedikit ibadah atau beberapa jenis ibadah tanpa memohon pertolongan dari Allah Ta’ala. Dan mereka terbagi lagi menjadi dua kelompok, yang pertama adalah mereka yang mengingkari takdir. Mereka mengatakan bahwa Allah telah memberikan kepada hambaNya seluruh apa yang telah ditakdirkan dari karuniaNya, sehingga tidak tersisa lagi dalam takdir Allah pertolongan bagi hamba tersebut dalam berbuat. Intinya, mereka meyakini bahwa perbuatan manusia itu adalah bukan berasal dari Allah, namun merekalah yang menciptakannya sendiri. Dan tentu saja ini adalah aqidah yang sesat, karena mereka tidak menyakini takdir Allah.

Bagaimana penjelasan selengkapnya dari pembahasan ini? Simak penjelasan lengkapnya bersama Ustadz Muhammad Nur Ihsan dalam pembahasan Kitab Tajridut Tauhid, dengan download pengajian yang bermanfaat ini. Semoga bermanfaat.

Dengarkan dan Download Pengajian Kitab Tajridut Tauhid Al-Mufid: Pembagian Manusia dalam Merealisasikan Ibadah dan Isti’anah (Bagian ke-2)

Silakan bagikan hasil rekaman ataupun link pengajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda semua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

÷ 8 = 1

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.